Dunia Pendidikan: Menjaga Sopan Santun | Berita Populer Lazismu

 

Ir Sudarusman. (Dok Lazismu)


Menjaga Sopan Santun


LAZISMUSBY.COM-Meskipun sekolah keberbakatan Muhammadiyah boarding Area Sport Art and sciece SMA Muhammadiyah 10 Surabaya disingkat Spartans SMAM-X  menggunakan sistem pendidikan menyesuaikan fassion siswa, menerima siswa dalam kondisi apapun, sekolah tetap memperhatikan aspek Bakat, kemampuan dan keterampilan mencipta dan membuka peluang, serta yang paling penting dalam pelaksanaan tidak boleh meninggalkan sikap sopan santun dan mematuhi etika yang berlaku, sekolah keberbakatan SMAM-X dalam melakukan banyak hal selalu mengedepankan sikap sopan santun dan etika. Diharapkan melalui budaya sopan santun dan etika keberadaan sekolah keberbakatan semakin dikenal dan diminati masyarakat. Tidak sedikit sekolah menjadi kurang diminati masyarakat karena melupakan sopan santun dan etika, justru sebaliknya bersikap angkuh dan merasa dibutuhkan.


Di banyak kesempatan sebagai pimpinan sekolah keberbakatan saya menyampaikan, agar keluarga besar SMAM-X memiliki sikap sopan santun dan memenuhi etika yang sudah kita sepakati bersama. Bahkan pesan moral pun tidak pernah lupa untuk disampaikan. Ini semua diharapkan agar keluarga besar SMAM-X tidak merasa benar sendiri,  paling baik sendiri dan muncul sikap arogansi serta keegoisan. Saya yakin, jika itu semua terjadi di SMAM-X, sekolah ini tidak mungkin bertahan hingga tahun ke-6 dan diminati masyarakat. Justru sebaliknya, SMAM-X  menjadi tumbuh dan berkembang karena menekankan pada pendekatan humanisme, moralitas, sopan santun dan etika. 


"Rubahlah dirimu insyaAllah orang lain akan berubah dengan sendirinya," pesan ini tak jarang disampaikan di setiap rapat yang dilaksanakan di SMAM-X. Maksud dan tujuan pesan tersebut, agar guru dan karyawan meresapi bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Jika perubahan tidak dimulai dari diri sendiri, tidak akan pernah ada perubahan. "Jika kita ingin mengubah orang lain, maka kita harus menjadi agen perubahan itu sendiri." Dengan demikian, kita tidak asik melihat kesalahan dan kekurangan orang lain. Sebab apabila sekolah ingin maju, guru dan karyawannya haris ada keberanian mengubah dirinya terlebih dahulu daripada sibuk mencari kesalahan orang lain. Dan yang perlu juga mendapat perhatian, yakni selalu memegang teguh sopan santun, etika dan aturan.


Dalam percepatan pengetahuan dan teknologi yang terjadi saat ini, yang perlu mendapat perhatian bagi sekolah yang ingin tetap diminati masyarakat adalah manajemen jujur, beretika serta memiliki jernih. Sekolah yang menghasilkan produk unggulannya dari pemikiran yang jernih akan mampu mengangkat beban sekolah, sehingga sekolah semakin dikenal masyarakat. Demi menghasilkan dan mempertahankan produk-produk unggulan yang dimiliki sekolah, tidak ada salahnya jika sekolah membuat SOP atau petunjuk operasional pelaksanaan tentang manajemen etika, salah satunya berbunyi, "Mulailah setiap pekerjaan dengan pemikiran yang jernih." Artinya jangan sampai memulai suatu pekerjaan dengan penuh ketidakjujuran.


Sopan santun, etika dan aturan memang sesuatu yang penting yang harus menjadi perhatian sekolah yang ingin maju dan berkembang. Jika sebuah lembaga pendidikan berjalan tanpa memperhatikan sopan santun, etika dan mematuhi aturan yang berlaku maka sekolah akan tergilas oleh sistem, kurang diminati masyarakat dan pada akhirnya tidak mampu bertahan. Sebagai makhluk yang berbudaya, sudah Selayaknya para guru dan karyawan jika ingin sekolahnya tetap bertahan, maka harus memulai dengan pemikiran yang jernih dan berpedoman pada etika serta sopan santun. Apabila sebuah sekolah menerapkan manajemen yang mengabaikan etika, kejujuran dan bersikap sewenang-wenang, tidak butuh waktu lama akan ditinggalkan masyarakat alias tidak mendapat murid.


Untuk merealisasikan itu semua, sekolah keberbakatanSMAM-X telah melakukan pengembangan administrasi yang berbasis psikologi. Sejak awal tahun ajaran 2020-2021 ada tim manajemen etika dan sopan santun yang berjumlah puluhan terdiri dari guru BP dan BK. Mereka bertugas tidak hanya bertugas menciptakan budaya sekolah yang sopan santun dan beretika, tetapi juga membantu siswa guru dan karyawan dalam memecahkan problema yang terjadi terhadap dirinya. Tim manajemen etika dan sopan santun ini telah menetapkan atau memiliki standar etika dengan cara menghargai perbedaan, bersaing secara adil, menegakkan transparansi dan lain-lain.


Tim manajemen etika dan sopan santun SMAM-X ini, salah satu tugasnya juga melakukan pengamatan terhadap sekolah jika terjadi sebuah praktik yang tidak benar. Dengan demikian keberadaan etika dalam sopan santun ini sangat strategis dalam mengawal sekolah keberbakatan menjadi sekolah yang beretika, sopan santun dan transparan. (Ir Sudarusman)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu