Lentera Hati: Puasa dan Hari Raya | Berita Populer Lazismu

 

Ustadz M Khoirul Anam, MPdI (Guru SD Muhammadiyah 21). (Dok Lazismu)


LAZISMUSBY.COM 

PUASA & HARI RAYA

Hari ini, kita masih menjalani puasa Ramadhan, detik-detik Ramadhan yang tinggal menghitung hari ini mari kita maksimalkan. tentunya dengan meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amalan-amalan sholeh. sebentar lagi kita akan melangkah menuju kemenangan (berhari raya) dengan membebaskan diri dari belenggu nafsu hewani dan syetani. 

Dengan memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT melalui takbir sebagai pertanda bahwa kita mengagungkan-Nya. Dengan takbir berarti kita telah mengakui  Allahlah yang besar. Dari sinilah kesadaran kita hadir dan menyelinap, bahwa segala yang kita miliki adalah kecil. Jabatan yang kita sandang, ilmu yang kita miliki, harta yang kita punyai adalah sesuatu yang sangat kecil, karenanya kita tidak perlu mengagungkannya. Jangan sampai kita merasa besar diri lalu lupa siapa kita sesungguhnya. Yakni manusia yang lemah dan punya banyak keterbatasan. tidak sepantasnyalah kalau kita menyombongkan diri, ingatlah siapa yang membusungkan dada (merasa Gumede atau sombong) maka Allah akan menghinakan kita.

Puasa  telah mentarbiyah kehidupan kita, hinggah lahirlah menjadi menusia terdidik dan tercerahkan, banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan diantaranya adalah kita menjadi disiplin ibadah, jujur dalam ucapan dan perbuatan, mampu menjaga waktu, sabar dalam menjalani hidup, peduli dengan sesama, dan bisa menjauhi segala kemaksiatan. 

Pendidikan puasa Ramadhan benar - benar mampu mengubah perilaku kita, karenanya kita terus me-Ramadhan-kan diri di sepanjang sebelas bulan yakni bulan Syawwal sampai Sya’ban. Dengan membiasakan tidak rakus dengan makanan, menjalani puasa-puasa sunnah, menegakkan sholat malam, mentadarrus al-qur’an, gemar berbagi dengan sesama. Dan masih banyak lagi pelajaran-pelajaran puasa yang perlu kita jaga dan dilestarikan. Sehingga Ramadhan yang akan datang kita mampu menjalani dengan ringan dan baik. Saya kira inilah kemenangan yang yang perlu di rayakan.

Saat hari raya idul fitri tiba. kita sambut kedatangannya dengan bersilaturrahim. Silaturrahim bukanlah adat dan tradisi, namun ia merupakan bagian dari syariat agama Islam. Hati orang yang berpuasa mudah terenyuh, kita merasa kerdil dihadapan Allah SWT, dari sinilah muncul rasa cinta dan kasih sayang. Lalu kita tebarkan kebajikan dengan keluarga dan sesama melalui Silaturrahim.

Ramadhan telah mengingatkan kepada kita semua bahwa kita itu punya keluarga, kerabat dekat, besan, mertua dan teman-teman, kita langkahkan kemenangan ini dengan mengunjungi mereka, menghubungkan tali silaturrahim, berbuat kebajikan  dan menyayangi mereka.

Allah berfirman “Maka apakah kiranya jika kamu berpuasa kamu akan berbuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan, mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah SWT, telinga mereka ditulikan, dan penglihatan mereka dibutakan“.  ( Muhammad : 22-23 )

Saat idul fitri, sejatinya kita telah memiliki kesadaran tinggi, karena telah kembali kepada ke-fitrah-an yang sesungguhnya yakni dengan menjadi  pribadi-pribadi yang lebih bersih, mantap dan berbobot karena amal-amal sholeh yang kita himpun selama Ramadhan  dan dosa-dosa kita telah terampuni melaui  “hablum minallah“. maka selanjutnya, selayaknya kita layangkan pandangan kelingkungan sekitar melalui “hablum minannas“, terasa ada kesenjangan disana, dengan rekan-rekan sekerja, teman sepergaulan, tetangga dekat, saudara, handai toulan. Kesibukan kita selama berhari-hari, berbulan-bulan menyebabkan lalu lintas silaturrahim menjadi macet, atau setidaknya tersendat. maka di hari raya ini kita sempatkan dengan saling kunjung (bisa juga secara virtual), saling tegur, saling senyum merenda asah dan merajut asih sehingga  jalan kehidupan lancar, maka setelah itu tidak ada lagi kemacetan dalam komunikasi. Kemudian dalam pertemuan tersebut kita hiasi dengan saling bermaaf-maafan secara lahir dan bathin, Oh Sungguh indahnya hati manusia telah bersih sebersih salju, jiwa kita menjadi bening, sebening embun. Lengkap sudah kebahagian dan kemenangan kita. hablum minallah terpenuhi, hablum minannas terlampaui.

Puasa Ramadhan merupakan lembaga pendidikan teragung yang mendidik kita dengan kebajikan dan silaturrahim, Ramadhan menopang akhlak, memimpin kasih sayang dan tali cinta. Semoga kita seuasi bulan Ramadhan ini dapat kembali kepada kerabat kita dengan mengunjungi mereka, memberi mereka, bercengkrama dengan mereka, mendo’akan dan bersilaturrahim dengan mereka. sungguh Allah tidak akan menghilangkan pahala orang-orang yang berbuat kebajikan. 

Dengan terbebasnya kita dari belenggu nafsu angkara murka, munculnya pribadi-pribadi tawadlu’ (rendah hati), mampu me-Ramadhan-kan diri sepanjang bulan, dan melanggengkan silaturrahim adalah kemenangan sejati yang perlu kita sambut dan patut di rayakan bersama di hari raya Idul fitri tahun ini dan tahun-tahun  berikutnya.

Kita sadar bahwa hari raya yang sesungguhnya bukanlah yang mengenakan pakaian baru, bukan pula yang membanggakan diri dengan jabatan dan materi, hari raya yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa berjumpa dengan  Allah SWT dan mendapatkan keridhoan-Nya.

Kita sadar bahwa hari raya bukanlah dengan lagu dan musik, bukan bersenang-senang dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, bukan pula dengan foya-foya dan  berhura-hura. Hari raya adalah mempersembahkan rasa Syukur kepada Allah SWT yang telah memberi banyak kenikmatan, mengakui karunianya, menampakkan nikmat-nikmatnya dan memuliakan agamanya. “Wallahu A’lamu Bis-showab “ 

SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITHRI MOHON MAAF LAHIR & BATIN


Pencerahan: 

Kemenangan adalah mampu menegakkan panji-panji kebajikan, mengibarkan bendera-bendera  kebaikan dan menyebarkan jaring-jaring amal sholeh


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu