Konsultasi Kesehatan: Hipertensi dan Cara Mencegahnya | Berita Populer Lazismu

 

dr Tjatur Prijambodo, MKes. (Dok Lazismu)

Hipertensi dan Cara Mencegahnya 

Oleh: dr Tjatur Prijambodo 

TANYA:

Assalaamu'alaikum  Wr Wb. 

Pengasuh Konkes Lazismu Surabaya yang dirahmati Allah. Saya, laki2 usia 51 tahun. Saya penderita hipertensi. Dengan kondisi PPKM ini, tensi saya sangat tidak terkontrol, akibatnya jadi mudah marah. Saya mau tanya apakah penyakit Hipertensi harus minum obat seumur hidup. Selama ini saya minum obat Amlodipine. Apakah Amlodipine boleh di minum seumur hidup. Mohon penjelasannya dan atas penjelasannya, kami sampaikan terima kasih.

Wassalaamu'alaikum Wr Wb

luhut.pea@gmail.com


JAWAB:

Wa'alaikumussalam Wr Wb. 

Pak Luhut yang dirahmati Allah, pada kesempatan ini, kami akan bahas lebih detail tentang Hipertensi atau Darah Tinggi.  Seseorang dikatakan menderita Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) jika dalam 3 kali pengukuran tekanan darah berturut-turut di waktu yang berbeda menunjukkan hasil tekanan Sistole (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg dan atau tekanan Diastole (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg. Hasil tekanan darah yang tinggi hanya dengan satu kali pemeriksaan belum dapat didiagnosis menderita tekanan darah tinggi karena hasil tekanan darah dapat meningkat saat seseorang dalam kondisi stres atau setelah beraktivitas, dll. Jika setelah beberapa kali pemeriksaan didapatkan hasil tekanan darah lebih tinggi dari normal, dapat dikatakan bahwa menderita Darah Tinggi. Hipertensi disebabkan: 

1. Volume darah yang terlalu besar

2. Pembuluh darah terlalu sempit 

3. Berkurangnya kelenturan pembuluh darah. 

Hipertensi merupakan penyakit yang kronik. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol/dikendalikan. Untuk mengendalikannya, ada 2 cara:

A. Terapi Non Obat (perubahan gaya hidup).

Pada tahap awal, terapi darah tinggi dapat dilakukan dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

● Kontrol Emosi/hindari Stress

● Pola Makan Sehat: kurangi asupan garam, kurangi makanan yang digoreng, perbanyak asupan makanan berserat. 

● Jaga Berat Badan Normal 

● Olahraga teratur, minimal 3x/minggu masing-masing selama minimal 30 menit, seperti jalan kaki, jogging, berenang

● Berhenti merokok dan hindari konsumsi alkohol.

Pada penderita Hipertensi, Kontrol Emosi merupakan senjata utama. Kontrol emosi dengan menjalankan 3 hal: Sabar, Syukur dan Ikhlas. Sabar sesuai Surat Al Baqarah 153:  Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar . Maka sabar bisa berperan sebagai Obat bagi penderita Hipertensi. Syukur sesuai Surat Ibrahim 7:  sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.  Maka syukur bisa berperan sebagai penghilang stres bagi penderita Hipertensi. Ikhlas berarti hanya mengharap ridho Allah saja dalam menjalankan semua kegiatan. 

B. Terapi dengan Obat

Pada tahap berikutnya, pemberian Obat baru diberikan jika perubahan gaya hidup yang dijalankan tidak membawa hasil (tekanan darah tetap tinggi). Sebaliknya, jika seseorang Hipertensi, menjalani perubahan pola hidup dan kemudian tekanan darahnya menjadi normal, maka tidak perlu minum Obat.

Semua pasien Hipertensi harus menjalani perubahan pola hidup, jika tidak terkontrol, maka perlu pemberian obat. Akan tetapi perlu dicatat, terutama pada pasien dengan tekanan darah tinggi, biasanya stage II (> 160/90) , perubahan pola hidup meski dapat membantu seringkali tidak dapat membuat tekanan darah sampai normal

Amlodipine adalah Obat Hipertensi golongan penyekat kalsium kerja panjang, sehingga dapat diberikan sehari sekali dengan dosis lazim 5-10 mg/hari. Merupakan obat yang dikenal dapat ditoleransi dengan baik pada sebagian besar pasien dan efek samping yang minimal. Berbagai penelitian menunjukkan perbaikan outcome (penurunan kejadian serangan jantung dan otak) pada pasien dengan darah tinggi yang menggunakan Amlodipine. Jadi, jika memang penggunaannya dirasa perlu, boleh saja digunakan terus menerus. Perlu diketahui bahwa setiap obat darah tinggi memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing serta memiliki kecocokan dengan profil pasien tertentu. 

Hipertensi yang tidak diterapi dapat menyebabkan berbagai komplikasi berupa Gangguan Jantung, Pembuluh Darah, Gangguan Ginjal, merusak kerja mata, menimbulkan kelainan atau gangguan kerja otak, dll.

Tekanan darah yang tinggi dapat mengakibatkan rasa pusing atau sakit kepala dan sekitar leher. Terapi obat-obatan dapat membantu mengendalikan tekanan darah, dan pada banyak kasus memang diperlukan seumur hidup agar tekanan darah terkontrol. 

Pada dasarnya, penggunaan obat anti hipertensi dapat dihentikan jika tekanan darah terkontrol. Hal ini memerlukan pemantauan dan pemeriksaan rutin. Bila tekanan darah sudah terkontrol baik, tidak memburuk lagi, dan stabil terkontrol baik hanya dengan modifikasi diet dan olah raga maka pengobatan dapat dikurangi untuk kemudian dihentikan bila memungkinkan. 

Obat darah tinggi terbaik pada seorang pasien yang pernah terkena serangan jantung, belum tentu sama dengan pasien yang memiliki gangguan ginjal. Dengan demikian, sebelum mulai menggunakan obat darah tinggi, sebaiknya berkonsultasilah pada dokter di Jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyah terdekat, terlebih dahulu. Semoga jawaban ini bisa menambah wawasan keilmuan kita. Aamiin. Wallohua'lam bishshowab. Wassalaamu'alaikum Wr Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu