Pengantar Redaksi: Ibadah dan Amal Salih di Saat Pandemi | Berita Populer Lazismu

 

IBADAH DAN AMAL SALIH DI SAAT PANDEMI

Muzakky dan donatur yang dimuliakan Alloh. Sudah lebih satu setengah tahun dunia diguncang wabah virus Covid 19. Tidak terkecuali Indonesia. Bahkan, dalam sebulan terakhir, terjadi lonjakan signifikan virus ini. Kepanikan dan ketakutan  terjadi di mana-mana. Korban berjatuhan tak terhitung jumlahnya. Rumah sakit dan tempat pemulasaran penuh pasien dan korban meninggal. Isolasi mandiri dilakukan bagi mereka yang terindikasi gejala sakit karena virus ini.

Mengenakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan disosialisasikan setiap saat demi memutus mata rantai pandemi ini.  Pengobatan medis dan herbal terus diupayakan demi menurunkan atau menghentikan wabah. Belakangan bahkan ditetapkan kebijakan baru. Masyarakat tidak boleh keluar rumah. Penyekatan dilakukan di banyak ruas jalan. Jam buka warung dan toko dibatasi. Tempat ibadah tutup “sementara”. Ibadah cukup di rumah.

Vaksinasi masal pun dilakukan secara terprogram. Selain lansia, kini seluruh elemen masyarakat digiring untuk segera melakukan vaksinasi dengan harapan terjadi “kondisi imun”. Meskipun, banyak kasus korban meninggal pasca vaksinasi. Berbagai macam vaksin impor seperti sinovac dan astra zeneka disuntikkan. Demikian pula rapid test, test SWAP antigen, dan berbagai metode deteksi dilakukan untuk memastikan keberadaan  virus misterius ini.

Belakangan berkembang informasi di berbagai medsos virus ini bukan sekedar natural pandemic, tetapi sebuah global plandemic. Pandemi yang  direkayasa  melalui scenario penguasa kapitalis global. Zionis Yahudi dan Salibis Radikal merancang dan menciptakan teror dahsyat  dan masif  melalui rekayasa pandemic ini.  Wallohu a’lam. Na’udzubillah.

Sebagai umat Islam, kita percaya virus dan berbagai varian penyakit apa pun itu sunnatulloh. Alloh menguji manusia dengan berbagai cara. Di antaranya, melalui wabah penyakit. Virus adalah salah satu ujian atau fitnah kehidupan. Wabah tho’un atau virus  mematikan dan pernah terjadi di masa lalu itu,  bisa terjadi dan berkembang kapan pun. Terlebih di zaman ketika fitnah dajjal terjadi seperti sekarang. Wabah bisa berjangkit secara natural, bisa pula direkayasa secara jahil dan liar. Kaum kafir, musyrik, dan munafik, atau kaum ateis, komunis, dan kapitalis sekuler bisa saja menggunakannya sebagai senjata pembunuh masal. Bukankah Alquran sudah menegaskan karena rakus dunia dan nafsi-nafsi, mereka menghalalkan segala cara.

Sebagai mukmin, tentu kita harus lebih yakin kehidupan di dunia ini pasti berakhir. Alloh menguji manusia dengan kematian dan kehidupan agar jelas siapa yang  paling baik amalnya. Karena itu, hidup dan mati mulia melalui amal-amal salih harus menjadi focus kita setiap saat. Hidup ini ladang ibadah, amal salih, dakwah amar makruf dan nahi munkar. Maka, tolong menolong, bahu-membahu agar hidup terus di jalan yang benar dan memberi manfaat harus menjadi karakter amal kita demi hidup mulia dan meraih husnul khotimah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu