Siroman Rohani: Merawat Amal-Amal Utama Romadhon | Berita Populer Lazismu

 

Drs. Abdul Hakim, M.Pd.I. (Dok Lazismu)


MERAWAT AMAL-AMAL UTAMA ROMADHON

Drs Abdul Hakim, M.Pd.I*


إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا

 وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".                                    QS Fushshilat 30


Alhamdulillah, segala puji hanya untuk Alloh, Robb semesta alam. Kita agungkan  Nama-Nya siang-malam. Kita panjatkan pujian setiap waktu demi menyatakan syukur atas berlimpah nikmat-Nya yang mengiringi kehidupan. Berkat rahmat, taufiq dan hidayat-Nya, orang-orang beriman yang mukallaf, sehat wal afiat, dapat menjalani shoum Romadhon 1442 H ini dengan  lancar, aman, dan tuntas sebulan lamanya.  Seperti momen istimewa sebelumnya, Romadhon pasti meninggalkan memori mendalam di lubuk hati setiap mukmin yang menunaikan ibadah purba ini  dengan amal-amal utama secara ikhlas, cerdas, istiqomah dan kaffah atau totalitas. 

Harapan dan kerinduan dapat bertemu kembali dengan tamu agung Romadhon pasti akan selalu membuncah. Sebab, di bulan penuh berkah itulah, kebersamaan dalam menjalin silaturahim, memohon gelimang ampunan, meraih kesucian diri dan pencerahan ilmu, pahala berlimpah, dan karakter mulia cermin ketakwaan  menjadi vokus  amal jamaah di bulan penuh kebajikan itu.

Selama Romadhon, Alloh memang menganugerahkan bonus-bonus utama kepada orang beriman yang istiqomah, penuh suka cita, serta syukur dan sabar menjalaninya, kendati di hadapkan pada banyak tantangan, godaan, ujian, bahkan beragam musibah yang menguji mental dan keimanan. 

Selama Romadhon mubarok itu, nafsu setiap mukmin memang harus diredam dan dikendalikan  melalui puasa jasmani-ruhani, lahir-batin agar terbentuk imunitas atau kekebalan diri dari berbagai virus kesombongan, amarah, dengki, rakus, bakhil, riya, ujub, dan dusta yang mengakibatkan banyak anak Adam lupa atau kehilangan jati dirinya sebagai abdi atau hamba Alloh,  dan selaku kholifah-Nya. 

Akibat dorongan dan dominasi nafsu dunia dan syahwat yang bebas nilai itu, tidak sedikit manusia yang tergelincir melakukan perilaku tidak manusiawi seperti mencuri, korupsi, menyuap, merampok, berzina, membunuh, merusak, menipu,  menindas, menjajah, serta perbuatan dholim, keji dan munkar lainnya. Qobil, Namrud, Firaun,  Qorun, Haman, Bal-am, Abu Jahal, atau Abu Lahab adalah sederet nama yang terpampang dalam lembar sejarah gelap kemausiaan sebagai profil manusia antagonis yang terpapar keliaran dan kebuasan nafsu. 

Alquran menggambarkan secara metaforik, mereka itu seperti anjing, binatang ternak, babi, keledai, lalat, kera, bahkan seperti batu. Mereka bebal, pekak, tuli, dan bisu. Menutup diri dari pencerahan wahyu. Mereka tidak mengalami pencerahan spiritual, emosional, intelektual dan social. Mereka adalah pribadi atau komunitas egois dan sakit jiwa, Mereka menjadikan dirinya sebagai berhala, atau tuhan yang kemaruk pencitraan. Mereka  tidak mengenal  manajemen hati, akal, nafsu dan jasmani. Dunia dan kepuasan  nafsiyah adalah tujuan hidup mereka.

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing,” QS Al-A’rof 176

Bahkan, akibat tidak mengenal puasa sebagai system control atau kendali  diri, tidak sedikit manusia yang dengan arogan memper-tuhan-kan nafsunya.

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk selain Allah. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”

Alloh menganugerahkan Romadhon sebagai momen pendidikan utama dan spesial dengan berbagai program  ibadah fardu dan sunnah agar setiap mukmin menjadi pribadi taqwa. Ketakwaan adalah sertifikat yang disematkan Alloh kepada mereka yang telah memanfaatkan momentum Romadhon dengan berbagai amalan utama. Sholat, puasa, tadabbur Alquran, zakat, infaq dan sodaqoh, dzikir,  doa dan iktikaf adalah berbagai amal utama Romadhon yang nilainya lebih utama, menawarkan kelipatan pahala,  penghapusan dosa, kesucian diri, dan kemuliaan menjadi pribadi taqwa atau  the best personal and the best community.

Berkat amal-amal utama di Pesantren Romadhon, setiap mukmin menjadi pribadi bugar dan segar jasmani-ruhani, memiliki kebulatan tekat untuk lebih taat kepada Alloh dan Rosul-Nya, taat pada kepemimpinan Islam, setia dan solid berjamaah, komitmen pada amanat kemanusiaan, bahkan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi semesta kehidupan.

Melalui Madrosah Romadhon, setiap mukmin menjadi karang kokoh di tengah garang lautan. Tegar dan kuat menjalani amanat kehidupan, kendati harus diterpa musibah, badai atau gelombang tsunami kehidupan. Para alumni Pesantren Romadhon akan merawat amal-amal utama Romadhon sebagai mata rantai kokoh meraih husnul khotimah. Amal-amal Romadhon adalah energy sekaligus amanat mewujudkan  izzul Islam wal muslimin. Berkat pencerahan Romadhon, setiap mukmin pasti siap menjadi umat teladan, mengemban amanat ketuhanan dan kemanusiaan  sebagai jalan kemuliaan yang membentang. (*Pimred Majalah Lazismu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu