Dunia Pendidikan: Memberdayakan Generasi Muda | Berita Populer Lazismu

 

Ir Sudarusman. (Dok Lazismu)


LAZISMUSBY.COM 

Memberdayakan Generasi Muda


Sejak awal berdirinya sekolah keberbakatan Muhammadiyah bording Area Sport and Science SMA Muhammadiyah 10 Surabaya hingga saat ini konsisten mempertahankan prinsip memberdayakan generasi muda.


Pada umumnya sebuah sekolah kurang mengoptimalkan peran generasi muda. Berbeda dengan sekolah keberbakatan SMAM-X yang sejak awal sudah berkomitmen untuk memberdayakan generasi muda. Saat awal berdiri SMAM-X, salah satu syarat menjadi guru dan karyawan usianya maksimal 24 tahun. Sehingga sampai saat ini sekolah memasuki usia ke 6 tahun, jumlah generasi muda yang menempati posisi penting masih dominan. Pemikiran bahwa generasi muda miskin pengalaman masih melekat pada sebagian sekolah, sehingga tidak heran bila masih ada lembaga yang kurang memberikan ruang bagi generasi muda.


Namun ada pula sebagian sekolah lain menghargai generasi muda dan mengakui bahwa mereka juga bisa bekerja dengan baik, hanya saja mereka berada pada posisi yang tidak tepat dengan semangat mudanya yang selalu ingin bergerak cepat. Artinya, tugas dan tanggung jawab yang di berikan kepada mereka tidak sesuai dengan karakteristik sebagi kaum muda, kaum perubahan. Secara umum, sekolah keberbakatan lebih dikenal sebagai sekolah prestasi non akademis. Namun, sekolah keberbakatan SMAM-X juga memiliki komunitas Sains Tauhidtik,  komunitas yang dihuni ustadz dan ustadzah muda untuk mempersiapkan siswa mengikuti olimpiade akademis.


Di usia ke 6 sekolah keberbakatan, prinsip memberdayakan generasi muda masih tetap berjalan, karena percepatan teknologi dan ilmu pengetahuan yang terjadi berdampak dalam segala bidang kehidupan tak terkecuali pendidikan. Oleh karena itu, sekolah keberbakatan SMAM-X dalam melakukan rekrutmen pegawai baru tetap mengutamakan generasi muda, dengan harapan mereka tidak akan menemui kesulitan saat dihadapkan dengan era digitalisasi yang terjadi saat ini. Sebab mereka merupakan bagian dari generasi milenial yang siap menghadapi tantangan era 4.0.


Tidak hanya itu, SMAM-X juga membangun fasilitas leterasi berbasis teknologi dan leterasi data dan sedang direncanakan program leterasi humanisme. Mengingat saat ini interaksi yang ada disekitar kita sudah tergantikan oleh kehadiran teknologi.


Dalam semarak milad ke 6 pada 4 mei 2020, sekolah keberbakatan SMAM-X mulai menyampaikan dimulainya konsep baru pembelajaran berbasis class area. Para siswa SMAM-X akan memanfaatkan 5 gedung sebagai sarana proses belajar mengajar, dan masing-masing class area memiliki struktur penanggung jawab, dan yang menduduki posisi penting tersebut adalah para generasi muda. Karena saat ini yang dibutuhkan sekolah bukan hanya orang pintar, namun yang dibutuhkan kemampuan berkomunikasi. Dari persyaratan tersebut, sekolah harus sudah mulai menyadari bahwa sesungguhnya hari ini kita perlu melakukan revitalisasi sistem pendidikan, pertanyaannya siapa yang paling tepat untuk melalukan? Jawabnya generasi muda.


Mengapa harus generasi muda, selain era digitalisasi, dan era Revolusi Industri 4.0, dunia pendidikan juga akan diwarnai dengan era big data. Dalam era big data ini adalah dimana semua pengetahuan sudah tersedia secara digital. Sehingga saat ini guru dituntut untuk memahami materi ajar tidak terpangku pada buku, tetapi pada literasi data. Mengingat kemudahan mengakses informasi yang diinginkan bisa dilakukan melalui literasi data tersebut. Prosesi itu semua, akan jauh lebih tepat apabila pelakunya generasi muda.


Dan yang paling penting bagi generasi muda yang diberikan kepercayaan sebagai pimpinan harus tetap mau menjadi pendengar yang baik, mau jadi pembelajar yang baik, jangan sampai merasa paling bisa. Artinya, generasi muda ini harus memilki visi kedepan, mampu melihat masa depan. Jika mereka hanya berpikir sekarang, para peserta didik yang dihasilkan tidak akan bisa menjadi apa-apa karena ilmu pengetahuan yang mereka terima sudah tidak relevan dengan dunianya saat itu.


Hampir 99 persen pemegang jabatan penting di sekolah keberbakatan SMAM-X generasi muda.  Mulai dari waka, wali kelas, kepala urusan, koordinator, tenaga administrasi hingga penanggung jawab class area seluruhnya dijabat generasi muda. Selain jabatan strategis, guru hingga petugas kebersihan, hampir seluruhnya dijabat generasi muda.


Dengan memberdayakan generasi muda, sekolah mengupayakan agar semua generasi muda yang menjadi bagian dari sekolah keberbakatan SMAM-X mendapatkan kesempatan untuk mengabdi dengan tenang. Selain itu, dari sisi kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian. Dengan begitu generasi muda akan mampu mencetak generasi penerus yang cerdas dan berakhlak mulia. (Ir Sudarusman)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu