Mata Hati: Sampai Jumpa Di Pengadilan Akhirat | Berita Populer Lazismu

 

Ustadz Muhammad Khoirul Anam, S.Pd.I. (Dok Lazismu)

LAZISMUSBY.COM 

SAMPAI JUMPA DI PENGADILAN AKHIRAT


“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan walaupun seberat dzarrah, niscaya kelak ia akan melihat (balasan)nya“

“Dan barang siapa mengerjakan keburukan walaupun seberat dzarrah, niscaya kelak ia akan nelihat (balasan) nya juga.“ (Q.S. Al-Zalzalah : 7 dan 8)

Segala puji hanya bagi Allah swt, Dzat yang maha mulia, maha agung dan maha perkasa

Salawat dan salam semoga tetap terhatur kepada manusia agung, nabi Muhammad saw sebagai pembawa risalah Islam


Sebagai makhluk sosial, tentu manusia tidak akan dapat lepas dari interaksi dengan sesama makhluk (terutama manusia) yang lain. Berinteraksinya manusia satu dengan yang lain, tentu juga terdapat dua hal yang saling berbeda. Terkadang terjadi hal menyenangkan, tapi juga terkadang hal yang menyakitkan

Kalau kita lihat dan dengar akhir-akhir ini (terutama di media sosial), tidak sedikit hal-hal negatif yang terjadi. Penyebaran berita hoaks baik dari individu ataupun yang terorganisir, penyerangan kepada pribadi, yang lebih parah lagi yakni fitnah yang menyerang bahkan sampai membunuh karakter seseorang.

Sebagai contoh yang ramai diperbincangkan di dunia maya yakni kasus yang menimpa seorang berinisial HRS. Terlepas dari siapa pun sosok beliau, bermacam hal terjadi pada dirinya. Mulai kasus dari sangkaan chatting mesum, ujaran kebencian, kasus kerumunan, dan lain sebagainya. Melalui proses pengadilan yang panjang, akhirnya majelis hakim memutuskan vonis bersalah dan beliau pun harus di tahan.

Setelah pembacaan keputusan dengan vonis bersalah dan harus menjalani masa tahanan sekian tahun, beliau bangkit dari kursi persidangan, menghampiri majelis hakim dan menyampaikan sebuah kalimat. Kalimat itu kurang lebih berbunyi “Sampai jumpa di pengadilan akhirat“. Sebuah peristiwa yang baru pertama kali terjadi dalam sebuah persidangan di Indonesia dan mungkin juga di dunia. 

Sebagai muslim sejati, kita pasti tahu dan faham bahwa apapun yang kita lakukan saat di dunia semuanya akan dimintai pertanggungan jawab. Hal positif ataupun negatif pasti tidak akan lepas dari pengadilan Allah swt. Karenanya, menjaga diri dari perkataan dan perbuatan yang dapat  menyinggung dan menyakiti orang lain merupakan pilihan yang sangat bijaksana. 

Saudara, adakalanya perbuatan dosa itu murni dari diri kita sendiri dan terkadang juga karena faktor orang lain. Bahwa bukan hanya peminum khomer saja yang menanggung dosa, akan tetapi penyedia tempat, penuang, pembuat, penjual dan juga siapapun yang menfasilitasinya juga sama-sama menanggung dosa Artinya bahwa ada perbuatan dosa yang dilakukan karena memang sudah terorganisir.   

Tulisan ini menitikberatkan pada kalimat “Sampai jumpa di pengadilan akhirat“. Sebuah kalimat elegan yang keluar dari mulut seseorang ketika segala upaya yang dilakukan sudah tidak bisa lagi menjadi bahan pertimbangan sebuah pengadilan dunia. Kalimat penyerahan diri seorang hamba kepada Dzat yang Maha Adil untuk penyelesaian kasusnya ketika merasa bahwa diri terdholimi dan tidak punya daya untuk membalas, maka keputusan terakhir menyerahkan semuanya kepada Allah swt.  

Kalau kalimat ini terucap dari diri seseorang yang terdholimi, maka sudah dapat dipastikan nanti di pengadilan akhirat akan panjang urusannya. Allah swt sebagai Dzat yang Maha Adil dan menjadi pengadil tunggal akan memberikan keadilan yang seadil-adilnya. Tidak ada intervensi dari siapapun yang mampu mengoyak keputusan Allah swt.  

Nabi Muhammad saw bersabda yang artinya “Takutlah akan do’a orang yang terdholimi karena tidak ada penghalang antara dia dengan Allah“. Maknanya bahwa seseorang yang dirinya terdholimi, dia punya hak untuk memohon keadilan kepada Allah swt, dan do’anya pasti terkabul.

Rasulullah saw menjelang akhir hayatnya, beliau saw mengumpulkan para sahabat dan menyampaikan bahwa siapa pun yang pernah merasa terdholimi baik yang di sengaja maupun tidak di sengaja, supaya menyelesaikan saat itu juga. Hal ini memberikan pelajaran bahwa menyelesaikan urusan ketika masih hidup di dunia itu lebih ringan daripada menyelesaikannya di pengadilan akhirat

Saudara, minta maaf itu baik, memberi maaf itu lebih baik, tetapi menjaga diri agar berhati-hati dalam bertindak merupakan hal yang terbaik. Kita harus tahu bahwa setiap orang punya sensitifitas berbeda. Maka berhati-hati dalam bertindak merupakan pilihan bijak. Mengevaluasi setiap langkah merupakan cara yang cerdas untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat 

Ingatkan pada diri kita sendiri bahwa nanti di akhirat hanya ada dua pilihan. Pertama, akankah pahala kita diberikan kepada orang yang kita dholimi, atau yang kedua, dosa orang lain akan diberikan kepada kita. 

Semoga Allah swt memberi kita kemampuan untuk menjaga ucapan dan perbuatan sehingga kelak saat pengadilan Allah swt berlangsung kita bisa terselamatkan dari kerugian yang besar disebabkan perilaku kita di dunia. (Muhammad Khoirul Anam, S.Pd.I)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu