Lentera Hati: Bobot Sebuah Doa | Berita Populer Lazismu

 



BOBOT SEBUAH DOA

Oleh. M. Khoirul Anam, M.Pd.I

Siang itu, Seorang ibu, sebut saja namanya Ibu Ima, wajah  yang lusuh, kusam dengan baju kumalnya, ia masuk ke sebuah toko. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang santun ia memohon kepada pemilik toko agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sakit keras dan sudah dua pekan tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.

Pak Margo, biasa di sapa oleh penduduk sekitar, ia adalah pemilik toko tersebut. Dengan dahi merengut ia mengusir keluar si Ibu.

Sambil menggambarkan situasi keluarganya, ibu Ima terus menceritakan tentang keluarganya. “ tolonglah pak, saya janji akan segera membayar setelah punya uang.” 

Pak margo tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. “Kamu tidak punya kartu kredit, dan tidak punya jaminan, tidak mungkin saya menghutangi kamu. Sudah! Kembalilah.”

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata, “Permisi, saya akan bayar semua yang diperlukan ibu ini. 

Terlanjur malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, “tidak perlu pak. Saya akan memberikannya dengan gratis.  Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja? “

“Ya pak, ini, katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.

“Letakkanlah daftar belanja ibu di dalam timbangan dan saya akan memberikan gratis belanjaanmu sesuai dengan berat timbangan tersebut.

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Ibu Ima menundukkan kepala  sebentar, lalu menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan tetap tertunduk, ia melatakkannya ke dalam timbangan.

Mata si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil. “Aku tidak percaya pada apa yang kulihat.“

Si pelanggan yang baik hati itu hanya tersenyum. 

Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi. Si pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, sehingga tidak muat lagi.

Si pemilik toko merasa sangat jengkel sekali dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan, si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si ibu kumal tadi. Dan ia pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek, “Ya Allah, engkau maha tahu apa yang hamba perlukan. Hamba serahkan segalanya ke dalam tangan-Mu.” Si pemilik toko terdiam.

Si Ibu, yang Kumal berterima kasih kepadanya dan meninggalkan toko dengan belanjaan yang banyak dan gratis lagi. Di tambah oleh Si pelanggan yang baik hati tadi dengan selembar uang seratus ribu rupiah.

Si pemilik toko kemudian mengecek dan ternyata ia menemukan, bahwa timbangan yang di pakai tadi  ternyata rusak berat. Ternyata hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.

{ Sember : www.cerpen.wen.id )

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kisah tersebut? Larangan berperilaku sombong. Ya betul kita tidak boleh sombong baik sombong karena punya jabatan, kekayaan, kepandaian atau yang lainnya. Karena kesombongan akan menghancurkan diri kita sendiri.  Masih ingat kan! dengan firman Allah dalam hadis Qudsinya  “keagungan adalah pakaianku, kesombongan adalah selendangku,  barang siapa yang mencabutnya dariku, maka aku akan mengadzabnya.”

Apa sombong itu? yakni orang yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Kenapa ada orang yang menolak kebenaran? Ya... mungkin ia gengsi, jaga image alias jaim. Seperti Fir’aun yang gengsi kepada anak angkatnya nabi Musa. Nabi Musa dan nabi Harun menyampaikan kebenaran tapi ia tolak mentah-mentah. Dan kenapa ada orang yang meremehkan manusia? Mungkin ia merasa lebih hebat, lebih kaya, lebih tinggi jabatannya dari orang lain. Persis kisah  diatas, karena merasa kaya ia meremehkan si miskin yang datang kepadanya. 

Al hasil, siapapun yang menyombongkan diri, pasti akan di hinakan atau direndahkan. Bahkan bisa di hancurkan oleh sang pemilik sombong yakni Allah SWT. Masih ingat dengan kisah nyata tenggelamnya kapak titanic yang legendaris itu? kapal yang megah, mewah dan super canggih. Kapal terbesar di dunia, perusahan penciptanya  sangat bangga mereka menyebut kapal titanic dengan sebutan “The Unsinkable” yakni kapal yang tak pernah bisa tenggelam. Bahkan sesumbar Tuhanpun tidak bisa menenggelamkannya. Akhirnya kapal  yang berlayar pada tanggal 10 April 1912 dengan 2000 lebih penumpang itu menabrak gunung es dan terbelah menjadi dua bagian yang pada akhirnya tenggelam dengan ribuan nyawa melayang karena kesombongan.

Intinya jangan pernah main-main dengan Tuhan, apalagi sombong dan menantangnya, sejarah sudah mencatat bagaimana tragisnya akhir kehidupan orang-orang yang sombong.  Disamping itu kisah diatas mengajak kepada kita, jangan pernah ragu dengan kuasa dan pertolongan Allah SWT, sesulit apapun kehidupan kita, mintalah kepadanya. karena Dia sangat dekat, sedekat urat leher. Maka berdoalah padaku, seperti Ibu Ima tersebut,  maka akan aku kabulkan demikian firmanya. Jadi mintalah kepada Tuhan apa yang kita perlukan dan Tuhan sangat tahu apa yang  kita butuhkan. “ Wallahu ‘Alamu bish-showab “

Pencerahan : “Ketika tidak ada satupun jalan keluar, maka doa akan mengubah segalanya."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu