Konsultasi Psikologi: Menempuh Prosedur Pengobatan Sesuai Tuntunan | Berita Populer Lazismu

 

Mingat, S.Psi. (Dok Lazismu)


Menempuh Prosedur Pengobatan Sesuai Tuntunan


LAZISMUSBY.COM-Dalam ketentuan agama kita sangat jelas tuntunannya bahwa apabila jatuh sakit harus berobat. Setiap penyakit sudah ada obat penyembuhnya. Obat yang dikonsumsi atau sistem pengobatan yang ditempuh, harus sesuai dengan penyakitnya. Dan kesembuhan hanya izin Allah. Mari kita simak sabda Rasulullah dan firman Allah yang menyatakan bahwa Allah memerintah hambanya berobat, apabila jatuh sakit. Dan obatnya sudah didatangkan Allah, kecuali penyakit tua. Kita simak hadits yang diriwayatkan At Tirmidizi bahwa berobatlah kalian, maka sesungguhnya Allah tidak mendatangkan penyakit kecuali mendatangkan juga obatnya, kecuali penyakit tua.  


Bahwa setiap penyakit sudah ada obatnya dan setiap pengobatan yang dilakukan harus mengenai sasarannya dan kesembuhan atas izin Allah. Kita simak hadits yang diriwayatkan Muslim dan Ahmad bahwa setiap penyakit ada obatnya. Jika obat itu tepat mengenai sasarannya, maka dengan izin Allah penyakit itu akan sembuh.


Bahwa hanya Allah yang menyembuhkan. Kita simak ayat Al Quran surat Asy Syu'araa ayat 80 yang berbunyi "Wa idzaa maridhtu fahuwa yasyfiin." Artinya Dan apabila aku sakit, maka Dia (Allah) yang menyembuhkanku."


Dari Hadits dan firman Allah ini, kita dapat memahami bahwa setiap musibah sakit yang telah datang menimpa, harus kita tindak lanjuti. Kita harus segera berobat. Kalau tidak atau kita berlalai-lalai, maka kerugian menumpuk didepan mata. Dimana penyakit makin berat dan kerusakan organ tubuh makin parah. Pengobatan makin sulit dan makin besar menyedot biaya. Kemudian kita harus memahami bahwa obat yang dikonsumsi atau sistem pengobatan yang ditempuh harus sesuai dengan penyakitnya. Ini artinya bahwa pelaksanaan diagnosis harus tepat. Di mana penyakit yang disandang harus diketahui dengan pasti dan obat atau cara pengobatan yang dipilih, harus sesuai dengan penyakitnya, jadi indikasi pengobatan sebenarnya bukanlah gejala penyakit yang membuat kita mengeluh, akan tetapi adalah penyakit yang telah disandang.


Selanjutnya, kita harus meyakini bahwa kesembuhan akibat didapat apabila diizinkan Allah. Sistem pengobatan yang ditempuh dan obat-obat yang dikonsumsi, hanya membantu sistem pertahanan tubuh kita dalam proses penyembuhan. Demikian juga, orang ahli yang melakukan pengobatan, juga hanya membantu kinerja sistem pertahanan tubuh. Mereka telah mengetahui mekanisme kerja sistem pertahanan tubuh, maka mereka dapat memberikan pengobatan. Jadi penyembuh dalam proses pengobatan adalah sistem pertahanan tubuh kita sendiri yang diciptakan Allah untuk Hambanya. Inilah yang disebut ketentuan 'Sunnatullah' dalam penyembuhan. Obat dan orang ahli yang melakukan pengobatan, hanya berperan sebagai perantara untuk sembuh.


Manusia adalah makhluk Allah yang lemah. Kemampuan sangat terbatas. Fisik tubuh sangat lemah. Kemampuan psikologis juga terbatas. Berpikir hanya sepanjang akal. Artinya daya logika terbatas sesuai dengan kemampuan berpikir. Maka mari kita tidak segan-segan untuk memanjatkan doa kepada Allah agar Allah memberikan kesembuhan kepada kita semua.


Terakhir mari kita simak falsafah hidup dalam Adat Minangkabau bahwa


"Menjangkau sarantang tangan,

"Malompek saayun langkah,

 "Mamikua sakuek bahu,

"Bakato sapanjang aka."


Maksudnya adalah bahwa menjangkau hanya serantang tangan, melompat seayun langkah, memikul sekuat bahu dan berkata sepanjang akal. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan manusia sangat terbatas dan tak mungkin lebih baik fisik maupun fisikis. (Mingat, SPSi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu