Konsultasi Psikologi: Meyakini Bahwa Musibah Sakit Adalah Takdir Ilahi | Berita Populer Lazismu

 

Mingat, S.Psi. (Dok Lazismu)


LAZISMUSBY.COM-Kita telah membahas bahwa musibah sakit adalah akibat kesalahan sendiri dan merupakan suatu ujian agar kita kembali kepada kebenaran. Selanjutnya Allah juga menetapkan bahwa setiap musibah adalah takdir. Artinya adalah bahwa musibah yang telah terjadi adalah atas izin Allah untuk hambanya. 

Oleh karena sakit adalah suatu musibah, maka sakit yang telah terjadi adalah takdir, yakni takdir buruk. Kesalahan diri sendiri sehingga jatuh sakit juga takdir, yakni takdir baik. Disinilah, Allah memberikan akal pikiran bagi hambanya, agar mampu memiliki kecerdasan agar terhindar dari musibah buruk. Firman Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman akan diberi petunjuk oleh Allah melalui proses pikir qalbunya. Bagaimana seharusnya mereka menghindari dan menghadapi musibah. Mari kita simak Firman Allah yang menjelaskannya.


Maa ashaaba min mushiibatihim illaa biidznillaahi wa man yukmin billaahi yahdi qalbahu wallaahu bikulli syaiin 'Aliimun. Artinya tidak ada suatu musibahpun yang menimpa seseorang, kecuali atas seizin Allah dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada qalbunya. Dan Allah maha Mengetahui segala sesuatu. Qs At Taghabun ayat 11.


Qul lan yushibanaa illaa maa kataballaahu lanaa huwa maulanaa wa 'alallaahi falyatawakkalil mukminuun. Artinya katakanlah, sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman bertawakkal. Qs At Taubah Ayat 51.


Oleh karena sakit adalah takdir buruk maka harus kita sikapi dengan benar. Kita harus memiliki kita strategis untuk menghadapi setiap musibah yang telah datang. Kita tidak perlu berkeluh kesah. Kita juga tidak boleh pasrah, apalagi putus asa. Allah adalah pelindung Hambanya yang beriman dan Allah akan memberi petunjuk melalui proses pikir kita bagaimana mengatasi masalah. 


Dengan potensi kecerdasan yang diberikan Allah, kita harus berjuang untuk mendapatkan kesembuhan. Disinilah, Kita harus mengikuti sistem pengobatan yang telah terbukti kebenarannya. Kita sungguh-sungguh melaksanakan pengobatan dan kemudian panjatkan doa mustajab dan selanjutnya bertawakkal kepada Allah, insya Allah kesembuhan dapat terwujud dan musibah sakit tidak berulang. (Mingat)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu