Pemanfaatan Tren Video TIKTOK Untuk Pembelajaran Materi Teks Persuasif Di Era Pandemi | Berita Populer Lazismu

 

Ustadzah Elif Afrida, S.Pd.I. (Dok Lazismu)


LAZISMUSBY.COM 

Pemanfaatan Tren Video TIKTOK Untuk Pembelajaran Materi Teks Persuasif Di Era Pandemi 


Penuh keluh namun tetap harus dijalani. Hampir dua tahun pandemi covid-19 mengecam yang mengakibatkan segala aktivitas harus dibatasi. Bahkan sampai saat ini perizinan untuk kegiatan belajar di sekolah pun belum didapat. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Surabaya yang mewajibkan semua sekolah melaksanakan kegiatan belajar secara online sehingga kegiatan belajar dilakukan melalui sistem pembelajaran jarak jauh. 

Di masa pandemi covid-19 seperti saat ini, guru dituntut untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara profesional dan optimal. Maka guru pun harus lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola pembelajaran di kelas. Hal ini dilakukan agar materi yang disampaikan melalui sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa diterima siswa dengan baik. 

Salah satunya yang harus dilakukan seorang guru dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) agar berjalan maksimal yaitu dengan memanfaatkan teknologi saat ini. Berdasarkan pengamatan penulis di sosial media, banyak siswa selama masa pandemi ini bermain dengan aplikasi video kekinian salah satunya adalah aplikasi video Tiktok. 

Aplikasi Tiktok merupakan aplikasi yang sedang ramai-ramainya dibicarakan oleh para warganet atau para pengguna akun sosial media. Dikarenakan, aplikasi video ini memiliki beragam fakta menarik yang dapat ditemukan dan digunakan sesuai dengan masanya. 

Tiktok merupakan aplikasi yang diluncurkan pada tahun 2016. Pengguna aplikasi ini tidak hanya anak kecil atau remaja dan dewasa saja, melainkan orang tua sekalipun dapat membuat video yang ada dalam aplikasi tersebut. Dalam aplikasi Tiktok juga terdapat mode yang mengizinkan pengguna Tiktok untuk membuat video pendek mereka sendiri dan membuat musik pendek hasil karya mereka juga. Terlebih pada masa pandemi seperti sekarang ini, banyak sekali terutama di kalangan remaja yang menggunakan tren video Tiktok sebagai bahan penghibur di saat bosan atau jenuh.

Aplikasi video Tiktok yang awalnya hanya berdurasi 60 detik (satu menit), saat ini diperpanjang menjadi 3 menit. Dengan demikian, para pengguna video Tiktok bisa lebih kreatif dalam membuat karya dan lebih efektif untuk digunakan guru sebagai media pembelajaran.

Pemanfaatan teknologi yang dilakukan oleh guru pada saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) juga harus mempertimbangkan kondisi dan tempat tinggal siswa mengingat jaringan internet turut memengaruhi kelancaran proses PJJ. Selain itu, pemberian tugas kepada siswa juga harus dipertimbangkan sesuai dengan beban belajar siswa. Sehingga, tugas siswa tidak menambah beban orang tua yang mendampingi putra-putrinya dalam kegiatan belajar. 

Pemanfaatan aplikasi tren video Tiktok pada kegiatan pembelajaran teks persuasif, guru terlebih dahulu memberikan penjelasan tentang definisi teks persuasif, ciri-ciri teks persuasif, tujuan teks persuasif secara dalam jaringan (daring). Kemudian guru memberikan contoh pengaplikasian teks persuasif melalui video Tiktok.

Teks persuasif adalah teks yang bertujuan untuk membujuk atau mengajak untuk mengikuti pemikiran atau tindakan tertentu. Dengan kata lain, teks persuasif berusaha menyampaikan maksud tertentu kepada pembaca agar dapat melaksanakan atau menerima apa yang menjadi gagasan penulis. 

Agar lebih menarik minat belajar siswa, untuk materi dan tugas yang diberikan kepada siswa dapat disesuaikan dengan kondisi saat ini. Pada materi teks persuasif ini, guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat video pembelajaran teks persuasif yang berisikan himbauan untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan dengan menerapan 5 M dalam kehidupan sehari-hari dan dipublikasikan melalui video Tiktok. 

Langkah pertama, di awal video siswa memperkenalkan biodata diri baik secara lisan maupun tulisan. Setelah itu, siswa menjelaskan apa itu 5M, (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan, menjaga jarak serta membatasi mobilisasi), dan tujuan dari 5M.

Langkah kedua, dalam video tersebut selain menjelaskan, siswa juga harus mengampanyekan untuk melakukan 5M dengan menggunakan gerakan sesuai dengan materi yang disampaiakan disertai dengan iringan musik pendek sebagai daya tarik penonton. 

Langkah ketiga, guru melakukan evaluasi karya siswa dari segi penunjang kualitas dan kelayakan video untuk dipublikasikan. Seperti isi materi, gambar, gerakan, intonasi, artikulasi, teknik ajakan, kelancaran berbicara, dan durasi. 

Langkah keempat, siswa melakukan perbaikan atau editing video sesuai dengan masukan dan penilaian dari guru saat evaluasi. 

Langkah kelima, merupakan tahap akhir dari proses pengerjaan. setelah melalui tahap evaluasi, editing, dan penilaian guru maka video tersebut bisa dipublikasikan di sosial media.  

Dengan memanfaatkan aplikasi yang sering dipakai siswa maka mereka akan merasa mudah dan tidak terbebani dengan tugas yang diberikan oleh guru. Sebab, hal tersebut semata-mata tidak lagi dianggap sebagai tuntutan karena sudah menjadi bagian dari rutinitas. Selain itu, dengan memanfaatkan aplikasi video sebagai bahan tugas siswa secara tidak langsung bisa melatih mental siswa untuk tampil atau dilihat publik. ( ELIF AFRIDA, S.Pd. GURU BAHASA INDONESIA. SMA MUHAMMADIYAH 3 SURABAYA)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu