Musibah Sakit Dalam Perspektif Psikologi Islam #1 | Berita Populer Lazismu

 

Mingat bersama keluarga. (Dok Lazismu)


LAZISMUSBY.COM 


Musibah Sakit Dalam Perspektif Psikologi Islam 


LAZISMUSBY.COM-Musibah sakit adalah peristiwa jatuh sakit atau diserang suatu penyakit. Setiap musibah sakit selalu mendatangkan kerugian. Baik kerugian fisik tubuh, di mana organ tubuh dapat cedera atau rusak, sehingga mendatangkan kecacatan. Atau kerugian harta benda, karena tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan dalam pengobatan. Bahkan dapat kerugian nyawa, karena penyakit yang berat mudah mengundang sakaratul maut. Oleh karena itu, kita perlu kiat strategis dalam menyikapi musibah sakit. Kita juga perlu pengetahuan yang optimal di bidang kesehatan, agar dapat menyikapi musibah sakit dengan benar.


Syukur Alhamdulillah, kita umat muslim telah memiliki tuntunan yang lengkap. Allah melalui firmannya telah menuntun kita, bagaimana seharusnya kita menyikapi musibah sakit. Dalam naskah ini ada 6 tuntunan bagaimana seharusnya kita menyikapi musibah sakit tersebut, yaitu: 


Pertama, memahami bahwa musibah sakit terkait kesalahan sendiri.


Kedua, memahami bahwa musibah sakit adakah ujian.


Ketiga, meyakini bahwa musibah sakit adalah takdir Allah.


Keempat, menempuh sistem pengobatan sesuai tuntunan.


Kelima, berdoalah, Allah Maha Penyembuh.


Keenam, bersabar dan tawakal apabila ditimpa musibah.


MEMAHAMI BAHWA MUSIBAH SAKIT TERKAIT KESALAHAN SENDIRI 


Memang benar! Setiap musibah sakit hampir selalu terkait dengan kesalahan sendiri. Ungkapan ini sulit dibantah. Kenyataan ini kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Karena kita lalai, ceroboh, tidak disiplin atau membangkang terhadap kaidah-kaidah hidup sehat, maka kita mudah jatuh sakit. Nah! Mari kita simak beberapa contoh;


● Mendapat penyakit dengan gejala diare adalah terkait dengan mengonsumsi makanan yang tidak higienis.

● Mendapat radang saluran napas atau kanker paru adalah terkait dengan kebiasaan merokok.

● Gampang mendapat kecelakaan, di mana dapat terjadi trauma seperti luka dan patah tulang adalah terkait dengan kelalaian dalam membawa kendaraan.

● Gigi berlubang adalah terkait dengan kelalaian dalam menjaga kebersihan gigi.

● Diserang infeksi menular, seperti tuberkulosis, polio, hepatitis B adalah terkait dengan sikap tidak peduli dengan program imunisasi.

● Mendapat penyakit ketagihan alkohol dan perlemakan hati adalah terkait dengan kebiasaan konsumsi alkohol.

● Mendapat penyakit gizi, misalnya tinggi kolesterol dan lemak darah, kegemukan adalah terkait dengan pola makan bebas dan tinggi lemak.

● Mendapat infeksi HIV adalah terkait dengan perilaku yang menyimpang dari tuntunan religiusitas.


Tentu masih banyak contoh lain. Karena memang kita cendrung ceroboh dalam menempuh kehidupan. Jadi kita dapat menyebut bahwa setiap penyakit yang datang menimpa, terdapat kesalahan diri kita sendiri. Dengan tingkat kesalahan yang beragam. Kesalahan yang berat akan menimbulkan penyakit yang berat. Sebaliknya kesalahan yang ringan akan menimbulkan penyakit yang ringan. Dalam manajemen pengobatan oleh dokter, faktor-faktor kesalahan tersebut selalu dicari melalui kegiatan anamnesis atau wawancara medik. Karena faktor kesalahan tersebut harus diperbaiki agar penyakit-penyakit tidak terulang.


Mari kita simak firman Allah dalam Al qur an yang menerangkan bahwa setiap musibah yang dialami, adalah disebabkan oleh kesalahan diri kita sendiri.


Pertama adalah firman Allah dalam Surat Asy Syura ayat 30. 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَمَآ أَصٰبَكُمْ مِّنْ مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٍ

"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)."

(QS. Asy-Syura 42: Ayat 30)



Kedua adalah firman Allah dalam Surat An Nisaa ayat 79.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ  ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ  ۚ وَأَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا  ۚ وَكَفٰى بِاللَّهِ شَهِيدًا

"Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi."

(QS. An-Nisa' 4: Ayat 79)


Nah! Kita telah memahami bahwa jatuh sakit atau menyandang suatu penyakit adalah musibah. Jadi apabila kita jatuh sakit, berarti kita telah mendapat musibah dan berarti ada faktor kesalahan pada diri kita. (Mingat)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu