Berhaji Ditunda, Berqurban Jangan! | Berita Populer Lazismu L

 

Abdul Hakim, M.Pd.I. (Habibie)


BERHAJI DITUNDA, BERQURBAN JANGAN

Para aghniya, muzakky, dan donatur yang dimuliakan Alloh swt. Bulan Dzul Hijjah adalah bulan  haji, sekaligus saat menunaikan qurban. Keduanya satu paket. Tahun ini, Indonesia kembali batal memberangatkan calon jamaah haji. Ini pembatalan keduakalinya, dengan alasan Pandemi Covid 19. Terlepas karena alasan apa pun kita layak  bersedih, sekaligus berduka. 

Ibadah haji adalah puncak Rukun Islam yang menjadi impian setiap mukmin. Berjuta umat Islam Indonesia khususnya, dengan sabar menunggu dalam deret panjang daftar penantian. Menunggu 10, 20, atau 30 tahun. Bisa kita bayangkan, jika calon haji mendaftar di usia 30, 40, atau 50 tahun dan baru bisa berangkat 30 tahun kemudian. Tentu banyak yang sudah menua, bahkan tidak sedikit  yang  dijemput ajal, sebelum ibadah agung  itu bisa ditunaikan.

Padahal, kisah-kisah calon jamaah haji mengumpulkan uang untuk bisa melunasi setoran biaya haji itu sungguh sangat memilukan. Ada banyak calon jamaah yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak, penjual bakso, petugas kebersihan masjid, satpam, sopir angkot, buruh tani, tukang cuci, guru ngaji, nelayan, dan kuli bangunan. Bertahun-tahun mereka bekerja membanting tulang, memeras keringat demi ingin sampai ke tanah suci Makkah, berkumpul di Padang Arofah,  menunaikan ibadah haji. Bertahun-tahun  dengan sabar mereka mengumpulkan uang,  receh demi receh,  dan segera menyetorkannya ke Bank. Demi bisa “mempercepat” mimpi menunaikan ibadah impian itu. Sambil terus berdoa dan bermunajad.

Kita lebih sedih lagi demi mendengar dana calon jamaah haji Indonesia sebesar 120 trilyun (menurut ekonom senior Dr. Rizal Ramli dalam wawancara dengan Karni ilyas, Youtube Senin, 14/6/2021), tidak jelas posisinya. Ironisnya, pemerintah, DPR, KPK, BPK cenderung simpang siur menyampaikan posisi dana umat  yang demikian besar itu. Akhirnya, calon jamaah haji jelas batal dan terkatung nasibnya. Ya, inilah musibah di atas musibah. 

Musibah memang menimpa negeri ini susul menyusul. Musibah alam beruntun menerpa. Musibah Pandemi Covid 19 belum berakhir. Hutang terus melambung, membubung, dan menggunung. Suap dan korupsi tidak terbendung. Krisis ekonomi kian mencekik kehidupan. Rakyat kian dibebani pajak yang tidak masuk akal.  Tetapi, ya semua kita serahkan kepada Alloh. Alloh pasti Maha Teliti, Maha Adil,  Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ya, Ibadah haji tertunda. Ini takdir. Tetapi, ibadah qurban sudah di depan mata. Saatnya umat Islam, khususnya yang mampu, menyiapkan ibadah purba ini.  Selain sebagai wujud syukur  atas nikmat-Nya yang tak terhingga, berqurban adalah wujud peduli dan berbagi untuk mereka yang nyaris tidak menikmati daging hewan qurban, apalagi menunaikan ibadah haji. Kepedulian harus terus dirawat demi memenuhi panggilan syariat. Tidak termasuk umat Muhammad, mereka yang tidak peduli kepada nasib saudaranya seiman. Demikian pesan nabi. (Abdul Hakim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu