PPKM Darurat Mempererat Ukhuwah | Berita Populer Lazismu

 

Ustadz Andi Hariyadi. (Dok Lazismu)


PPKM DARURAT MEMPERERAT UKHUWAH

Al Anbiya ayat 35 : 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ  ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً  ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

35. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.

Mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang sudah setahun lebih semakin bertambah tingkat keterpaparannya, sehingga sejak 3 Juli 2021 Pemerintah memberlakukan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sebagai upaya menurunkan persebaran Covid-19, dengan kedisiplinan bersama agar tidak terjadi perpanjangan, dan  jika terjadi penurunan akan dilakukan pembukaan bertahap.

Masa PPKM Darurat disamping mendisiplinkan protokol kesehatan dilanjutkan vaksinasi ternyata keterpaparan dan kematian masih tinggi, untuk yang di Surabaya sudah sinergi antara Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC) dan Lazismu Surabaya  dalam melakukan kepedulian dengan pelayanan pemulasaraan jenazah Covid-19 di Krematorium Pemakaman Keputih Sukolilo Surabaya, dan  sejak 29 Juni hingga 24 Juli 2021 terdapat data 985 jenazah yang ditangani, belum ditambah dibeberapa tempat lainnya. 

Dari Krematorium Keputih saja MCCC Surabaya menerjunkan relawan menjadi modin untuk pemulasaraan selama 24 jam, terkadang dihari itu terdapat 26 jenazah dan pernah sampai 77 jenazah, sehingga meski masih terbatasnya tenaga yang ada para relawan MCCC Surabaya begitu semangat dan tulus memberikan layanan, ketika yang lain sibuk menggerakkan jari jari tangannya dihandphon, para relawan berjuang dengan penuh pengorbanan menggerakkan jari jari tangannya dengan kelembutan  melakukan pemulasaraan, belum selesai pemulasaraan  jenazah yang datang terus bertambah, bahkan untuk proses pemakaman ada pihak keluarga kesulitan mendapatkan ambulan sehingga jenazah beberapa hari di tempat pemulasaraan.  

Berita duka dengan ucapan Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun dibeberapa group Wathshap sering kita jumpai, dan kedukaan ini tidak sekedar berlalu begitu saja tentunya ada anak, keluarga dan kolega yang ditinggalkan, sehingga khususnya untuk anak dan keluarga hendaknya menjadi perhatian kita untuk mau peduli dan berbagi padanya.

Lalu lalang ambulan dengan bunyi sirine sering kita saksikan untuk melayani pasien yang sakit atau pun membawa jenazah ke tempat pemularaan dan pemakaman. Untuk yang sakit kita mengetahui betapa sulitnya keluarga mendapatkan rumah sakit karena sudah penuh sehingga harus terus mencari dimana ada rumah sakit yang bisa menerima untuk memberikan layanan kesehatan, ternyata banyak yang harus kembali ke rumah lagi, dan saat menjalani isolasi mandiri di rumah ketika ada yang membutuhkan tabung oksigen, lagi – lagi menemukan fakta keterbatasan dan sulit mendapatkan, bahkan yang mau isi ulang oksigen pun juga sulit didapatkan. Seharusnya pemberlakuan PPKM darurat tetap memberikan layanan yang memadai dan ketersedian sarana yang cukup untuk upaya penyelamatan jiwa.

Keputusan untuk isolasi mandiri di rumah pun masih dihadapkan resiko tertular pada keluarga lainnya, sehingga perlu diberikan edukasi kepada masyarakat saat melakukan pelayanan isolasi mandiri, agar dapat memutus mata rantai persebaran virus yang lebih luas, saat menulis tulisan ini beberapa warga menanyakan bagaimana bisa mendapatkan rumah sakit karena ada anggota keluarga yang positif covid sudah isolasi mandiri  dan menular pada keluarga lainnya, hingga bagaimana mendapatkan layanan ambulan karena ada jenazah yang perlu dilakukan pemulasaraan.

Pemberlakuan PPKM Darurat pun berdampak pada lainnya, seperti keterbatasan tenaga kesehatan untuk pelayanan, kegiatan ibadah hendaknya tetap mematuhi protokol kesehatan, kegiatan pendidikan yang sedianya tahun ajaran baru anak didik bisa tatap muka berinteraksi bersama guru dan teman sekelasnya dalam pembelajaran di sekolah yang sudah berharap bisa sekolah ternyata masih harus belajar di rumah, begitu juga pada sektor ekonomi dengan menurunnya pendapatan akhir – akhir ini sedang kebutuhan semakin bertambah. Sepertinya masyarakat harus berjuang sendiri untuk bisa lepas dari keterpurukan ini, sedang bantuan yang ada masih jauh mencukupi. 

Pandemi ini kembali mengajarkan kepada kita untuk meningkatkan kesadaran diri dan  peduli, lebih-lebih diberlakukannya PPKM Darurat, ada banyak fakta sebagai pelajaran kehidupan khususnya tentang kematian dengan beragam proses yang menyertainya serta beragam ujian yang berupa keburukan maupun kebaikan dan semuanya akan kembali kepada Allah SWT. Bekal apa yang bisa kita bawa saat kembali pada-Nya, tentunya dengan bekal keimanan dan ketaqwaan serta amal soleh. PPKM Darurat hendaknya semakin memperkuat ukhuwah, kita perhatikan saudara kita,  tetangga kiri kanan kita, bagaimana kesehatannya dan bagaimana kondisi ekonomi keluarganya, memang saat ini kita masih dalam keterbatasan dengan tetap beryukur dan mengharap limpahan rahmat-Nya untuk mampu memberikan sedikit apa yang ada dan diperlukan saudara kita. 

Jalinan ukhuwah sebagai solusi merupakan ajaran agama kita yang dicontohkan suri tauladan kita Rosulullah Muhammad SAW beserta para pengikutnya, maka memperkuat ukhuwah tetap relevan disepanjang masa dengan beragam dinamikanya, seperti halnya saat pandemi ini. Memperkuat ukhuwah dengan menggerakkan jamaah dan dakwah jamaah, menjadikan apa yang dirasa berat bisa menjadi ringan, menjadikan apa yang dirasa tertutup tidak adanya akses yang cukup akan terbukalah jalan penyelesaian, apa yang dirasa tidak mampu akan menjadi kuat dan tetap semangat peduli. Memberikan infaq dan shodaqah sungguh berarti saat pandemi ini, bantuan khususnya untuk yang isolasi mandiri guna ketahanan pangan keluarga dan kesehatannya hendaknya terus digerakkan, melalui masjid lebih difungsikan sebagai posko kemanusian melayani warga dan jamaah sekitar, disamping mengumpulkan makanan dan vitamin yang diperlukan, juga pengadaan ketersediaan tabung oksigen, serta layanan layanan lainnya.

Salurkan bantuan bisa melalui Lazismu yang sudah bersinergi dengan MCCC Surabaya, yang senantiasa berjuang dan berdakwah melayani saat pandemi. Semoga Allah SWT memberikan rahmatnya kepada kita, dan tetap sehat dan maksimal berkarya sebagai bentuk amal soleh kita. Aamiin.  (Drs. Andi Hariyadi. M.Pd.I)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu