Ucapan Yang Baik | Berita Populer Lazismu

 

Wiwin Aniyati, SPd

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَّا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)." (QS. Qaf 50: Ayat 18)


Ucapan mungkin dianggap sebagai hal sepele. Namun siapa sangka apa yang keluar dari lisan membawa efek luar biasa. Pepatah lama mengatakan lidah lebih tajam dari pedang. Pepatah tersebut tidak salah, karena Ketika kita terkena benda tajam katakanlah belati dan sejenisnya, luka yang dihasilkan bisa sembuh paling lama dua sampai tiga bulan. Tetapi sebuah ucapan negatif akan membutuhkan waktu lebih lama bahkan seumur hidup untuk menyembuhkannya.

Sesuai ayat Al Quran surat Al Qaf ayat 18 yang menjelaskan bahwa ada malaikat yang bertugas mengawasi dan mencatat apa yang diucapkan oleh lisan. Sebenarnya ayat tersebut mengingatkan hambanya untuk selalu berhati-hati dalam berucap karena ucapan adalah doa, baik ucapan positif maupun negatif. 

Saya masih mengingat betul yang pernah disampaikan oleh dosen mata kuliah Phsyco Linguistik, Beliau mengatakan bahwa kekuatan terbesar dari manusia terdapat pada pikirannya. Apa yang kita pikirkan dan ucapkan akan menjadi manifes dalam kehidupan yang sebenarnya. Itulah sebabnya saat ini banyak praktisi yang menggunakan metode self healing untuk mengatasi problem pribadi yang menitik beratkan pada kekuatan pikiran dan kata-kata.

Seperti proses alam “Gema”. Ketika kita berdiri di sebuah tebing lalu berteriak maka kita akan menerima bunyi pantulnya. Jika kita berteriak dan berkata “ Saya hebat” maka kata hebat lah yang terpantul berulang-ulang ke diri kita. Sebaliknya jika kita mengatakan kata negatif kata itulah yang akan kita dapatkan. Dari gema Allah telah memberitahukan kepada manusia agar lebih berhati-hati dalam berkata baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Pernahkah kita diminta atau diamanahi oleh seseorang untuk melakukan sesuatu lantas kita mengatakan “Maaf saya tidak bisa”?. Jika pernah, kita sama. Terkadang tanpa disadari kita sering mengatakan saya capek, malas, saya tidak pantas dan kata negatif lainnya. Sebenarnya kata-kata tersebut membuat blocking potensi terbaik yang ada dalam diri kita. Perasaan rendah diri membuat kita tidak berkembang karena takut gagal sebelum bertindak. Padahal kebanyakan orang yang meraih kesuksesan dalam hidup adalah dia yang berani keluar dari zona nyamannya.

Otak akan lebih mudah memproses kata negatif daripada kata positif. Oleh karena itu, ubahlah kata negatif menjadi “Insya Allah saya bisa, saya semangat, saya pantas dan layak serta kata positif lainnya. Kata positif yang kita ucapkan akan memberikan vibrasi positif pula sehingga potensi terbaik yang ada dalam diri dapat berkembang dan menjadikan kualitas hidup kita lebih baik lagi. (Wiwin Aniyati, SPd)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu