Tips Aman Mengkonsumsi Daging Saat Lebaran | Berita Populer Lazismu

 

dr Tjatur Prijambodo, M.Kes. (Dok Lazismu)


TANYA:

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Pengasuh Konkes Lazismu yang dirahmati Allah, saat suasana Lebaran, banyak sajian yang menggiurkan termasuk daging sapi atau kambing. Apakah ada pengaruh jika kita mengosumsi daging terhadap penyakit darah tinggi?

habibi_ainun@gmail.com


JAWAB:

Wa'alaikumussalam Wr Wb. Pak Habibi yang sedang gundah. Sebenarnya, daging hewan ternak memiliki banyak zat gizi yang sangat bermanfaat bagi manusia. Secara umum kandungannya antara lain:

Protein hewani, memiliki manfaat sebagai zat pembangun penyusun jaringan tubuh, pembentukan antibodi, dan penguatan sistem kekebalan tubuh.

Mineral, zat besi yang terkandung memiliki manfaat yang baik untuk pembentukan sel darah merah dan transport oksigen. 

Vitamin, vitamin A, B kompleks dan D.

Lemak, memiliki peran dalam sumber energi yang cukup penting. Lemak hewani yang dikandungnya terutama Omega 3, dapat meningkatkan kecerdasan otak dan pertumbuhan otak dan syaraf.

Dengan segala manfaat daging tersebut, tentu banyak masyarakat yang aji mumpung dan menjadi tidak seimbang dalam mengonsumsi makanan. Sebelum Lebaran jarang sekali mengonsumsi daging, saat Lebaran tiba maka semua menu masakan didominasi oleh daging dengan berbagai macam pengolahannya. 

Dalam jumlah asupan yang besar dan frekuensi konsumsi yang terus menerus, daging yang halal itu dapat menjadi tidak thoyyib bagi kesehatan. Konsumsi daging secara berlebihan akan menyebabkan kenaikan kadar lipid utama dalam darah (Hiperlipidemia). Kadar lipid utama dalam darah adalah Kholesterol dan  Trigliserida. Kadar lipid darah bisa meningkat disebabkan oleh gangguan metabolisme atau kelainan transportasi lipid. Penyebab kelainan ini adalah kelainan genetik (primer familial) dari penyakit lain (seperti diabetes, gangguan tiroid, penyakit  hati, atau ginjal).

Nah disini perlu kita perhatikan tentang keseimbangan dalam makan, karena jika dikonsumsi berlebihan mengonsumsi daging dapat berakibat hal yang mengganggu kesehatan. Ini disebabkan karena dalam daging tidak terkandung serat, sehingga menyebabkan susah BAB, terdapat lemak jenuh yang susah dimetabolisme dan cenderung menjadi bumerang dalam kesehatan jantung, pembuluh darah, obesitas dan kanker. Serta kandungan garam mineral yang tinggi pun berpotensi menyebabkan naiknya tekanan darah seseorang.

Untuk mengantisipasi bahaya yang mungkin terjadi hendaknya kita bijak dalam mengonsumsi daging baik dari sisi jumlah, frekuensi, pengolahan maupun menu masakannya.

  Kita semua sudah mengetahui, bahwa daging merah (kambing, domba, sapi, unta, kerbau, dan sebagainya) mengandung lemak jenuh cukup tinggi dan menjadi salah satu bahan sumber Kholesterol.

Naiknya tekanan darah pada mereka yang sebelumnya memang menderita tekanan darah tinggi dapat disebabkan karena mengkonsumsi daging kambing/sapi berlebihan. Seperti kita ketahui daging sapi dan daging kambing merupakan jenis daging merah yang memiliki kandungan gizi tapi juga memiliki kandungan lemak jahat yang cukup tinggi, sehingga mengkonsumsi daging ini secara berlebihan akan berakibat kurang baik bagi kesehatan tubuh kita.

Lebih jauh sebenarnya bukanlah dagingnya yang menyebabkan Naiknya tekanan darah seseorang, melainkan adalah bumbu-bumbu tambahan yang dipergunakan untuk mengolah daging tersebut menjadi sajian sate, gule, tongseng, dll. Kandungan garam, vetsin/MSG, penyedap rasa, mentega dan berbagai bumbu yang mengandung natrium dalam olahan makanan tadi berpotensi meningkatkan tekanan darah seseorang, terutama bagi mereka yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit hipertensi.

Selain hipertensi, seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwasanya daging merah mengandung kadar Kholesetrol/lemak jahat (LDL) cukup tinggi, sehingga mengkonsumsinya dalam jumlah besar tentunya akan meningkatkan kadar lemak/Kholesterol jahat dalam darah dan menyebabkan kegemukan. Tingginya lemak jahat dapat mengendap dan membentuk plak dalam darah sehingga akan menjadi sumbatan yang dapat mengakibatkan terjadinya penyakit jantung, stroke juga hipertensi.

Tak hanya itu mereka yang sering mengalami nyeri persendian akibat tingginya kadar Purin (Asam Urat), ada baiknya juga mengurangi konsumsi olahan daging hewan. Terutama untuk menu olahan Gule dan tongseng yang syarat akan Jeroan dan santan, dimana kedua jenis bahan makanan ini mengandung kadar Purin) cukup tinggi sebagai salah satu penyebab utama radang sendi. Sehingga bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit radang sendi karena asam urat, sebaiknya menghindari makanan ini atau batasi konsumsinya.


Agar Daging Tetap Bersahabat Bagi Kesehatan

Kita dapat menyiasati daging dengan bijak agar ia tidak mengancam.

Ingatlah rambu-rambu Allah, kuluu wasyrabuu, walaa tusrifuu, Silakan saja makan dan minum, tapi jangan berlebihan. Sebagian dokter menganjurkan untuk memakan daging maksimal 100 gram sehari. Untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, dapat memvariasikannya dengan ikan dan daging unggas (ayam)

Olahlah daging dengan meminimalisir penggunaan minyak. Contohnya dengan cara mengukus dan merebus (misalnya sup, soto) tanpa menambahkan santan kental. 

Selama mengkonsumsi daging, konsumsilah sayuran dan buah dengan jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan porsi dagingnya. 

Perbanyaklah minum air putih untuk menetralisir tingginya kadar lemak dan asam urat dalam daging tersebut. 

Sementara itu bagi mereka yang menderita hipertensi sebelumnya, perlu juga menyiapkan obat darah tinggi yang biasanya dikonsumsi, untuk mengontrol tekanan darah supaya tidak cepat naik.

Selamat menikmati daging Lebaran dan tetap sehat. Wallohualam bishshowab. 

Wassalamu'alaikum Wr Wb. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu