Lentera Hati: Rantai Kebaikan | Berita Populer Lazismu

 

Ustadz M Khoirul Anam, MPdI. (Dok Lazismu)


RANTAI KEBAIKAN

Malam itu, udara dingin terasa  menusuk tulang, nampak seorang setengah baya sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. wajahnya yang memunculkan kecemasan dan ketakutan se akan tidak bisa di sembunyikan. Tak jauh dari si wanita berdiri, nampak seorang pria yang memperhatikannya. Bapak ini nampaknya tahu bahwa si wanita tersebut memerlukan pertolongan. Segera pria ini menghentikan sepeda motornya di depan mobil wanita itu dan keluar menghampirinya. 

Meskipun pria ini tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya dalam beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria ini kelihatannya tidak baik. ia kelihatan miskin dan kelaparan. Sang pria ini bisa melihat, bahwa wanita ini sangat ketakutan, ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. ketakutan membuat sang wanita ini semakin kedinginan.

Sambil tetap tersenyum sang pria ini berkata “ saya ke sini bermaksud akan menolong anda, nyonya bisa masuk kedalam mobil saja biar tidak kedinginan. Ngomong-ngomong nama saya Bryan Anderson.” 

Sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita se usianya, kejadian tersebut cukup buruk baginya. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak beberapa kali jari-jemarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu. namun akibatnya ia jadi kotor dan tanganya sedikit terluka. Ketika pria itu mengencangkan baut roda ban, wanita itu membuka kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berhutang budi atas pertolongan pria itu.

Bryan hanya tersenyum, ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu.  selanjutnya wanita tersebut berkata “berapa yang harus saya bayar sebagai ganti ungkapan terima kasih saya pak? Berapapun yang anda katakan akan saya penuhi sebagai wujud terimah kasihku, saya tidak bisa membayangkan akan ada kemungkinan kejadian yang mengerikan kalau anda tidak menolongku.”

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan dan Tuhan mengetahuinya, bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.

Bryan mengatakan kepada wanita itu, “kalau seaindainya engkau mau membalas kebaikanku, maka cukuplah di lain waktu saja kalau ada orang lain yang membutuhkan bantuan  dan ibu bisa membantu maka bantulah orang tersebut, dan saat itu ingatlah saya. “Wanita itu pun tersenyum dan masuk ke dalam mobil. Sementara Bryan menunggu wanita itu sampai menyalakan mobil dan berlalu meninggalkanya. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, tapi Bryan merasa nyaman, dan beranjak menembus kegelapan malam.

Beberapa kilomater dari tempat itu, sang wanita melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis. Mekipun ia tidak dapat menyembunyikan kelelahannya sepanjang hari berdiri. Sang wanita melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil tua sekitar delapan bulanan. Namun pelayan itu tetap semangat dalam pelayanannya di restorant. Wanita itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan sesuatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita itu ingat dengan Bryan.

Setelah wanita itu menyelesaikan makananya, ia membayar dengan uang kertas $100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian  kepada wanita itu, namun sayang sekali, wanita itu sudah pergi. Ia bingung mau dicari kemana wanita itu! kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.

Ada butiran air mata yang mengalir membasahi pipinya setelah membaca tulisan wanita itu, “ engkau tidak berhutang apa-apa padaku. Saya juga pernah di tolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan, jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu. Di bawah lap ini terdapat 4 lembar uang   kertas $100 lagi. Ambillah!!.

Malam semakin larut, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples-toples yang kosong juga perlu diisi, segera ia bereskan semua. Setelah itu ia pulang ke rumah. Saat menaiki ranjang ia berpikir tentang uang itu dan apa yang di tulis oleh wanita dermawan tadi. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang sebesar ini.

Ia tahu betapa khawatir suaminya tentang keadaan mereka, dalam mempersiapkan diri menyambut sang jabang bayi, butuh uang yang tidak sedikit. Terima kasih Tuhan! Di lihatnya sang sumai yang sudah tertidur. Pelayan wanita itu memberi ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, “segalanya akan beres, kita akan menyambut bayi kita dengan senyum bahagia. Aku mengasihimu, Bryan Anderson!” (sumber : www.inspirasijiwa.com)

Apakah anda termasuk penikmat berbuat baik? apakah saudara termasuk aktivis kebajikan? Sungguh berbahagialah karena kebaikan yang kau tanam akan berbuah manis sepanjang masa baik di dunia dan di akhirat. Jangan pernah berhenti berbuat baik. jadikanlah kebaikan saudara menjadi mata rantai yang selalu sambung – menyambung dengan siapapun. Niscaya kita akan panen kebaikan, dan akan hadir kejutan-kejutan kebahagian mengiringi kehidupan kita.

Kebaikan yang kita tanam pada hari ini kepada siapapun, yakinlah esok kita akan menuainya, dan mungkin pada waktu menerima kebaikan itu kita tidak menyangkanya, Dan saat itu kita akan merasakan sensasi kebahagiaan yang tiada terkira. Berbuat baik jangan pernah memilih dan memilah, alirkanlah kebaikanmu laksana air yang mengalir. Kelak kita akan menemukan muara kebahagiaan itu. camkan firman Allah berikut ini! “seseorang itu akan mendapatkan pahala (dari kebajikan) yang di usahakanya dan ia mendapatkan siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.“ Al-baqoroh : 286.

Jadi tunggu apalagi segera beri kebahagian kepada orang lain. Dan rasakan kebahagiaan yang sama yang juga mnyelimuti saudara.  “ Wallahu ‘alamu bish-showab “

Pencerahan : Berbuat baiklah laksana angin sumilir, engkau akan teduh dalam kedamaian dan kebahagiaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu