Merdeka dari Gurita Nafsu Global | Berita Populer Lazismu

 

Ustadz Abdul Hakim. (Dok Lazismu)


MERDEKA DARI GURITA NAFSU GLOBAL

Abdul Hakim


وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلا مَا رَحِمَ رَبِّي 

إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيم

“Dan aku tidak membebaskan nafsuku , karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabby-ku. Sesungguhnya   Rabby-ku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS Yusuf 53



Kemerdekaan adalah salah satu anugerah Alloh yang tak ternilai. Setiap orang menyadari, kemerdekaan itu  kebutuhan manusiawi yang sangat asasi.  Hak setiap individu yang dilindungi agama dan konstitusi. Tak satu pun manusia yang menghendaki kemerdekaan dirinya terbelenggu, terjajah,  terinjak, terampas, atau tergadai. Karena itu, tak satu pun manusia  yang berhak atau boleh mengusik, mengganggu, merampas kemerdekaan seseorang,  suku, bangsa, atau komunitas tanpa alasan yang haq.

Menjadi manusia merdeka adalah kemuliaan atau kehormatan yang tak ternilai. Setiap orang harus merawat, menjaga, dan melindungi hak hidup, berfikir, berpendapat,  bertempat tinggal, berkumpul, bekerja, beragama atau berkeyakinan sebagai wujud kemerdekaan asasi. Berkat kemerdekaanlah, manusia bisa meraih harmoni dan kedamaian hidup. Kemerdekaanlah yang mengakibatkan manusia bergairah, berekspresi, berinspirasi, berkreasi membangun kehidupan menjadi bermakna.

Kemerdekaan terbukti telah melahirkan ide atau gagasan dan manusia besar. Tokoh-tokoh besar dan berpengaruh sepanjang sejarah manusia lahir dan besar dari lahan subur kemerdekaan. Dapat dipastikan, karya-karya masterpiece yang melegenda lahir dari kemerdekaan. Kemerdekaanlah yang melahirkan karya besar dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan budaya, seni, dan teknologi adalah produk kemerdekaan. Kemerdekaan sukses menginspirasi lahirnya pencerahan pendidikan, ekonomi, budaya, pendidikan, hukum, sosial,  politik, dan iptek sepanjang sejarah kehidupan. 

Tetapi kemerdekaan memang bisa dirusak oleh energy nafsu manusia. Nafsu adalah elemen potensial yang bisa merusak nilai-nilai kehidupan. Ketika nafsu  dibiarkan tumbuh liar dan dominan, akan lahir sifat, sikap, dan perilaku bias dan destruktif. Kesombongan, riya’, ujub, kedengkian, kerakusan, kebohongan, dan dendam  kesumat adalah sifat ananiyah atau nafsu binal dan liar yang bisa merongrong dan merusak kemerdekaan siapa pun.

Banyak tokoh antagonis dalam sejarah lahir dari hegemoni nafsu liar. Qobil adalah generasi pertama anak Adam yang mencoreng martabat kemanusiaan dengan membunuh Habil, adik kandungnya. Namrud adalah penguasa rezim dholim yang membungkam kebenaran dengan upaya membakar Nabi Ibrahim, sebagai ikhtiar pembunuhan sistematis. Nabi Musa nyaris terbunuh oleh arogansi Fir'aun yang mengaku sebagai Tuhan. Karena nafsu buasnya, Abrahah bersama pasukan gajahnya yang jumawa nyaris menghancurkan Ka’bah. Nabi Muhammad tidak henti-henti dirongrong nafsu para tokoh jahiliyah , dibuly dan dihunjam berbagai intimidasi dan  fitnah para tokoh Yahudi dan Nasrani baik di masa hidup, maupun sepeninggal beliau.

Genocida habis-habisan  terhadap umat Islam di Spanyol adalah bukti tak terbantahkan, betapa nafsu bisa mengakibatkan manusia menghalalkan segala cara. Kolonialis Perancis, Inggris, Spanyol, Belanda  adalah potret hitam yang tidak mungkin dihapus dari sejarah kemanusiaan.  Penjajahan dan penjarahan Belanda atas Indonesia selama tiga setengah abad adalah fakta sejarah yang tidak masuk akal. Bukti kegilaan manusia akibat keserakahan nafsiyahnya. Perang Dunia I dan II yang membunuh ratusan juta jiwa dan meluluhlantakkan kota-kota adalah bukti arogansi nafsu penguasa rezim banyak negara sekuler, kapitalis, dan komunis. 

Kekejaman Zionis Yahudi terhadap Umat Islam Palestina, kebiadaban Barat dan sekutunya dengan  menghancurkan Irak, Libya, Afghanistan, dan Suriah adalah fakta kerakusan politik dan ekonomi mereka dengan kedok topeng kemanusiaan. Pemberontakan PKI tahun 1948 dan 1965 dengan membunuh ribuan ulama,  tokoh umat Islam dan sejumlah Jendral TNI melalui tragedy Lubang Buaya adalah bukti nyata betapa dahsyat kezaliman terjadi akibat nafsu durjana. 

Kekejaman kaum Biksu Budhist Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya, kezaliman rezim  Cina Komunis terhadap minoritas Muslim Oyghur, kebrutalan Hindu ekstrim terhadap umat Islam India dan Kasmir adalah sederet fakta kelam kemanusiaan. 

Semua menjadi bukti otentik,  ketika manusia menuhankan nafsu, terjadilah berbagai kejahatan kemanusiaan, beragam pembunuhan dan pemusnahan. Terjadilah beragam kerusakan sumberdaya manusia dan sumberdaya alam. Korupsi dan suap yang dilakukan secara konspiratif dan sistematis oleh para pejabat dan pengusaha asing/aseng adalah indikator nafsiyah yang mengakibatkan banyak manusia menjadi gelap mata. 

Bisnis vaksin yang dilakukan pengusaha Yahudi dan Komunis Cina di masa merebaknya pandemic Covid 19 ini sebagaimana dilansir dan trending di medsos adalah isyarat bahwa dunia tengah di bawah kendali otoritas global yang eksploitatif.  Demi hegemoni nafsu itulah mereka menghalalkan segala cara atau d’ekploitasion de l’homme par l’homme. 

Maka, semua harus menginspirasi akal sehat siapa pun agar mereka sadar, dunia harus terus dimerdekakan dari gurita nafsu global yang menjadikan dunia ini seperti rimba raya, tempat para penyamun berpesta pora. Tentu, inilah saatnya umat Islam memainkan peran utamanya. (Abdul Hakim)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu