Jadikanlah Hari Raya Idul Fitri ini Sebagai Langkah Masroatul Akhirat | Berita Populer Lazismu

 

Ustadz Syafi'ie menyampaikan tausiyah Idul Fitri di Masjid At Taqwa Perintis PRM Bulak Banteng. (Habibie)


LAZISMUSBY.COM-Jadikanlah dunia ini sebagai masroatul akhirat yaitu ladangnya kehidupan akhirat. Taburlah kebaikan demi kebaikan, barangsiapa yang menabur kebaikan pasti dia akan menuai kebahagiaan suatu saat nanti. Dan barang siapa yang menabur benih keburukan, mungkin dia sukses dalam perbuatan buruknya, mungkin dia merasa bahagia atas perbuatan buruk, perbuatan keji, dan juga kedzolimannya. 

Demikian disampaikan Ustadz Syafi'ie, S.Ud dalam tausiyah Shalat Idul fitri 1442 H Tahun 2021 M di Masjid At Taqwa Perintis Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bulak Banteng Kenjeran Surabaya di Masjid At Taqwa Perintis Jl Dukuh Bulak Banteng Perintis Utama II A/01 Bulak Banteng Kenjeran Surabaya, Kamis (13/05/2021).

Imam Syafi'ie mengatakan, menandai Ramadhan yang agung ditandai dengan berkumandangnya “Takbir, Tahlil, dan Tahmid” Hari – hari yang penuh dengan kesukaran dari hati kita yang paling dalam kita saling berenung.

"Ya Allah seaindainya bulan Ramadhan ini adalah bulan yang terkahir bagi kami walaupun kami sangat merindukan, lebih rindu dari hal – hal yang ditinggalkan, tetapi tidak satupun yang tahu bahwa ini yang terakhir bagi kami. Maka ampunilah dosa – dosa kami yang telah lalu. Terimalah semua amal yang telah kami persembahkan dan janganlah engkau timpakan siksa api neraka, yang jelas kami tidak mampu untuk merasakannya. Karena siksa neraka itu amat sangat pedih dan menyakitkan," katanya.

"Diumpamakan seringan – ringannya api neraka, bara api diletakkan ditelapak kaki maka kepala akan mendidih, dan itu terjadi berulang – ulang, sehari, sebulan, dan bertahun – tahun lamanya, hari - hari yang penuh dengan kebahagiaan, hari – hari yang penuh dengan rasa kesyukuran, hari ini Allah akan menyerahkan kebahagiaan dan para malaikat turun dengan mengucapkan selamat kepada kita yang hadir," tutur dia.

Menurut riwayat oleh Imam Tabrani, kata dia, “telah tiba hari raya idhul fitri, para malaikat berdiri sepanjang jalan seraya berseru Wahai kaum muslimin, kamu telah dierintahkan qiyamul Lail dan kamu melaksanakannya, kamu diperintah puasa Ramadhan dan kamu melaksanakannya, sekarang malaikat penyeru berkata “terimalah hadiahmu dari Allah, apabila sudah selesai idhul fitri malikat penyeru lain mengatakan terimalah hadiah dari Allah yaitu pengampunan dari Allah dari dosa – dosa yang lalu, dan insyaaAllah dosa – dosa yang akan datang,” jelasnya.

"Mereka yang panjang umurnya, mereka yang lama hidup dibumi ini, tetapi semakin hari semakin bertambah kebaikannya, semakin bertambah ketaatannya kepada Allah, juga semakin tinggi kepedulian sosialnya kepada orang lain dan semakin baik akhlak dan budi pekertinya. Tentu sebaliknya, manusia yang paling buruk adalah manusia yang diberi kesempatan hidup lama, tetapi semakin hari semakin buruk perilakunya, bertambah berbuat maksiat. Semakin bertambah perilaku sombong, dan semakin tidak terpuji akhlaknya, manusia ini adalah manusia yang buruk dimuka bumi ini," ucap Guru Ismuba SMP Muhammadiyah 16 itu.

Masih kata dia, berdasarkan pendekatan pada Al – Qur’an, ada 3 ciri orang yang kembali pada fitrahnya. Itulah mereka yang disebut idhul fitri setelah mereka menempuh madrasah ruhaniyah Ramadhan. Dan semoga dari 3 ciri tersebut kita memiliki atas sifat dari ciri – ciri tersebut. 

"Orang – orang yang meneguhkan idhul fitri dalam kehidupannya itulah mereka yang senantiasa melakukan amal sholeh. Ada suatu perbedaan antara orang yang sholeh dengan orang yang muslih yakni Orang sholeh adalah orang yang baik tetapi hakekatnya hanya untuk dirinya sendiri, sedang orang lain tidak mendapatkan kebaikan dan syafaat dari ilmu yang dimilikinya.

Sedang orang muslih adalah orang yang memiiki derajat lebih tinggi karena dia adalah orang yang sholeh, orang baik yang taat kepada Allah yang mana kebaikan dan ilmunya dapat dirasakan oleh orang lain. Harta yang dia dapatkan dapat dirasakan oleh orang lain dan para yatim piatu, dia mewakafkan hartanya dijalan Allah. Dia juga mampu mensejahterakan orang lain dengan menggunakan jabatannya. Itulah orang muslih," terangnya.

Masih kata dia, sejatinya orang yang idhul fitri itu adalah mereka yang cinta kebaikan dimanapun mereka berada. Jadikanlah dunia ini sebagai masroatul akhirat yaitu ladangnya kehidupan akhirat. Taburlah kebaikan demi kebaikan, barangsiapa yang menabur kebaikan pasti dia akan menuai kebahagiaan suatu saat nanti.

"Dan barang siapa yang menabur benih keburukan, mungkin dia sukses dalam perbuatan buruknya, mungkin dia merasa bahagia atas perbuatan buruk, perbuatan keji, dan juga kedzolimannya. Tapi Allah akan memerintahkan ganjaran yang amat sangat pedih. Mereka yang menabur kejahatan pada hari suci ini, Allah memberikan peringatan dalam surat As – Sajadah yang berbunyi "Mereka akan menyesal dengan meneteskan air mata bahkan darah yang menetes dari pelupuk matanya," tukasnya. (Habibie)


Kondisi Shalat Idul Fitri di Masjid At Taqwa Perintis PRM Bulak Banteng. (Habibie)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu