Symfoni Qalbu: Strategi Bergembira | Berita Populer Lazismu

 

Ustadz Muhammad Khoirul Anam, M.Pd.I. (Dok Lazismu)


STRATEGI BERGEMBIRA

Diantara kenikmatan terbesar adalah kegembiraan, ketentraman, dan ketenangan hati. Sebab, kegembiraan hati itu terdapat pada keteguhan pikir, produktifitas yang bagus, dan keriangan jiwa. Kegembiraan merupakan seni dalam hidup yang dapat dipelajari. Artinya siapapun yang mengatahui cara memperolehnya, dan menikmati kegembiraan, maka kita akan dapat memanfaatkan berbagai kenikmatan dan kemudahan hidup, baik yang ada didepan maupun yang masih jauh di belakang kita. 

Adapun modal utama untuk meraih kegembiraan adalah kekuatan atau kemampuan diri untuk menanggung beban kehidupan, tidak mudah goyah oleh goncangan-goncangan, dan tidak pernah sibuk memikirkan pada hal-hal kecil yang sepele. Semakin jernih jiwa seseorang, maka akan semakin bersinar pula jiwanya. Itu artinya ia gembira dalam menghadapi hidupnya.

Satu hal yang sangat mendasar dalam seni menata kegembiraan adalah bagaimana kita mampu mengendalikan dan menjaga pikiran agar tidak mudah terpecah. Jika kita dalam menghadapi suatu peristiwa kemudian tidak mampu mengendalikannya, maka pikiran tersebut tak akan bisa terkendali dan akhirnya pikiran akan selalu terbawa arus oleh peristiwa tersebut, kalau peristiwanya menyedihkan, maka pikiran akan membawa berkas-berkas kesedihan. Pikiran-pikiran yang sedih, cemas, marah akan merambat kearah pikiran-pikiran kedepan yang mencekam secara terus menerus.

Selain pikiran terus terganggu, ia juga akan merambat pada fisik kita, tubuh gemetar, mudah capek dan gampang terserang penyakit. Pikiran buruk akan kembali kepada kita dan pikiran yang baik akan kembali kepada kita pula. Ingatlah bahwa hidup ini tergantung dengan pikiran kita.

Kehidupan didunia ini penuh dengan liku-liku, ada senang juga ada susah, ada senyum ada juga tawa, tidak mungkin hidup ini selalu menderita, karena dunia ini bukanlah neraka, dan tidak mungkin hidup ini isinya gembira terus, karena dunia ini bukanlah surga. Tetapi bagi manusia yang jernih cara berfikirnya. Maka dunia ini akan di jadikan surga impian sebelum ia ke surga yang abadi. Kita tentu masih ingat kenapa Nabi Adam As sebelum di utus ke bumi beliau ditransit di surga terlebih dahulu? Karena Allah SWT punya tujuan, agar Nabi Adam AS kelak ketika diturunkan ke bumi sudah punya gambaran untuk menjadikan bumi tempat tinggalnya seperti surga yang menyenangkan, menggembirakan, tidak ada kesedihan, tak terdengar kata-kata kasar. Tetapi untuk menjadikan bumi laksana surga itu juga tidak mudah, manusia  butuh strategi jitu untuk menaklukkannya.

Sebagai gambarannya, kita tentu masih ingat dengan TARZAN si manusia hutan yang sering  kita tonton di  film-film. Bagimana kehidupanya? ia sangat menikmati dunianya, ia jarang sedih tapi sering tertawa pertanda bahagia, ia tak pernah cemas, tak takut dengan sesuatu apapun. padahal temannya hewan, ia tak berbaju, tak punya rumah, tak berhandphon, juga tak punya kendaraan, tapi ia melewati kehidupannya dengan suka cita, “Allah itu sesuai dengan prasangka/pikiran hambanya, kalau ia berprasangka baik maka Allah akan memberi kebaikan, tapi kalau seorang hamba berprasangka buruk, maka yang datang adalah keburukan. lagi-lagi, bahwa hidup terletak pada pikiran kita.

Hal  mendasar yang tak dapat dilupakan dalam seni meraih kegembiraan adalah bahwa kita harus menempatkan kehidupan ini sesuai dengan porsi dan tempatnya. bagaimanapun, kehidupan ini laksana permainan yang harus diwaspadai. Pasalnya, ia akan menyulut kepedian dan bencana.

Berikut ini, ada beberapa strategi  bergembira antara lain

1. Hiduplah dalam batas-batas hari ini, melupakan hari kemaren yang telah lewat, tidak meresahkan oleh hari esok, karena hari esok seumpama musafir, hari kemaren laksana mayat, hari ini bagaikan bayi.

2. Melupakan kemarahan-kemarahan yang telah lewat dan bahaya-bahaya yang telah berlalu, serta mengabaikan peristiwa yang lalu terutama peristiwa kelam. 

3. Ingatlah, bahwa hidup ini amat singkat. Karenanya jangan dipersingkat lagi dengan pikiran-pikiran yang menakutkan, kesedihan yang menggunung, karena hidup ini adalah keceriaan dan kesenangan, dan Allahlah pemilik kebebasan penuh.

4. Ceritakan nikmat-nikmat Allah, baik yang zahir maupun yang bathin, sebab itu akan menghilangkan rupa-rupa kegelisahan yang mendera dan mengembalikan macam-macam kebahagiaan yang luput dari tangan.

5. Pandanglah orang-orang disekitarmu seperti istri, anak, kerabat dan teman dengan pandangan kebaikan saja dan abaikan kekurangannya.

6. Pilihlah pekerjaan yang cocok dengan kita, pilih mitra yang bertaqwa, karena dia akan menjadi mitra yang baik bagi anda, penaung dan penolong kita. Kemudian mulailah pekerjaan yang paling penting. Kerjakan dengan baik sampai selesai, perhatikan kualitasnya, bukan kuantitasnya. Mintalah petunjuk kepada Allah, sebab pertolongannya sudah pasti.

7. Selalu berdzikir dalam setiap keadaan, saat tinggal dirumah atau bepergian, saat berdiam diri atau dalam perjalanan, selalu berdo’a untuk mengetuk pintu-pintu rahmatnya, karena Dia-lah pembolak-balik hati manusia.

Demikian beberapa hal strategi bagaimana menata hati, agar bisa menjadikan hidup selalu bergembira,  semoga bermanfaat “ Wallahu ‘alamu Bish-shawab “


Refleksi:

Pikirkan hal-hal yang berguna dan perhatikan hal-hal yang terpuji sebab pikiran-pikiran kita baik, pasti kita akan gembira, kitalah yang mencetak pikiran-pikiran kita, seperti orang-orang yang mencetak besi.

Musuh utama kegembiraan adalah wawasan yang sempit, pandangan picik dan egoisme.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu