Optimalkan Layanan ZIS Lazismu Kota Surabaya Dirikan KLL Di PRM Keputih | Berita Populer Lazismu

 

Ustadz Sunarko memberi pengarahan di Masjid Baitul Muttaqin Keputih. (Dok Lazismu)


LAZISMUSBY.COM-Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Keputih Kota Surabaya melaunching Kantor Layanan Lazismu (KLL) Ranting Keputih di Masjid Baitul Muttaqin Jl Keputih II/22-23 Keputih Sukolilo Surabaya, Rabu (28/04/2021).


Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) Kota Surabaya Ustadz Sunarko SAg MSi menyampaikan terima kasih kepada PRM Keputih sudah membantu melaksanakan amanah Lazismu Pusat agar diseluruh amal usaha Muhammadiyah didirikan Kantor Layanan Lazismu. "Malam hari ini kami panjatkan syukur tak terhingga kepada Allah atas nikmatnya sehingga kita bisa berkumpul dalam rangka silaturahmi dan melaunching KLL Ranting Keputih," katanya.


"Sesuai instruksi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah maka yang pertama, Mendirikan dan mengelola LAZISMU, sehingga praktek penggalangan dan pengelolaan berbagai bentuk donasi dapat berjalan secara legal. Kedua, Melakukan penghimpunan zakat, infaq, shadaqah pada masyarakat. Ketiga, Kepada seluruh warga persyarikatan, untuk menyalurkan zakat, infaq, dan shadaqahnya melalui LAZISMU," jelas Kasi Bina Sosial Keagamaan Dinas Sosial Kota Surabaya itu.


Menurut Sunarko, ada pasal-pasal yang harus dipahami oleh kita semua terkait dengan penarikan Zakat, Infaq dan Shadaqoh. "Pasal 39

Setiap orang yang dengan sengaja melawan hukum tidak melakukan pendistribusian zakat sesuai dengan ketentuan Pasal 25 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)


Pasal 40. Setiap orang yang dengan sengaja dan melawan hukum melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).


Pasal 41. Setiap orang yang dengan sengaja dan melawan hukum melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).


Pasal 42. Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 dan Pasal 40 merupakan kejahatan. Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 merupakan pelanggaran.


Oleh karena itu, kata dia, mari kita bersama-sama menjalankan amanah Undang-undang ini sehingga dalam menjalankan ibadah kita bisa khusyuk dan tidak khawatir lagi dalam menghimpun dana umat. (Habibie)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu