Amanah: Mengambil Hikmah Di Balik Musibah | Berita Populer Lazismu

 


MENGAMBIL HIKMAH DI BALIK MUSIBAH

Oleh : Sunarko, S.Ag, M.Si)*


Para Muzakki, donatur dan para dermawan muslim yang di cintai Allah SWT. Puji syukur tiada hentinya kita ucapkan atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Semoga buah dari kesyukuran itu kita selalu diberikan kesehatan, umur panjang, rezeki yang melimpah barokah, keluarga yang sakinah,  bermanfaat bagi sesama dan husnul khotimah. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin. 

Para muzakki,  donatur dan pembaca yang budiman, sebagaimana kita lihat dan saksikan bersama sejak pertengahan bulan Maret 2020 hingga sampai saat ini kita masih diuji Allah berupa Pandemi Covid-19. Belum berakhir ujian musibah tersebut negeri ini seakan tak pernah henti terus bertubi-tubi ditimpa bencana mulai banjir bandang,  tanah longsor,  puting beliung,  erupsi gunung merapi,  gelombang pasang,  gempa bumi dan lain-lain. 

Menurut Kepala Pusat Data,  Informasi dan Kebencanaan badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati melalui keterangan tertulis kamis, 21 Januari 2021 beliau mengatakan 185 bencana terjadi di Indonesia sepanjang 1 - 21 Januari 2021.(Liputan 6.com, 21 Januari 2021).

Bencana Hidrometeorologi seperti banjir,  tanah longsor, dan puting beliung mendominasi bencana.  127 bencana banjir,  tanah longsor 30, puting beliung 21, kejadian bencana lain gelombang pasang 5 dan gempa bumi 2.

"Dari sejumlah kejadian,  meskipun paling sering terjadi, gempa bumi paling banyak mengakibatkan korban jiwa hingga kini". Ucap dia. Korban meninggal akibat gempa bumi tercatat 91 jiwa, tanah longsor 41, dab banjir 34. Sedangkan korban hilang  akibat banjir 8 dan gempa 3.

Gempa bumi juga mengakibatkan banyak korban luka.  BNPB mencatat korban luka-luka akibat gempa bumi sebanyak 1.172 jiwa,  tanah longsor 26. Puting beliung 7 dan banjir 5.

Para muzakki,  donatur dan pembaca yang dirahmati Allah,  semoga bencana segera berakhir dan kita bisa mengambil hikmah disetiap musibah yang terjadi. 

Bagi orang-orang yang beriman musibah adalah ujian, apakah dengan musibah yang terjadi tetap bisa bersabar, imannya meningkat atau menurun. Semakin banyak beristighfar atau tidak, semakin dekat dengan Allah atau justru sebaliknya semakin jauh dari Allah.

Bagi non mukmin, musibah bisa jadi merupakan jeweran,  peringatan keras dari Allah SWT karena sebagian masyarakat sudah jauh dari nilai-nilai iman dan taqwa.  Jauh dari Allah,  melanggar atauran Allah dan mendustakan ayat-ayat Allah sehingga turunlah azab Allah berupa bencana dan bencana. Musibah juga bisa datang karena keserakahan manusia dengan membuat kerusakan lingkungan, menebang hutan-hutan secara liar yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor.  

Firman Allah dalam 

QS. Ar-Rum Ayat 41

ظَهَرَ الۡفَسَادُ فِى الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِى النَّاسِ لِيُذِيۡقَهُمۡ بَعۡضَ الَّذِىۡ عَمِلُوۡا لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar Ruum,  ayat 41).


HIKMAH DI BALIK MUSIBAH

Pertama, Menumbuhkan Kesabaran.

Musibah yang kita hadapi sejatinya adalah kesempatan untuk melatih dan meningkatkan kesabaran kita. Nah, terutama bagi mereka yang merasa dirinya tidak sabaran atau bahkan lekas marah, musibah yang datang pun menjadi kesempatan untuk berdisiplin diri dan melatih kesabaran. Sebab kesabaran sejatinya itu adalah buah (hasil) dari berbagai latihan meredam emosi dan nafsu. 

Sikap sabar, terlebih dalam situasi sulit, dapat mendatangkan cinta Allah dan pahala yang berlimpah dari-Nya. Dengan bersabar, kita sedang melahirkan cinta Allah kepada kita. 

Allah berfirman:

وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ

 Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar (QS. Ali ‘Imran, ayat 146).


Kedua,  Ridha atas ketetapan atau qadha' Allah SWT.  Manusia adalah makhluk yang lemah tidak mungkin bisa menolak atau mencegahnya. 

Allah berfirman:

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗوَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ - ١١

Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (QS. At-Taghabun, ayat 11). 

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan bahwa seorang mukmin itu sejatinya ada pada posisi win-win—baik seburuk apa pun maupun sebaik apa pun situasi dan kondisinya. Dan hal ini hanya dialami oleh seorang mukmin. 

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka itu baik baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka itu (pun) baik baginya (HR. Muslim no. 2999).

Ketiga,  bahwa musibah yang terjadi harus diterima dengan lapang dada,  ridha,  tawakkal dan Istirja' (mengembalikan semuanya pada Allah SWT)  serta sabar. 

{وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157) }

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wainna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah, ayat 155-157)


Keempat,  Harus banyak bersyukur dengan lebih meningkatkan kadar iman dan Taqwa kepada Allah SWT. 

Firman Allah dalam QS. Ibrahim ayat 7

وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّـكُمۡ‌ وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِىۡ لَشَدِيۡدٌ‏

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (QS. Ibrahim ayat 7)

QS. Al-A'raf 96

وَلَوۡ اَنَّ اَهۡلَ الۡقُرٰٓى اٰمَنُوۡا وَاتَّقَوۡا لَـفَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالۡاَرۡضِ وَلٰـكِنۡ كَذَّبُوۡا فَاَخَذۡنٰهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.(QS. Al-A'raf,  ayat 96)

Kelima, Menumbuhkan Solidaritas Sosial.

Manusia adalah makhluk sosial. Dia harus hidup bersama dengan orang lain di sekitarnya. Salah satu hikmah dari musibah yang dialami banyak orang adalah munculnya solidaritas sosial di antara mereka. Sehingga memunculkan kesempatan untuk saling memberi semangat dan saling memberi hadiah atau pun bantuan. Yang sedang lapang, misalnya, dapat membantu mereka yang sedang susah atau menderita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

 مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Barang siapa yang meringankan kesusahan seorang mukmin di antara kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan meringankan kesusahannya di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat (HR. Muslim no. 2699).


KONTRIBUSI MUHAMMADIYAH

Para Muzakki,  donatur dan pembaca yang di cintai Allah. Atas bencana yang terjadi di tanah air, PP Muhammadiyah dan LAZISMU PP Muhammadiyah telah membuat Surat Edaran yang di tujukan kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, LAZISMU PWM dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah serta LAZISMU Kabupaten/Kota se Indonesia untuk galang dana kemanusian sejak Januari -Maret 2021 guna membantu saudara kita yang sedang terdampak benca di tanah air.  Semoga penggalangan dana kemanusiaan oleh Muhammadiyah secara nasional ini bermanfaat dan sangat membantu pemerintah dalam menangani bencana di tanah air.  Aamiin.  

-----------------------------------------------------

)* Penulis adalah Ketua LAZISMU Kota Surabaya, Kasi Bina Sosial dan Keagamaan Dinas Sosial Kota Surabaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu