Suara Donatur: Percaya, Harapan dan Cinta | Berita Populer Lazismu

 

Choirul Amin. (Dok Lazismu)

LAZISMUSBY.COM 

PERCAYA, HARAPAN & CINTA

Oleh Choirul Amin


Ketika membaca judul tulisan di atas, penulis yakin pembaca langsung berkomentar : seperti judul lagu saja. Ya.. memang tidak salah, judul lagu tersebut pernah dipopulerkan oleh 2 insan perfileman kita yang sekaligus suami – istri yaitu Mukhsin Al Atas dan Titik Sandora di era 70 – an. Tapi dalam kaitan ini, penulis tidak hendak mengajak pembaca untuk melantunkan lagu tersebut, melainkan mencari tahu kaitan makna dari ketiga kata tersebut dalam praktek kehidupan sehari – hari. Namun sebelumnya ada baiknya penulis jelaskan makna ketiga kata tersebut. 

PERCAYA .

Percaya merupakan kegiatan non fisik yang tak bisa dilihat secara indrawi, namun bisa dibuktikan dengan tindakan nyata.  Misalnya ketika mendengar suara ketukan pintu, sementara kita berada di dalam rumah, kita percaya bahwa pasti ada seseorang yang hendak bertamu ke rumah kita. Begitu pintu di buka ternyata benar ada seseorang yang ingin bertamu.

HARAPAN .

Harapan adalah sesuatu yang menjadikan seseorang bersedia bahkan rela melakukan sesuatu. Dengan kata lain harapan bisa dianggap sebagai motivator atau pendorong terjadinya suatu perbuatan. Misalnya mengapa kita bersusah payah bekerja mulai pagi hingga larut malam? Karena disana ada secercah harapan : mendapat upah (baca : uang) guna mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Tanpa adanya harapan tersebut, tak mungkin kita akan melakukannya).

CINTA .

Cinta sudah menjadi fitrah manusia artinya setiap manusia yang lahir di dunia yang fana ini sudah pasti dilengkapi dengan rasa mencintai kepada sesuatu. Misalnya seorang ibu mencintai anak kandung nya sendiri. Oleh karenanya ia tak akan pernah menelantarkannya, apalagi menyiksanya. Mengapa? Karena ada rasa cinta dalam diri sang ibu.

Sekarang bagaimana kaitan dari ketiga kata tersebut (percaya, harapan & cinta) dalam kehidupan nyata sehari – hari. Berikut penulis berikan 3 contoh sebagai ilustrasi : (1) dalam memilih pasangan hidup, (2) jenis profesi dan (3) hobi.

PASANGAN HIDUP 

Sebelum melangsungkan pernikahan, kedua calon mempelai tentu telah menjalani  berbagai tahapan. Salah satunya adalah tahap perkenalan. Dalam tahapan ini kedua mempelai mulai belajar mengenal karakter masing – masing. Selain mengenali karakter, juga ada baiknya mengenali Bibit, bobot dan bebet dari masing-masing mempelai. Bibit artinya sang calon suami atau istri tersebut berasal dari keluarga baik-baik atau tidak. Bobot maksudnya bagaimana kualitas dalam hal ini aspek intelektualitas dari kedua mempelai tersebut cerdas atau tidak dan Bebet artinya bagaimana kondisi ekonomi dari masing-masing keluarga calon mempelai : kaya atau miskin? Itu semua penting tapi ada yang lebih penting dari sekedar mengenal karakter, yaitu saling percaya. Bagi calon istri, ia harus percaya bahwa calon suaminya sanggup bertanggung jawab dalam artian menjalankan kewajibannya sebagai suami yaitu mencukupi 3 hal penting : (1) memberi nafkah lahir (baca : ngingoni), (2) memberi nafkah batin (ngeloni), (3) melindungi (ngayomi). Begitu juga bagi calon suami, sang calon istri harus juga mampu menjalankan kewajibannya sebagai istri yaitu 3 M (macak, masak dan manak).

Dengan bekal kepercayaan seperti itu memungkinkan tumbuhnya rasa cinta dari kedua belah pihak yang diwujudkan dalam bentuk sikap seperti menyayangi, menghormati, menghargai dan bahkan  mempertahankan perkawinan itu sendiri.

JENIS PROFESI 

Memilih jenis profesi memang tidak mudah, pemilihan tersebut harus sesuai dengan hasrat dan kemampuan yang dimiliki oleh calon pencari kerja. Di samping itu masih ada hal lain yang harus dimiliki seseorang sebelum memilih jenis profesi yaitu kepercayaan. Sebagai contoh : si Deddy sejak duduk di bangku SD bercita – cita ingin menjadi seorang dokter. Maka setamat dari SMA, dia bertekad mendaftarkan diri  di fakultas kedokteran. Dia percaya bahwa menjadi seorang dokter itu sangat mulia. Harapannya adalah disamping bisa menolong banyak pasien dan tentu mendapatkan income (pendapatan) yang layak dan hidupnya bisa dipastikan terjamin dan bahagia. Dengan harapan tersebut tentu nanti si Deddy akan semakin mencintai profesinya.

Setelah menjadi dokter, kecintaannya terhadap profesinya, dia wujudkan dalam berbagai aktivitas yaitu selalu mengikuti aneka seminar yang berkaitan dengan profesi yang disandangnya. Dan bila ada kesempatan dia bertekad melanjutkan studinya sampai ke jenjang S2 hingga S3. Kini dr. Deddy tak mudah tergoda oleh profesi lain di luar profesinya.


MEMILIH HOBI 

Memilih sebuah hobi yang cocok memang tidak mudah. Hal tersebut harus disesuaikan dengan hasrat dan kondisi finansial kita karena hampir tidak ada satupun hobi yang tidak membutuhkan biaya. Itu memang penting, tetapi masih ada yang lebih penting dari itu yaitu adanya kepercayaan, harapan dan rasa cinta terhadap hobi yang sedang ditekuni. Misalnya, seorang berhobi membaca buku. Sebelum melakukan hobi tersebut, ia harus percaya bahwa hobi yang akan dijalani pasti bermanfaat baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Dan dengan hobi tersebut ia berharap semoga pemahamannya tentang sesuatu semakin berkemajuan. Dengan meningkatnya pemahaman tersebut, ia akan lebih mudah berhubungan dengan dunia luar dan memungkinkan wawasannya bisa berkembang. Dengan berkembangnya wawasan tersebut ia makin cinta membaca buku, surat kabar dan aneka jurnal baik secara konvensional maupun lewat dunia maya. Bahkan tidak berhenti sampai di situ. Untuk mewujudkan rasa cintanya dalam membaca, ia rajin mengkliping berbagai informasi yang sekiranya penting buat dirinya .

Demikian uraian singkat tentang kaitan 3 kata : percaya, harapan dan cinta. Semoga bermanfaat buat kita semua.



Penulis, adalah pemerhati masalah Pendidikan, tinggal di Surabaya

Alamat Email : ewep_ewep41@yahoo.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Zakat Uang Yang Masih di Pinjam Orang Lain | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama : Hukum Membayar Zakat Secara Online | Berita Populer Lazismu