Santri TPQ Al Fatah Masjid Remaja Mengikuti Pelatihan Public Speaking | Berita Populer Lazismu

 

Ustadz Alif Jatmiko mengisi materi publik speaking di TPQ Al Fatah Masjid Remaja. (Habibie)


LAZISMUSBY.COM-Betapa pembicaraan itu memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan modern sekarang ini, kita yang ada didalamnya harus berperan aktif untuk mewarnai menyebar kebaikan.


Demikian itu di sampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Taman Pendidikan Al quran Muhammadiyah (LPTPAMU) Kota Surabaya Ustadz Alif Jatmiko MThI dalam pelatihan Public Speaking IPM Ranting Masjid Remaja Jl Kalilom Lor 3/41 Kenjeran Surabaya, Jumat (09/04/2021).


Alif Jatmiko mengatakan malam ini kita semua yang hadir di sini dalam kegiatan IPM Ranting Masjid Remaja untuk belajar public speaking. "Selain belajar publik speaking juga bagaimana kita mewarnai dunia maya karena perang kita sekarang kita bukan hanya didunia nyata tetapi juga didunia maya seperti Facebook, Instagram, youtube, Teleqram dan lainnya," katanya.


"Disaat kita mau berbicara didepan umum maka kita akan merasa takut atau grogi, bingung mau bicara apa kemudian khawatir tidak sistematis ataupun yang lain," ujar dia.


Menurut dia, agar mampu berbicara dengan maka harus memiliki rasa percaya diri kemudian menyiapkan materi yang akan kita sampaikan dan kemudian disampaikan secara sistematis. "Tidak lupa juga untuk ingat 3 M yakni Massanger, pembicara

Massage, Pesan, Methode, atau cara. Dan juga harus memahami 3 Hal yaitu siapa audience anda, apa yang akan anda

sampaikan dan bagaimana cara anda menyampaikan," jelasnya.


"Dalam Al Quran surat brahim ayat 4 dijelaskan bahwa 'Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya,

agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang

Mahaperkasa, Mahabijaksana," tutur dia sambil menyitir firman Allah itu.


Agar penyampaiannya bagus, kata Dia, maka bisa dimulai dengan amazing Opening yang didalamnya ada cerita, pertanyaan, visual impact, partisipasi audience dan adanya kutipan. "Pembicaraan bisa meliputi 5 W + 1 H, masalah dan solusi, ada kronologisnya serta bagaimana melihat keuntungan dan kerugiannya," ucap dia.


Yang terakhir, lanjutnya, menutup atau mengclosing dengan menggunakan kutipan, kisah, janji, pantun atau partisipasi audience. "Pengetahuan itu penting, namun jauh lebih penting

apa yang anda lakukan terhadap pengetahuan yang telah anda dapatkan. Saatnya mengalirkan kebaikan melalui pembicaraan, ini bisa dijadikan contoh penutup," pungkasnya. (Habibie)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu