Mata Hati: Berbahagia Dengan Berkurban | Berita Populer Lazismu

 


Muhammad Khoirul Anam. (Dok Lazismu)


BERBAHAGIA DENGAN BERKURBAN

Oleh: Muhammad Khoirul Anam, S.Pd.I


إِنَّآ أَعۡطَيۡنَٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ ١  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ ٢  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ ٣ 

1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak

2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah

3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus


Segala puji hanya milik Allah swt semata, Dzat yang patut dipet-Tuhan-kan dan benar disembah, Dzat pemilik dan pengatur seluruh alam.

Salawat serta salam semoga senantiasa terhatur kepada manusia termulia, nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan bagi seluruh sendi kehidupan umat manusia.

Alhamdulillah, sebentar lagi Allah swt akan mempertemukan kita dengan bulan dzulhijjah, bulan dengan dua dimensi ibadah, pertama ibadah yang berhubungan antara makhluk dengan sang Kholik atau hablun minallah yakni ibadah haji, dan ke dua ibadah yang berhubungan antar sesama manusia atau  hablun minannas yakni ibadah kurban.

Kurban bisa bermakna dekat yang diambil dari bahasa Arab qarib. Pandangan umum mengatakan bahwa kurban adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Kedua, bermakna udhiyah atau bisa dikatakan dhahiyyah yang artinya adalah hewan sembelihan. Dari makna kurban ini, maka menjadi ritual ibadah sebagaimana lazim dilakukan umat muslim di dunia untuk menyembelih hewan dengan cara kurban atau mengurbankan hewan yang menjadi sebagian hartanya untuk kegiatan sosial.

Saudaraku, bermacam-macam sambutan yang dilakukan umat islam dalam hal ibadah qurban ini. Ada yang berlagak miskin, sehingga dia enggan untuk menafkahkan sebagian kecil dari hartanya guna dibelikan hewan kurban. Ada yang beranggapan bahwa berkurban cukup satu kali seumur hidup sehingga dia tidak mau dan tidak perlu untuk berkurban lagi. Namun ada yang menanggapinya dengan sangat cerdas, dia  menabung setiap hari walaupun kehidupannya pas-pasan, hingga pada saat hari penyembelihan dia dapat mempersembahkan hewan kurbannya. Maka sangat beruntunglah bagi siapapun yang mau memanfaatkan hidup dengan menafkahkan sebagian hartanya untuk berjihad di jalan Allah swt.

Ketaqwaaan seseorang tidak hanya terletak pada ibadah yang berhubungan dengan Allah swt saja, namun lebih kepada dimensi kedermawanannya kepada orang lain (output sosial). 

Dalam hal ibadah kurban, ada beberapa hadist yang menerangkan tentang keutamaannya. Diantaranya hadist dari Aisyah ra, bahwa Nabi saw bersabda, “Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya kurban yang lebih dicintai Allah swt selain menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah swt, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) kurban itu ”. ( HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim ).

Dan juga hadist dari Abi Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang memperoleh kelapangan untuk berkurban, dan dia tidak mau berkurban, maka janganlah hadir di lapangan kami (untuk shalat Ied) ”. [HR Ahmad, Daruqutni, Baihaqi dan al- Hakim]

Saudaraku, keikhlasan adalah modal utama bagi setiap hamba dalam menjalankan sebuah amalan tidak terkecuali ibadah kurban. sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Al-Hajji : 37

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقۡوَىٰ مِنكُمۡۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمۡ لِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٣٧ 

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik “.

Berbahagialah dengan berkurban karena kita semakin dicintai Allah swt dan lebih peka terhadap orang lain.

Semoga Allah swt menerima ibadah kurban kita. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu