Pengantar Redaksi: Innaa Lillahi Wainnaa ilaihi raaji'uun | Berita Populer Lazismu

 

Abdul Hakim (Dok Lazismu)


INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN

Para donatur dan muzakky yang dirahmati Alloh. Salah satu pesan utama Alquran atau Hadits Nabi adalah tentang kematian. Mati itu pasti. Setiap saat kita ditunjukkan keniscayaan ini. Kematian memutus seluruh aktivitas manusia di dunia fana ini. Kematian akan mengantar manusia ke alam barzakh dan alam akhirat yang begitu panjang tak terhingga. 

Pejabat mati, rakyat pun mati. Kyai, guru, pengusaha, politisi, dokter, dan pembantu akan mengalaminya. Kaya mati, miskin pun mati. Ya, bila ajal datang, tak ada yang bisa menunda sesaat pun, tak ada pula yang bisa mempercepatnya. Segenap makhluk akan silih berganti menjemput sunnatulloh berupa maut ini. Karena itu, Rosululloh Muhammad saw pernah bersabda,  hamba yang ingat mati dengan cara merawat iman, ilmu,  dan  beramal salih sebagai investasi akhirat adalah salah satu tanda kecerdasan. 

Meskipun mati itu pasti, setidaknya ada empat misteri kematian yang perlu kita apresiasi. Pertama, kita tidak tahu kapan mati. Mati saat usia muda, remaja, atau tua. Mati saat sehat, sakit, miskin, atau kaya, atau mati saat sholat, membaca Alquran, saat berolah raga, saat menyanyi, atau saat bermain.  Tak seorang pun yang bisa dengan pasti meramalkannya. 

Kedua, kita tidak  tahu dimana kematian kita. Di rumah, di jalan, di tempat kerja, di masjid, di warung, atau  di medan fi sabilillah. Di darat, di laut, atau di udara, atau di dalam benteng tersembunyi? Di negeri sendiri, atau di  negeri orang? 

Ketiga, kita tidak tahu dengan cara atau sebab apa kita mati. Mati normal, mati bunuh diri, atau mati dibunuh. Mati digulung bencana alam, banjir bandang, tanah longsor, mati ditembak, digantung, dimutilasi, disiksa, mati karena TBC, diabetes, gagal ginjal, jantung, Covid 19, atau sebab lainnya. dan, masih banyak lagi cara dan penyebab kematian.

Keempat, ada dua kualitas kematian. Mati husnul khotimah dan mati su’ul khotimah. Mati mulia dan mati hina. Mati syahid dan mati sangit. Setiap kita tidak tahu bagaimana kualitas kematian kita. Sebagai mukmin, tentu kita mendambakan mati khusnuh khotimah atau mati mulia. Diampuni dosa-dosa, diterima amal kita, serta dianugeerahi sorga. Tak seorang pun yang berharap mati hina atau su’ul khotimah.

Alloh memberi banyak jalan agar seorang mukmin meraih mati husnul khotimah. Merawat iman,  ilmu, dan amal salih sebagai indikator ketakwaan adalah sederet syaratnya. Menjadikan hidup sebagai ladang ibadah hablun minalloh dan hablun minannas adalah kiat meraih husnul khotimah. Menyalurkan harta zakat, infak, dan shodaqoh untuk memenuhi hak fakir-miskin, yatim, dan setiap amal fi sabilillah adalah sederet wasilah meraih mati mulia. Semoga kita semua dimudahkan Alloh untuk meraih husnul khotimah. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu