Pengantar Redaksi: Wata'awanuu 'Alal Birri Wattaqwa

 


WATA’AWANU ‘ALAL BIRRI WATTAQWA

Dunia ini medan laga, tempat setiap manusia diuji dengan berbagai masalah. Diuji kematian dan kehidupan. Diuji kebaikan dan keburukan,  kekurangan dan kelebihan, kelaparan dan kehilangan. Diuji harta, anak dan jabatan. Di uji dengan berbagai wabah penyakit. Perbedaan gender, laki-laki dan perempuan, warna kulit, suku, dan kebangsaan, bahkan perbedaan agama dan keyakinan adalah ujian.  Di balik semua ujian itu, Alloh sesungguhnya hendak menyampaikan banyak nasihat, pesan dan pelajaran terbaik kepada kita. 

Pertama, Alloh adalah Dzat Maha Esa, Maha Pencipta, lagi Maha Kuasa. Kekusaan-Nya tak terhingga. Alloh Maha Adil, Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Mustahil Alloh menyusahkan hamba-Nya.  Ujian Alloh justru untuk kebaikan seluruh hamba-Nya di dunia, terlebih di akhirat nanti. Dunia adalah wasilah untuk meraih keselamatan, kemuliaan, dan kebahagiaan akhirat. Akhiratlah rumah masa depan manusia. 

Kedua, ujian Alloh itu demi menjaga dan mengembalikan aqidah tauhid, sikap utama yang harus dimiliki manusia agar menjadikan kehidupan ini hanya untuk mengabdi atau menghamba  kepada-Nya dengan sami’na wa atho’na. Aqidah tauhid-lah yang  mampu membentengi manusia dari tipu-daya dan gangguan setan atau menundukkan godaan nafsiyah yang bisa merendahkan, menjerumuskan, dan menghinakan.

Ketiga, ujian itu untuk menyadarkan kelemahan, keterbatasan, dan kekurangan manusia. Sungguh manusia  tak punya ilmu dan daya. La haula wala quwwata illa billah. Alloh-lah yang menganugerahkan ilmu dan daya kepada manusia. Tidak sepatutnya manusia berlaku sombong dan ujub, apalagi menyalahgunakan ilmu dan kemampuannya. 

Keempat, ujian itu harus menjadi sumber inspirasi, motivasi, dan sinergi, agar manusia membangun kehidupan berkeadaban. Kesetaraan, kebersamaan, tolong-menolong, dan toleransi harus menjadi karakter manusiawi agar setiap orang siap berbagi kebajikan. Saling memberi manfaat. Wa ta’awanu ‘alal birri wattaqwa, wa la ta’awanu ‘alal itsmi wal udwan. Demikian diingatkan Alloh dalam Alquran Surat Almaidah ayat 2. 

“Tolong-menolonglah kalian dalam berbuat kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” Itulah makna hidup. Bukankah Rosululloh Muhammad saw pernah mengingatkan, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya kepada sesama. Tentu manfaat dunia dan akhirat. Maka, siapa lagi yang bisa memberi manfaat dunia-akhirat. Pasti orang mukmin bertaqwa, yang ikhlas dan istiqomah menunaikan kewajiban  hablun minalloh dan hablun minannas.  Inilah kunci kemuliaan itu. Ketaqwaan adalah investasi terbaik.  Mari kita terus berikhtiar mewujudkan dan merawatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu