Romadhon Bulan Kebersamaan Umat | Berita Populer Lazismu

 

ROMADHON BULAN KEBERSAMAAN UMAT

Abdul Hakim



وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا


“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara”. QS Ali Imron 103

Bagi umat Islam (orang beriman), Romadhon adalah bulan istimewa. Selain menunaikan ibadah wajib puasa sebulan penuh, di bulan penuh kemuliaan itu, umat Islam melakukan apreiaasi terhadap Alquran, kitab suci yang menjadi pedoman hidup utama, di samping Alhadits yang menghimpun sunnah-sunnah Rosululloh Muhammad saw. Romadhon memang disadari sebagai  bulan terbaik bagi kaum  muslimin untuk menata kehidupan diri, keluarga dan kehidupan umat. 

Momentum untuk terus menata diri adalah seruan Alloh dalam Alquran, serta teladan kenabian dan para salafushsholih. Perintah untuk istiqomah  berbenah itu bahkan kian terasa sebagai tuntutan zaman, ketika berbagai krisis terjadi di tengah kehidupan umat, baik dalam skala lokal, nasional, maupun global. Berbagai krisis, baik dalam bidang keagamaan, ekonomi, social, pendidikan, politik, hukum, budaya, dan keamanan tengah menimpa dan menguji umat Islam. Terlebih di masa pandemi covid 19 yang sudah melanda dunia lebih dari setahun ini. 

Berbagai krisis yang terjadi di masa pandemi covid 19 ini memang harus kian menyadarkan umat Islam untuk melakukan introspeksi, meluruskan visi-misi kehidupan, meneguhkan persatuan dan kebersamaan umat, dan meningkatkan kepedulian social  dalam semua lini  kehidupan. Tidak tertutup kemungkinan isu wabah atau pandemic Covid 19 ini memang direkayasa oleh kekuatan politik dan ekonomi global, kaum politisi dan  kapitalis sekuler yang hendak melumpuhkan dan menundukkan negara berkembang, khususnya negara berpenduduk mayoritas muslim.

Alquran sendiri berulang mengingatkan agar umat Islam waspada terhadap  rekayasa kaum kafir, musyrik, dan munafik, atau kaum Yahudi, Nasrani, daan Majusi  yang bahu membahu hendak melumpuhkan umat Islam dengan berbagai modus isu keagamaan, politik, ekonomi, pendidikan, hukum,  social, budaya, iptek dan hankam.alquran mengingatkan karakter orang kafir itu liberal atau bebas nilai dan destruktif atau suka merusak. Mereka tidak bergeming dengan nasihat, peringatan dan teguran.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk ". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” QS Albqoroh 120

Demi mengantisipasi berbagai tipu daya mereka yang sering menghalalkan segala cara, Alquran mengingatkan umat  Islam agar meneguhkan persatuan, menegakkan amar makruf dan nahi munkar, mewujudkan pendidikan Islam, tolong menolong sesama mukmin, berdakwah dengan santun, bijak dan adab, bersikap tegas terhadap orang kafir dan berkasih sayang sesama mukmin, memilih pemimpin mukmin yang kompeten, amanat dan adil; mengembangkan ilmu dan teknologi demi kemaslahatan semesta, menunaikan zakat, infaq dan sodaqoh demi menyantuni kaum lemah dan kemaslahatan umat. Semua seruan Alquran itu tentu karena orang beriman mengemban amanat hablun minalloh dan hablun minannas, sebagai abdullah, sekaligus sebagai khalifah-Nya.

Berbagai isu kehidupan local, nasional dan global harus menjadi wahana pencerdasan dan pencerahan umat Islam. Khususnya di bulan Romadhon, bulan pencerahan umat ini. Merebaknya pandemi Covid 19 ini dengan berbagai efek domino yang diakibatkan, harus bisa mencerdaskan, mencerahkan, dan meneguhkan kepekaan spiritual,  emosial, dan komitmen sosial. Bukan sebaliknya, melemahkan banyak sisi kehidupan. Umat Islam harus selektif memilah dan memilih informasi agar  tidak terperangkap ke dalam kanal hoax yang sengaja dijadikan senjata untuk mengaduk, mengadu domba, dan memecah belah umat Islam khususnya.

Inilah bulan motivatif dan inspiratif terbaik, saat Alquran diturunkan agar umat Islam memperbaiki sikap konsistennya terhadap kitab mukjizat ini sebagai sumber hidayah, sumber nilai kebajikan, dan peneguh sikap.  Agar setiap mukmin membangun kebersamaan memilih yang benar dan meninggalkan yang batil; memilih yang halal dan meninggalkan yang haram, memilih pahala dan meninggalkan dosa. Saat terbaik menjadikan amanat dunia sebagai wasilah meraih ampunan, kemashatan, dan keselamatan  akhirat sebagai tujuan utama.

Inilah bulan pemersatu, saat setiap mukmin berjamaah mengapresiasi Alquran, demi memperbaiki kualitas individu, keluarga, pendidikan, ekonomi, politik, hukum, budaya,  ilmu dan teknologi menjadi wasilah rohmatan lil alamin. Saat terbaik mewujudkan komitmen social dengan menyerahkan zakat, infak, dan sodaqoh terbaik untuk pemberdayaan para mustahik. 

Inilah Romadhon pencerah agar hidup tidak terjebak rutinitas meraih target pragmatis dan hedonistis, pemujaan terhadap materi, serta pemuasan nafsi-nafsi. Agar setiap mukmin bersama  mengikuti pembinaan terbaik demi mengelola nafsu  agar  tidak  liar seperti anjing yang  hanya menuruti nafsu sang majikan yang  rakus dunia dan menghalalkan hasrat syahwatnya. 

“Dan, kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menuruti hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing,” QS Al-A’rof 176.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu