Pendidikan Yang Berarti Saat Pandemi | Berita Populer Lazismu

 

PENDIDIKAN YANG BERARTI SAAT PANDEMI

Oleh : Drs. Andi Hariyadi, M.Pd.I

Al Mujadalah 11 :

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ  ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ  ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ


11. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Pandemi Covid-19 yang sudah setahun lebih dengan berbagai variannya semakin menambah beban kehidupan, baik yang terdampak langsung maupun tidak langsung menambah panjang deret permasalahan yang semakin komplek, baik dari aspek kesehatan, peribadatan, sosial ekonomi dan politik serta  pendidikan hingga aspek lainnya yang samakin tumpang tindih berbagai beban yang ada.

Aspek pendidikan dengan pembelajaran jarak jauh secara daring di rumah bersama anggota keluarga, sebagai salah satu solusi mengurangi persebaran Covid disatu sisi, disisi yang lain ditemukan banyak persoalan yang menyertainya, seperti metode belajar di rumah, keterbatasan kesempatan mendampingi belajar di rumah karena ada kesibukan kerja orang tua, bertambahnya biaya untuk kelengkapan media daring, begitu pula adanya kejenuhan hingga terjadinya kekerasan dan menurunnnya  kualitas pendidikan, begitu juga adanya kendala pembiasaan – pembiasaan karakter, nilai nilai akhlaq, ibadah dan spiritual yang menjadi pondasi penguatan jati diri hendaknya menjadi perhatian bersama.

Pendidikan menjadi salah satu pilar utama disetiap peradaban zaman, karena melalui pendidikan bisa melahirkan insan – insan yang tangguh dizamannya untuk berkontribusi secara positif dan produktif. Kompleksitas persoalan pendidikan disaat pandemi ini tidak cukup untuk diratapi apalagi disesali, tetapi bagaimana kita mampu mengurai tantangan kompleksitas tersebut menjadi harapan yang membanggakan.

Al Quran surat Al Mujadalah 11 tersebut, benar – benar memberikan petunjuk yang menginspirasi guna mengkonstruksi upaya penguatan pendidikan yang senantiasa terkoneksi dengan nilai – nilai ketauhidan, keimanan, ketaatan dan keluasan pandangan. Pendidikan yang terintegrasi dan terkoneksi dengan berbagai aspek akan mampu menjadi solusi sehingga diberikan derajat kemuliaan. Pendidikan yang bermakna ketika mampu memberi arah dan prespektif yang lebih bararti dalam kehidupan ini, dengan memperluas wawasan dan kawasan.

Pendidikan saat pandemi dengan belajar di rumah selama ini, ada hal hal yang sepertinya biasa dan sederhana, tetapi sesungguhnya merupakan modal dasar dari prinsip – prinsip pendidikan itu sendiri untuk penguatan kedewasaan, kedisiplinan, kemandirian dan spiritual. Selama pandemi dengan belajar di rumah setidaknya ada beberapa hal yang bersifat mendasar yaitu pertama, semangat kebersamaan, suasana kebersamaan ditengah kesibukan orangtua selama ini begitu berarti disamping ada interaksi dan dialog komunikatif juga mampu mengembangkan gagasan – gagasan produktif bersama anggota keluarga lainnya, kebersamaan secara fisik mampu mendekatkan hati dan pikiran, lebih – lebih pengaruh media sosial sering kita dapati adanya kebersamaan dan kedekatan diantara anggota keluarga di rumah, tetapi terasa jauh karena punya beragam kepentingan, komunikasi lisan terdiam tetapi jari jemari begitu lincah dengan senyum dan tertawa sendiri.    

Kedua pembiasaan keteladanan, pendidikan keteladanan menjadikan anak – anak memiliki bekal yang cukup dalam  penguatan karakter, dengan pembiasaan nilai – nilai akhlaqul karimah menjadikan pendidikan lebih bermartabat. Pembiasaan beribadah mampu melahirkan generasi yang senantiasa tumbuh kesadaran dan ketaatan pada Allah SWT, pembiasaan interaksi dengan kesantunan dan norma kejujuran menjadikan generasi yang cemerlang dan penuh tanggung jawab atas peran yang dilakukan, pembiasaan literasi dan referensi sehingga ini memiliki pengetahuan yang lebih luas, pembiasaan berinfaq shodaqah sebagai penyempurna ketaatan sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk berbagi dan saling tolong menolong dalam kebaikan.  

Ketiga pengembangan keberbakatan, meski dengan keterbatasan yang ada upaya mengembangkan potensi bakat harus terus digali dan dikembangkan, sehingga dari potensi itu diharapkan bisa menjadi modal bagi kehidupan dimasa depan. Mengingat beragamnya keberbakatan dari setiap individu, sehingga diperlukan beragam stimulus untuk selanjutnya bisa menemukan bakat yang perlu dikembangkan.

Memperhatikan perkembangan persebaran covid-19 yang cenderung menurun, semoga laju ini semakin terkendali, sehingga kegiatan pendidikan yang selama pandemi belajar di rumah dengan pembelajaran jarak jauh, bisa dilakukan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan ketat dan terbatas. Sehingga harapan harapan dari pendidikan bisa lebih maksimal ketercapaiannya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu