Dakwah Konstruktif | Berita Populer Lazismu

 

Andi Hariyadi. (Dok Lazismu)


DAKWAH KONSTRUKTIF

Al Baqarah ayat 11 – 12 :

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِى الْأَرْضِ قَالُوٓا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

11. Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". mereka menjawab: "Sesungguhnya Kami orang-orang yang Mengadakan perbaikan."

أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلٰكِنْ لَّا يَشْعُرُونَ

12. Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

Seruan dakwah Islam senantiasa menuju perbaikan dari kondisi kerusakan baik yang bersifat personal maupun sosial agar tidak terjerumus pada lubang yang sama berupa keterpurukan berkepanjangan. Metode dakwah Rasulullah Muhammad SAW dijaman kejahiliyahan dihiasi dengan keteladanan yang sempurna, mencerahkan dan memuliakan merubah dari sikap, mental dan pemikiran yang destruktif menuju konstruktif menjadikan kesadaran tauhid sebagai pondasi peradaban untuk melahirkan generasi-generasi  cemerlang, istiqomah dalam perjuangan,  peduli pada keummatan, dan terdepan membawa misi risalah Islam.

Sentuhan dakwah Rasulullah Muhammad SAW saat itu benar – benar membukakan mata hati yang selama ini tertutup dengan arogansi kesewenangan, berubah menjadi pribadi penebar amal soleh sebagai pilar tegaknya kemuliaan hidup ditengah keserakahan, permusuhan, kedzoliman dan kebodohan. Konsistensi kesantunan menjadikan sosok Abu Bakar Ash Shidiq, Ustman Bin Affan dan Sahabat lainnya menyerahkan sebagian harta kekayaan yang dimiliki dishodaqohkan untuk perjuangan dakwah Islam yang saat itu membutuhkan finansial, demikian pula Umar Bin Khotob yang berkaraker disiplin dan tegas tetapi masih memiliki kelembutan hati yang peduli serta  memberikan keteladanan sebagai sosok pemimpin yang amanah atas jabatannya dan tidak ingin ada ummatnya yang menderita akibat kemiskinan, bahkan rela bekurban melayani ummatnya, bukan sebaliknya. Begitu pula sosok Ali Bin Abitholib, kesederhanaannya menjadikan semakin tinggi derajat kemuliaannya. Uswah Hasanah  Rasulullah Muhammad SAW mengukir kuat melanjutkan keteladanan pada diri para Khulafaur Rosyidin beserta para Sahabat lainnya. 

Keteladaan perjuangan berdakwah yang konstruktif tersebut memberikan inspirasi pada kita untuk mampu melanjutkan perjuangan keteladanan, jangan ada kata lelah atau merasa berat apalagi lari dari perjuangan lebih memilih di zona aman, nyaman yang zero tantangan. Mengingat masih banyak yang bisa kita lakukan dalam memberikan yang terbaik atas problem yang ada, lebih lebih seperti diingat firman Allah SWT pada surat di atas, adanya mereka yang merasa berbuat terbaik pada hal melakukan pengrusakan. Pernyataan ini membukakan hati dan pikiran kita, tidak sekedar mencari siapa dan apa identitasnya tetapi juga diperhatikan bagaimana pola gerakannya. Ayat ini sebagai petunjuk kepada kita adanya ketidaksesuaian antara apa yang diperankan selama ini, seakan memberikan solusi konstruktif tetapi sesungguhnya membawa persoalan destruktif.

Perbedaan pola desktruktif dan konstruktif sangatlah berbeda, yang pertama tampaknya terlihat bagus, simpati, peduli, bahkan rela berkurban, sehingga janganlah kita dikecohkan oleh tampilan saja, karena ada sesuatu yang diagendakan dan memiliki kepentingan tertentu, stimulus yang diberikan jika tidak ada penolakan akan menguasai dan mengedalikan apa yang selama ini dilakukan, program pengrusakan dipoles menawan seakan penuh kebaikan. Dan yang kedua, sejak awal niatan dan perencanaan hingga aksi yang diakukan benar-benar untuk kebaikan, sehingga diperhitungkan agar tidak membawa dampak kerugian baik dari aspek spiritual, finansial dan sosial, serta terbuka bahwa agenda yang dilakukan benar-benar menjadi solusi yang terbaik.

Dakwah konstruktif dilandasi ketauhidan, dimana keimanan yang ada mampu menumbuhkan kesadaran spiritual untuk menyempurnakan ketaatan beribadah, mencerahkan kesadaran sosial dengan menebar akhlaqul karimah, dan kesadaran finansial meningkatkan kepedulian, mau berbagi dengan setulus hati. Dakwah konstruktif merupakan wujud dakwah Islam yang membawa perubahan yang lebih berarti, dari hina ke mulia, dari menderita menjadi sejahtera, dari ketersesatan menjadi dilimpahi hidayah, dari terpuruk menjadi unggul. Semangat perubahan dakwah konstruktif seharusnya menjadi sikap perjuangan kita bersama, lebih lebih aksi destruktif semakin masif, pengrusakan dianggap perbaikan, konspirasi korupsi dianggap hal biasa, melakukan kedholiman sesuai pesanan.

Materi dakwah konstruktif tidak sekedar wacana dan bahan diskusi semata, tetapi benar-benar menjadi kebutuhan nyata untuk memenuhi kedalaman spiritual sehingga beragamanya penuh kebermaknaan, serta mencerahkan pemikiran yang tidak terjebak oleh pemikiran yang dangkal, minim wawasan, mudah berperilaku kasar dan kekerasan, apalagi perilaku teror yang jelas merugikan, dan mampu menguatkan aksi pemberdayaan sehingga kesejahteraannya terpenuhi. Ada beberapa pesan dakwah konstruktif di dalam Alqur’an, diantaranya surat An Nahl 78 untuk bersyukur mendayagunakan kompetensi dasar yang dimiliki manusia;  Surat Al Mujadallah 11 ketinggian derajat bagi mereka yang beriman dan berilmu; Fushilat 8 kedudukan orang yang berimandan beramal sholeh; Al Maidah 2 program ta’awun, kerjasama dalam kebaikan; Surat Al Ma’un pentingnya kepedulian sosial; Al Maidah 8 untuk selalu menegakkan keadilan, dan masih banyak ayat-ayat alqur’an lainnya.

Dakwah konstruktif melanjutkan dakwah lisan menuju gerakan kepedulian, mengkonstruksi dakwah bil hal dengan beragam penanganan yang penuh tantangan, berkutat dari zona aman dan nyaman menuju rotasi perjalanan pendakian tajam, penuh resiko, banyak pengorbanan, semangat keikhlasan memberikan keidhoan-Nya. Semoga kita diberikan kemampuan untuk istiqomah dengan dakwah konstruktif menuju capaian derajat kemuliaan, mengisi perubahan dengan yang lebih berarti. 

Drs. Andi Hariyadi

Ketua Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu