Mata Hati: Merasa Menang | Berita Populer Lazismu

 

Muhammad Khoirul Anam, S.PdI


Merasa menang


“ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya dan Allah membalas tipu daya mereka, dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya “. (QS Ali ‘Imron : 54)

“ Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu  melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Maka barang siapa beriman dan mengadakan kebaikan, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati “. (QS Al-An’am : 48)

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi dan milik Allah swt, Dzat yang tidak ada sekutu bagi-Nya, yang tidak memerlukan apa dan siapapun, dan hanya kepada-Nya sajalah semua makhluk beribadah.

Salawat dan salam semoga selalu tersampaikan kepada nabi Muhammad saw, penutup risalah para nabi dan rasul utusan-Nya

Kita mengetahui bahwa dalam Al-Qur’an, Allah swt menceritakan tentang kehidupan dan akhir dari hidup orang-orang terdahulu. Cerita tentang orang-orang yang beriman dengan akhir hidup yang menyenangkan, dan juga tentang orang-orang yang kafir dengan akhir hidup yang menghinakan.

Tulisan ini kami awali dari kisah nabi Ibrahim as. Dalam Q.S. Al-Anbiya’ ayat 51 sampai 70 yang intinya bahwasanya sebagai seorang nabi dan rasul, tentu nab Ibrahim as menyampaikan da’wah tauhid. Menerangkan kepada keluarga dan kaumnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, sedangkan patung-patung sesembahan mereka hanyalah makhluk yang tidak bisa mendatangkan manfaat dan mudharat sedikitpun. Ajakan nabi Ibrahim as tidak direspon oleh kaumnya. Untuk membuktikan kebenaran ucapannya, maka di suatu hari Ibrahim as dengan menggunakan kapak menghancurkan patung-patung tersebut dan menyisakan yang besar seraya mengalungkan kapak itu di tangan patung yang besar.

Bukan main kagetnya penduduk kota itu manakala mengetahui bahwa patung sesembahan mereka telah rusak, dan mereka mengambil kesimpulan bahwa yang telah merusaknya tentu Ibrahim. Mereka mengadukan hal tersebut pada raja Namrudz, dan raja itu pun murkanya luar biasa. Hingga akhirnya raja itu mengambil kesimpulan, kalau Ibrahim tidak dilenyapkan  (bunuh) tentu akan mengganggu kedudukannya sebagai raja. 

Ditangkaplah Ibrahim dan diperintahkan untuk di bakar hidup-hidup. Mereka segera mengumpulkan kayu bakar yang luar biasa banyak dan membakar Ibrahim. Pada saat membakar nabi Ibrahim, Namrudz merasa menang dan dia yakin Ibrahim pasti akan binasa. Allah swt berkehendak lain. Dia selamatkan Ibrahim as dengan memerintahkan api untuk dingin dan tidak membakar tubuhnya.

Kisah kedua tentang nabi Musa as  dan nabi Harun as. Q.S. Al-a’rof ayat 103 sampai 122 diceritakan bahwa nabi Musa as dan nabi Harun as diutus Allah swt kepada Fir’aun dan kaumnya untuk menyembah hanya kepada Allahswt saja. Fir’aun minta bukti kepada Musa kalau dia memang seorang nabi. Maka Allah swt perintahkan Musa as untuk melemparkan tongkatnya dan seketika tongkat itu berubah menjadi ular yang nyata. Dan Musa as mengeluarkan tangannya maka seketika itu juga tangannya jadi putih dan bersinar. Tapi Fir’aun dan kaumnya menyangkal dan mengatakan bahwa Musa as itu pandai melakukan sihir dan hendak mengusir kita dari negeri ini.

Singkat cerita nabi Musa as dan kaumnya di kejar Fir’aun dan bala tentaranya hingga di tepi laut. Pada saat itu Fir’aun merasa menang karena dia yakin akan bisa membunuh nabi Musa as dan pengikutnya. Dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman yang artinya “ Lalu Kami wahyukan kepada Musa “ Pukullah lautan itu dengan tongkatmu, maka terbelahlah lautan itu dan tiap tiap belahan seperti gunung yang besar “. (Q.S Asyu’ara ayat 63)  Nabi Musa as dan kaumnya menyeberang dan diselamatkan Allah swt, sedangkan Fir’aun dan bala tentaranya tenggelam dan dibinasakan oleh-Nya. 

Begitu juga kisah yang ketiga, tentang sosok mulia nabi Muhammad saw dalam menegakkan kalimat tauhid dan mengajak manusia untuk menyembah dan sujud hanya kepada Allah swt. Cacian, hinaan, ejekan, siksaan bahkan upaya pembunuhan kerap beliau alami. Pada saat melakukan kekerasan itu, orang-orang kafir merasa menang dan berharap nabi Muhammad saw mau menghentikan da’wahnya. Sampai Allah swt wahyukan kepada beliau untuk berhijrah. Sejarah mencatat pada akhirnya kalimat Allah swt sajalah yang berjaya di muka bumi ini. 

Saudara, merasa menang merupakan sifat yang harus dijauhi karena sifat ini bisa menimbulkan perasaan merasa lebih hebat dari yang lain. Nabi Ibrahim as, nabi Musa as dan juga nabi Muhammad saw dalam menda’wahkan Islam awal mulanya hanya seorang diri. Kalkulasi manusia normal, tentu nabi Ibrahim as akan kalah melawan Namrudz, nabi Musa as akan kalah melawan Fir’aun, dan nabi Muhammad saw akan kalah melawan para pembesar Quraisy. 

Saudara, selama kita berjalan dalam hal yang haq, maka yakinlah bahwa Allah swt akan menjadi pelindung kita. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah swt.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu