Dunia Pendidikan: Mau Mendengar | Berita Populer Lazismu

 

Ir Sudarusman (Dok Lazismu)

LAZISMUSBY.COM 


MAU MENDENGAR 

Aktivitas mendengar terdengar sebagai hal yang mudah, namun sulit dipraktikkan. Tak banyak orang mau mendengarkan. Sebaliknya, orang ingin lebih didengar. Orang lebih Sering menasehati, berkomentar dan juga mengkritik orang lain. Tak banyak orang yang dengan ikhlas dan sabar mendengarkan dan mau menerima nasehat, komentar, juga kritik dari orang lain.


Dalam pendidikan, kepala sekolah sebagai pimpinan pada umumnya banyak berbicara kepada bawahannya. Sebagai seorang pemimpin mereka merasa lebih tinggi dan ingin semua bawahannya mendengarkan apa yang ia katakan. Sebagai pimpinan sekolah, sebagian orang terbawa rasa kebanggaan diri dan rasa berkuasa sehingga mereka merasa paling benar. Mereka mengambil keputusan seenaknya dan cenderung diktator. Hal ini sering kita jumpai. Tidak sedikit ada pimpinan sekolah yang tidak menerima pendapat guru dan karyawannya karena dirinya yakin bahwa ia lebih pintar.


Iya menutup mata dari nasehat dan masukan orang lain padahal bisa jadi masukan orang lain Lebih baik dan bisa mendatangkan keuntungan bagi sekolahnya. Namun, karena sifatnya yang egois maka ia tidak bisa mencapai banyak kemajuan. Itu semua tidak pernah terjadi pada sistem pendidikan di sekolah keberbakatan Muhammadiyah boarding Area Sport, Art and Science SMA Muhammadiyah 10 Surabaya disingkat MBA Spartans SMAM-X, karena semua pimpinan di sekolah keberbakatan SMAM-X sangat memahami apa yang seharusnya ia perankan sebagai pendengar yang baik. Karena bawahan membutuhkan bimbingan sehingga dapat menumbuhkembangkan sekolah. Proses bimbingan itu tidak akan berjalan dengan baik, jika sebagai pimpinan tidak memiliki kemampuan mendengarkan segala bentuk ungkapan, baik pertanyaan, keluhan bahkan protes dari bawahannya. Maka dari itu, di SMA-X hubungan antara pimpinan sekolah dengan guru dan karyawan, bahkan dengan siswa sangat dekat, akrab dan bahagia. Bahagia artinya tidak mudah marah dan mau menjadi pendengar yang baik.


Tidak hanya dekat dan akrab serta mau mendengarkan, pimpinan di sekolah keberbakatan SMA-X memiliki prinsip Bahagia itu indah. Sebagai pimpinan sekolah harus bisa memilih kata-kata yang indah yang akan disampaikan terhadap bawahannya. Dengan harapan, melalui kata-kata yang indah bawahan akan tertarik mendengarkan, sehingga tercipta kedekatan, kehangatan serta keakraban bahkan muncul kebahagiaan.


Mengapa SMA-X memiliki prinsip "guru yang mau mendengar"? Guru yang memiliki kemampuan mendengarkan akan menciptakan kenyamanan dalam interaksinya dengan peserta didik. Kesediaan untuk menerima segala ungkapan dengan terbuka, akan menumbuhkan kesadaran di pihak peserta didik akan adanya tempat bersandar, tempat bertanya serta tempat berkeluh kesah. Dan semua itu sudah dilakukan oleh ustadz dan ustadzah SMAM-X hingga saat ini, dengan demikian para ustadz dan ustadzah SMAM-X telah menampilkan sosok pemimpin yang menghadirkan perlindungan bagi peserta didiknya.


Jika yang dilakukan ustadz dan ustadzah SMAM-X adalah sebaliknya, sekolah akan memberikan sanksi berupa teguran. Artinya mereka kurang bisa menjadi pendengar yang baik alias kurang dewasa, mereka selalu menyamakan peserta didik dengan orang yang sudah dewasa yang setiap berkata dan bertindak selalu benar dan baik. Tidak jarang muncul ungkapan-ungkapan yang menjengkelkan, menyinggung perasaan bahkan membentak dan memarahi. Mereka tidak menyadari posisi para peserta didik yang masih belajar dan berkembang, yang sangat wajar jika mengungkapkan hal-hal yang terkadang salah. Intinya di SMAM-X tidak boleh ada guru kurang dewasa atau tidak mau menjadi pendengar yang baik.


Karena mendengarkan bagi guru tidak hanya aktivitas fisik dan kognitif, namun juga emosi. Mendengarkan dengan baik berarti memperhatikan dan menyimak dengan sungguh-sungguh apa saja yang disampaikan, baik berwujud pertanyaan, keluhan, ungkapan perasaan, bahkan juga sanggahan, baik saat proses belajar mengajar di kelas maupun saat pembelajaran diluar kelas. Untuk melakukan itu semua dibutuhkan kesabaran, tak jarang para peserta didik mengungkapkan hal-hal yang sulit dimengerti, bahkan terkadang menyinggung perasaan.


Dengan demikian, menjadi pendengar yang baik merupakan keahlian yang harus dimiliki oleh semua orang tidak hanya seorang pimpinan. Banyak manfaat yang akan diperoleh Ketika seseorang menjadi pendengar yang baik yaitu: orang lain akan lebih mudah menyampaikan informasi, hubungan kerja akan semakin harmonis, dan pembicaraan dua arah akan terjadi dengan sempurna. Yang perlu dipahami bersama orang yang memiliki kemampuan mendengar akan lebih dihormati dan disegani orang lain. Hal ini semakin memperjelas bahwa mendengarkan menjadi penting jika seseorang menginginkan penghormatan dan penghargaan dari orang lain. (Ir Sudarusman)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu