Tanya Jawab Agama: Bolehkah Aqiqah Bayi Laki-Laki dengan Satu Kambing?

 

Ustadz H Imanan, SAg


Bolehkah Aqiqah Bayi Laki-Laki dengan Satu Kambing?

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr wb.

Bi …(Abi)  Aqiqah untuk  anak laki-laki kan 2 (kambing), umpama nyicil 1 kambing dulu boleh gak menurut aturan Islam, sisanya kalau (nanti) ada rizqi. (Dari pembaca majalah Lazismu disampaikan ke redaksi/lewat WA)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam warahmatullohi wabarakatuh.

Pembaca (penanya) yang budiman, perlu kita ketahui bahwa bayi laki-laki pada hari ketujuh diaqiqahi dengan penyembelihan dua kambing, sedangkan bayi perempuan dengan satu ekor kambing. Namun bagaimana saat orang tua tidak mampu aqiqah, apakah boleh aqiqah bayi laki-laki dengan satu kambing, tidak dengan dua kambing?

Mengenai masalah ini para ulama berselisih pendapat karena dalil yang berbeda dalam masalah ini. Ada dalil yang mengatakan bahwa bayi laki-laki diakikah dengan dua ekor kambing dan ada dalil yang menyebutkan cukup dengan seekor kambing. Berikut penjelasan dalil-dalil yang dijadikan hujjah dari perberbeda tersebut.

Dalil Aqiqah Bayi Laki-Laki dengan Dua Ekor Kambing

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا بِكَبْشَيْنِ كَبْشَيْنِ

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam pernah mengaqiqahi  Hasan dan Husain, masing-masing dua ekor gibas (domba).” (HR. An Nasai no. 4219. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Ummu Kurz Al Ka’biyyah, ia berkata, saya mendengar Rasululloh shallallohu wa ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ. قَالَ أَبُو دَاوُدَ سَمِعْتُ أَحْمَدَ قَالَ مُكَافِئَتَانِ أَىْ مُسْتَوِيَتَانِ أَوْ مُقَارِبَتَانِ.

“Untuk anak laki-laki dua kambing yang sama dan untuk anak perempuan satu kambing.” Abu Daud berkata, saya mendengar Ahmad berkata, “Mukafiatani yaitu yang sama atau saling berdekatan.” (HR. Abu Daud no. 2834 dan Ibnu Majah no. 3162. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallohu ‘anha, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمَرَهُمْ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Rasulullloh shallallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka, untuk anak laki-laki akikah dengan dua ekor kambing dan anak perempuan dengan satu ekor kambing.” (HR. Tirmidzi no. 1513. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dalil Aqiqah Bayi Laki-Laki dengan Satu Ekor Kambing

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا.

 “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing satu ekor gibas (domba).” (HR. Abu Daud no. 2841. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari hadits-hadits di atas para ulama berbeda pendapat dalam beristidlal, ulama Syafi’iyah dan Hambali mengatakan bahwa disunnahkan beraqiqah untuk bayi laki-laki dengan dua ekor kambing, sedangkan bayi perempuan dengan satu ekor. Namun boleh juga mengaqiqahi dengan satu ekor kambing karena ada hadits Ibnu ‘Abbas yang menyebutkan demikian. Sedangkan ulama Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat bahwa aqiqah untuk bayi laki-laki dan perempuan itu sama yaitu dengan satu ekor, dan Ibnu ‘Umar pernah melakukan seperti itu.( Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 30: 279-280).

Hadits Ibnu ‘Abbas yang diriwayatkan oleh Abu Daud, itulah yang jadi pegangan Imam Malik untuk menyatakan bahwa akikah anak laki-laki sama dengan anak perempuan yaitu dengan satu ekor kambing.

Dalam kitab Muhadzab fi Fiqhil Imam Assyafi’i, Imam Abu Ishaq Syairazi menegaskan kebolehan aqiqah dengan satu ekor kambing ini untuk bayi laki-laki. Beliau berkata;

“Jika masing-masing anak baik laki-laki maupun perempuan diaqiqahi dengan satu ekor kambing, maka itu boleh karena ada riwayat dari Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa Nabi shallallohu alahi wa sallam mengakikahi Hasan dan Husain masing-masing satu kambing gibas (domba).”

Adapun Pendapat in sya Alloh yang rajih (lebih kuat) adalah dibolehkan aqiqah dengan satu ekor kambing bagi bayi laki-laki, namun disunnahkan tetap dengan dua ekor kambing dan itu lebih utama.

Ibnu Hajar rahimahulloh menerangkan, “Hadits-hadits ini (semacam hadits Ummu Kurz, -pen) menjadi argumen yang kuat bagi jumhur (mayoritas) ulama dalam membedakan aqiqah untuk anak laki-laki dan anak perempuan. Namun Imam Malik berpendapat bahwa aqiqah pada keduanya itu sama. Imam Malik beralasan dengan hadits bahwa Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam mengaqiqahi Hasan dan Husain masing-masing dengan satu ekor kambing. Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Daud, namun tidak bisa dijadikan hujjah. Ada pula riwayat yang dikeluarkan oleh Abusy Syaikh dari jalur lain dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas dengan lafadh “masing-masing dua ekor kambing”. Dikeluarkan pula dari jalan ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya riwayat yang semisalnya.  

Berdasarkan riwayat Abu Daud tadi, hadits tersebut bukanlah menafikan hadits-hadits mutawatir yang menjelaskan dengan tegas bahwa aqiqah bagi anak laki-laki adalah dengan dua ekor kambing. Akan tetapi riwayat tersebut menunjukkan bolehnya aqiqah kurang dari dua ekor kambing. Itulah maksudnya. Sehingga dari sini, jumlah kambing (yaitu dua ekor kambing bagi laki-laki, pen) bukanlah syarat dalam aqiqah, namun hanya sekedar disunnahkan (dianjurkan) saja.” (Fathul Bari, 9: 592).

Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahulloh mengatakan, “Aqiqah untuk anak laki-laki dan anak perempuan boleh sama, yaitu dengan satu ekor kambing. Inilah pendapat kebanyakan ulama. Inilah yang dipilih oleh Ibnu ‘Abbas, ‘Aisyah, Asy Syafi’i, Ishaq dan Abu Tsaur. Bahkan Ibnu ‘Umar sendiri pernah berkata, “Aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan masing-masing dengan seekor kambing.” (Al Mughni, Ibnu Qudamah Al Maqdisi, 11: 120, Darul Fikr, 1405)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahulloh menjelaskan, “Jika seseorang  tidak mendapati hewan aqiqah kecuali satu saja, maka maksud aqiqah tetap sudah terwujud. Akan tetapi, jika Alloh memberinya kecukupan harta, aqiqah dengan dua kambing (untuk anak laki-laki) itu lebih afdhal.” (Syarhul Mumthi’, 7: 492)

Para ulama yang duduk di komisi fatwa Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ menerangkan, “Disunnahkan aqiqah bagi anak laki-laki adalah dua ekor kambing yang semisal, sedangkan bagi anak perempuan adalah satu ekor kambing. Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah radhiyallohu ‘anha, Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Anak laki-laki diakikahi dengan dua ekor kambing yang semisal, sedangkan anak perempuan dengan satu ekor kambing” (HR. Tirmidzi 794, Ahmad 5: 40. dan Tirmidzi menshahihkannya).

Ada hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallohu ‘anhuma, ia berkata, “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam mengaqiqahi Hasan dan Husain masing-masing satu ekor kambing” (HR. Tirmidzi 794, Ahmad 5: 39). Namun dalam riwayat Abu Daud dan An Nasai dikatakan bahwa aqiqah yang dilakukan pada Hasan dan Husain masing-masing dengan dua ekor kambing. Inilah yang lebih afdhal. Adapun jika dikatakan sah dengan satu ekor kambing, jawabannya tetap sah sebagaimana berlaku pada daging sembelihan lainnya. (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, pertanyaan ketiga no. 2191, 11: 438. Yang menandatangani fatwa ini: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku ketua, Syaikh ‘Abdurrozaq ‘Afifi selaku wakil ketua, Syaikh ‘Abdulloh bin Qu’ud selaku anggota).

Kesimpulan:

Aqiqah pada bayi laki-laki dianjurkan dengan dua ekor kambing, sedangkan bayi perempuan dengan satu ekor kambing. Namun jika tidak mampu, boleh pula aqiqah anak laki-laki dengan satu ekor kambing dan itu dianggap sah. 

Meski boleh dan dinilai cukup dan sah melakukan aqiqah dengan satu ekor kambing untuk bayi laki-laki, namun jika mampu dan tidak ada kendala lainnya, sebaiknya aqiqah untuk bayi laki-laki disempurnakan dengan menyembelih dua ekor kambing.

Hal ini karena satu ekor kambing hanya menjadi batas jumlah minimal yang mencukupi dalam aqiqah untuk bayi laki-laki dan perempuan.

Demikian penjelasan dari kami. Semoga bisa mencerahkan.

Wallohu a’lam bish-shawab. (Ustadz H Imanan) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu