Kata Pengantar: Menjaga dan Merawat Silaturahim |Berita Populer Lazismu

 

Ustadz Abdul Hakim, MPdI. (Dok Lazismu)


MENJAGA DAN MERAWAT  SILATURAHIM

Persaudaraan muslim  itu laksana satu tubuh atau satu bangunan dalam ikatan Islam. Ikatan yang saling mengokohkan. Persaudaraan seiman, sehidup semati untuk kehidupan dunia dan akhirat. Bukan sekedar ikatan biologis,  materi, atau duniawi yang terikat ruang dan waktu. 

Seorang muslim tidak boleh merugikan saudaranya, menyakiti, atau berbuat dzolim kepada saudara muslim lainnya. Tidak boleh menyakiti, berbuat aniaya, melakukan kriminalisasi, merampas haknya, menebar fitnah,  menggunjing, apalagi membunuhnya. 

Setiap muslim harus saling menebar salam, membangun empati, saling peduli, tolong-menolong, membangun kebersamaan, dan saling mendoakan. Jika ada yang sakit atau ditimpa musibah atau bencana, saudara seiman harus ikut merasakan kesedihan serta berikhtiar mencari jalan  agar segera keluar dari kesulitan dan penderitaan. Jika terjadi perselisihan atau pertikaian, harus ada otoritas yang mendamaikan secara adil.

 “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah antara kedua saudaramu, dan takutlah kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.” QS Alhujurot 10

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan melakukan ikatan silaturrahim. Sesungguhnya Alloh selalu menjaga dan mengawasi kamu.” QS Annisa 1

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka” QS Al-Fath 29

Menjaga dan merawat persaudaraan muslim/mukmin itu amanat agama. Haram mengusik dan memutuskannya. Jika terjadi perselisihan, harus segera diislahkan atau didamaikan dengan makruf. Jika terjadi kesewenangan, kita harus mencegahnya. 

Hari ini kita harus sedih, prihatin, bahkan layak marah.  Persaudaraan muslim kita tengah diuji. Kaum kafir, musyrik, dan munafik tengah mengusiknya dengan berbagai cara. Mengadu domba, memecah belah, mengintimidasi dan mengkriminalisasi. Umat Islam tengah dibuly dengan ungkapan dan istilah yang penuh dusta dan  fitnah keji. Terorisme, radikalisme, intoleransi adalah ungkapan jahat dan tendensius. Umat Islam selalu menjadi korbannya.

Sejumlah ulama dan aktivis Islam yang kritis terlalu mudah dituduh, dikriminalisasi, ditangkap dan dipenjara dengan penuh kesewenangan.  Sebagian bahkan harus tewas mengenaskan akibat siksaan atau terjangan peluru tajam. Sebagai muslim kita harus marah, meskipun harus terkendali. Ada saatnya persaudaraan muslim dan energy silaturahim harus menjadi benteng dan senjata pamungkas melawan kezaliman, ketidakadilan, dan kesewenang-wenangan. Demi keadilan. Demi izzul Islam wal muslimin yang rahmatan lil ‘alamin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu