Hijrah dan Jihad Meraih Kemuliaan Islam | Berita Populer Lazismu

 

Ustadz Drs Abdul Hakim, MPdI. (Dok Lazismu)


HIJRAH DAN JIHAD MERAIH KEMULIAAN ISLAM

Abdul Hakim


الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ

 أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Alloh dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Alloh; dan itulah orang-orang yang mendapat kemuliaan.” QS Attaubah 20


Ada lima ayat dalam Alquran yang menyebutkan kata hijrah dan jihad dalam satu ikatan. Dua  istilah itu ibarat satu keping mata uang yang tak bisa dipisahkan. Dua kata itu mengandung pesan agar setiap mukmin menyambut seruan  berhijrah dan berjihad.  Menjadi muslim itu adalah sikap hijrah dengan meninggalkan selain Islam. Meraih dan menjaga amanat  Islam  memang menuntut perjuangan atau jihad. Hijrah dan jihad  di jalan Alloh dengan harta dan jiwa itu demikian tinggi derajatnya. Alloh memuliakan mereka di dunia dan di akhirat.

Sejarah telah  membuktikan selain menjadi pintu kemerdekaan spiritual,  hijrah dan jihad itu  menjadi  gerbang raya  meraih berbagai sukses umat Islam. Tiga belas abad masa keemasan Islam yang dimulai dari masa awal Kenabian Rosululloh Muhammad saw hingga jatuhnya Khilafah Turki Usmaniyah adalah fakta sejarah yang sangat monumental.  Bukti menakjubkan betapa sukses-sukses yang diraih Umat Islam berkat seruan hijrah dan jihad mulia itu.

Hijrah dan jihad membebaskan manusia dari pengabdian atau penghambaan kepada selain Alloh. Islam adalah agama pembebas. Membebaskan manusia dari kerancuan pemikiran, keyakinan dan perbuatan. Islam adalah agama Tauhid. Mengantarkan manusia untuk berpikir berkeyakinan, dan berperilaku tauhid sebagai sentra kehidupan. Islam adalah agama yang hanya meng-Esa-kan Alloh dalam hati, lisan dan perbuatan. Dalam semua aktivitas kehidupan.

Kalimat la ilaha illa Alloh, Muhammad Rosul Alloh adalah inti Diin Al Islam. Kalimat La ilaha Illa Alloh  adalah ikrar tauhidul ibadah. Kalimat ini membebaskan manusia dari penghambaan atau pengabdian kepada siapa pun,  kecuali hanya kepada Alloh. Tidak ada Tuhan selain Alloh, Dzat Yang Maha Esa, Maha Kuasa, Maha Pencipta, Maha Agung, Maha Suci, lagi Maha Mulia.

Kalimat Muhammad Rosul Alloh adalah ikrar tauhidul uswah. Dengan ikrar ini, seorang mukmin  menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan utama kehidupan. Seorang mukmin menjadikannya sebagai cermin beramal dan akhlak mulia dalam semua dimensi pikiran, keyakinan, dan tindakan. “Sungguh telah ada pada diri Rosululloh itu teladan terbaik bagi siapa pun yang mengharap rahmat Alloh, dan kebahagiaan hari akhir, serta bagi mereka yang banyak berdzikir kepada Alloh” demikian firman Alloh dalam Alquran Surat Al-Ahzab 21.

Hijrah dan jihad menjadi energi spiritual, pemersatu semua daya umat untuk melaksanakan amanat-amanat Alloh. Amanat utama menunaikan ibadah hablun minalloh. Bagi seorang mukmin  hidup-mati itu ladang ibadah. Pengabdian atau penghambaan hanya kepada Alloh sepenuh perhatian dan ketaatan. Sami’na wa atho’na. Itulah hijrah dan jihad penghambaan  sepanjang hayat. Setiap mukmin, setidaknya selalu menegaskan ikrar ini 17 kali dalam kalimat, “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”, “Hanya kepada-mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”

Hijrah dan jihad menginspirasi seorang mukmin untuk melakukan amal salih, karya dan prestasi kemanusiaan. Itulah amanat hablun minannas. Amanat untuk selalu membangun kebajikan atau kebersamaan kemanusiaan. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia lainnya.” demikian sebuah hadits mengingatkan. Tentu yang dimaksud adalah manfaat dunia dan akhirat. Hijrah dan jihad untuk memberi kontribusi kebajikan sebesar-besarnya adalah kemuliaan. Hijrah dan jihad seorang mukmin dalam bidang dakwah, pendidikan, ekonomi, politik, hukum, ilmu,  teknologi, dan kepemimpinan adalah amanat kekhalifahan.  Selain mendatangkan kemuliaan, hijrah dan jihad dalam konteks ini akan mendatangkan rahmat bagi semesta alam.

Seorang mukmin dapat terus berikhtiar menunaikan amanat pengabdian dan penghambaan hablun minalloh,  serta  amanat kemanusiaan hamblun minannas itu dengan ikhlas, istiqomah, dan totalitas. Demi mewujudkan kehidupan di bawah naungan  Islam, bebas dari penghambaan pada liberalisme, sekulerisme, kapitalisme, ateisme, dan komunisme. Demi mewujudkan kepemimpinan dan hukum yang adil dan amanat. Demi membebaskan negeri dari tekanan penjajah kafir, musyrik, atau munafik. Demi menunaikan dakwah pencerahan amar makruf dan nahi munkar. Demi mengentas kaum duafa, fakir-miskin, dari himpitan kebutuhan hidup. Demi membebaskan kaum tertindas, korban kesewenangan oknum atau penguasa zalim. Demi meninggalkan system ekonomi riba, atau budaya bebas nilai. Semua  adalah wujud hijrah dan jihad  mewujudkan kemenangan Islam.

“Dia-lah yang mengutus Rosul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq (Islam) untuk dimenangkan atas agama-agama atau system nilai lain, meskipun orang musyrik menentangnya.” QS Ash-Shoff 9.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu