Memaknai Sebuah Takdir | Berita Populer Lazismu

 

Ustadz Choirul Amin. (Dok Lazismu)


LAZISMUSBY.COM 

MEMAKNAI SEBUAH TAKDIR

OLEH: CHOIRUL AMIN


Untuk bisa memahami makna sebuah takdir, ada baiknya kita simak nasihat dari seorang ayah kepada anaknya: “Sungguh kamu tidak akan dapat merasakan manisnya iman sehingga kamu mengerti bahwa perkara yang menimpamu tidak mungkin tidak menimpamu dan perkara yang tidak menimpamu tidak mungkin menimpamu” (Hr. Abu Dawud dari Ubadah bin Shamit untuk anaknya) dan Rasulullah bersabda : Barang siapa mati tanpa beriman kepada takdir, maka dia tidak termasuk dalam golonganku.

Adapun takdir itu sendiri secara prakteknya, menurut islam dibedakan menjadi tiga : (1) Takdir yang bisa dirubah dengan usaha atau ikhtiar, (2) Takdir yang bisa dirubah dengan amal dan, (3) Takdir yang tidak bisa dirubah sama sekali. 

1. Takdir yang bisa dirubah dengan usaha atau ikhtiar, misalnya bila seseorang tidak makan dan minum maka dia ditakdirkan lapar dan dahaga, maka untuk menghilangkan takdir lapar dan dahaga tersebut dia harus makan dan minum. Takdir semacam itu disebut Sunnatullah. Contoh lain dari takdir jenis ini adalah terjadi pada jaman Kholifah Umar bin Al-Khottob. Pada saat itu terjadi dialog antara Kholifah Umar dengan Abu Ubaidah panglima besar islam mengenai wabah yang sedang melanda di Syam:

Umar : Aku tidak melanjutkan perjalanan ini, maka bersiaplah kamu untuk pulang

Ubaidah : Apakah kau akan lari dari takdir (ketentuan Allah)?

Umar : Ya, lari dari takdir Allah kepada takdir Allah yang lain, bagaimana pendapatmu kalau kau membawa ternakmu ke lembah yang mempunyai dua bidang ladang-  yang satu subur, dan yang satu lagi kering, tidakkah kalau kau bawa ke tempat yang subur berarti takdir Allah dan jika kau bawa ketempat yang kering juga dengan takdir Allah?

2. Takdir yang bisa dirubah dengan amal. Seperti sedekah, do’a dan sebagainya, misalnya seorang telah ditakdirkan mendapat kecelakaan tetapi karena ia telah menghabiskan uangnya dijalan Allah maka Allah akan memerintahkan Malaikat-Nya untuk menghapus takdir itu karena uang yang seharusnya untuk biaya pengobatan itu telah diamalkannya. Contoh lain dari takdir ini adalah : seorang pemuda di takdirkan bertemu dengan seorang gadis dari suku tertentu. Mereka saling mencintai dan kelak akan di jadikan istrinya. Namun karena doa dari nenek sang pemuda yang tidak menghendaki perjodohan tersebut terjadi, maka Allah memerintahkan malaikat-Nya menghapus takdir tersebut. Dan akhirnya sang pemuda tidak jadi mempersunting gadis tersebut. 

3. Takdir yang tidak bisa dirubah sama sekali, baik dengan usaha maupun amal, misalnya kematian, karena kematian merupakan ketentuan yang tidak bisa dimajukan maupun dimundurkan walaupun hanya sekejap mata. Selain daripada itu, tak satupun manusia dari dulu sampai sekarang mengetahui kapan tepatnya kematian menjemputnya. Itu rahasia Allah. Manusia hanya bisa menerimanya. Justru karena manusia tidak tahu kapan kematian tersebut datang, maka buat manusia tidak ada pilihan lain kecuali berbuat baik kepada sesama, begitu kata sang filosof besar Jerman Immanuel Kant (1724-1804). Dalam sebuah hadistnya Rasulullah berpesan : Kalau perkara telah menimpamu maka jangan kamu katakan : sekiranya saya berbuat demikian tentu akan terjadi demikian dan demikian, tetapi katakan : Allah telah mentakdirkan dan apapun yang dikehendaki-Nya tentu diperbuatnya (Hr Muslim dan Abu Hurairah R.A) 

Pesan Rasulullah itu dimaksudkan agar umatnya tidak meniru-niru ucapan kaum munafik yang enggan ikut bertempur bersama tentara islam dalam peperangan Uhud. Mereka (kaum munafik) berkata kepada saudara saudaranya : kalau Muhammad dan tentaranya mengikuti nasihat kita untuk tidak bertempur dengan tentara Quraisy di Uhud, tentu mereka tidak terbantai begitu banyak

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kita wajib percaya dengan takdir. Dengan mempercayai takdir berarti kita mempercayai keberadaan-Nya dan takdir itu sendiri ada yang bisa dirubah dan ada yang sama sekali tidak bisa dirubah.

Penulis adalah pemerhati masalah pendidikan tinggal disurabaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu