Suara Donatur: Beri dan Lupakan Menjadi Prinsip Hidup Donatur Yang Satu ini | Berita Populer Lazismu

 

Nurul Hidayati bareng keluarga (Dok. Keluarga)


LAZISMUSBY.COM-"Sikap mental warga Muhammadiyah itu pada umumnya lebih suka tangan di atas daripada tangan di bawah, alias lebih suka membantu daripada menjadi beban bagi orang lain. Maka, kalau LAZISMU mau lebih banyak promosi dan lebih mau jemput bola, insya Allah jumlah donatur dan muzakki yang menyalurkan bantuan melalui lazismu akan makin banyak."


Demikian disampaikan Donatur tetap Lazismu Kota Surabaya Nurul Hidayati, M.Psi, Psikolog kepada Ketua Lazismu Kota Surabaya Ustadz Sunarko S.Ag M.Si melalui pesan WhatsApp, Ahad, (19/12/2020.


Nurul Hidayati, mengatakan, sebelumnya, sering berdonasi melalui beberapa lembaga, namun cenderung masih insidentil. "Kami berniat lebih rutin menunaikan zis. Kami mempercayai LAZISMU sebagai lembaga yang amanah. Dan kami meyakini, penyaluran zis melalui lembaga terpercaya seperti LAZISMU akan lebih tepat sasaran dan keberlanjutannya lebih terjaga, daripada kami salurkan sendiri," kata wanita kelahiran Surabaya itu.

 

"Kami merasa lebih bahagia, ketika kami bisa membantu orang lain. Manusia dalam hidup selalu saling membutuhkan satu sama lain. Meskipun belum banyak yang bisa kami bantu, namun rasanya hidup makin bermakna ketika kamk bermanfaat bagi sesama," ucap Dosen Universitas 45 Surabaya.

 

Menurut Psikolog ini, ada peristiwa penting yang menjadi kenangan berkaitan dengan menunaikan zakat,  infaq dan Shodaqah (ZIS). "Sebenarnya almarhum Bapak Anang Herry Purwanto, suami dan ayah ketiga anak kami, berkeinginan suatu saat memiliki panti asuhan. Karena beliau sendiri sudah yatim piatu semenjak kecil. Namun, kami menyadari keterbatasan waktu, tenaga, dan pikiran kami. Maka, kami berusaha menjadikan diri kami sekeluarga bisa memperbesar kebermanfaatan kami melalui ZIS," katanya. 


Memang, lanjut dia, sebagian ada juga yang kami salurkan secara pribadi. Misalkan dengan membiayai sekolah anak-anak yang membutuhkan bantuan. Sedekah sendiri, selain berupa materi, tentu juga dapat berupa hal-hal non materi. Misalnya, sebagian waktu, tenaga, dan pikiran saya juga saya baktikan untuk masyarakat  Surabaya dengan bergabung sebagai relawan dalam tim psikologi Puspaga Surabaya, yang memberikan berbagai layanan psikologis secara gratis untuk warga Surabaya," ujarnya.


"Bagi saya pribadi, memberikan konseling ataupun psikoterapi, baik gratis atau berbayar, semua hakikatnya dinilai Allah SWT sehingga selalu saya lakukan sebaik mungkin, dan sama profesionalnya. Suami sendiri selalu berupaya membantu tetangga sekitar, semisal menguruskan BPJS warga di sekitar tempat tinggal kami. Terkadang suami saya sampai dikenal sebagai Pak Anang BPJS, padahal suami tidak bekerja di BPJS, semata suami ingin membantu orang lain yang membutuhkan," kata wanita yang hobby membaca itu


Menurutnya, prinsip dalam hidup kami, beri dan lupakan. "Hanya kepada Allah SWT kami berharap. Namun, kami juga memiliki pengalaman mendapatkan kemudahan dalam berbagai urusan, bahkan urusan yang tergolong rumit dan tampak mustahil pun, kerap diberi-Nya kemudahan. Misalkan, saat kami berdua mengajukan permohonan kepindahan tugas dari Lamongan ke Surabaya (alm. suami), dan dari Gresik ke Surabaya (saya). Banyak yang bersuara sumbang, bahkan meragukan bahwa urusan kepindahan tugas tersebut akan lancar. Namun atas izin Allah SWT semua berjalan lancar dan kami memperoleh kemudahan demi kemudahan," ucapnya.


"Kadangpun, ketika kami membantu orang lain, mereka yang dibantu mungkin melupakan. Namun, insya Allah memang kami membantu karena Allah semata. Kadang pula, mereka yang kita bantu, justru berkata-kata buruk, bahkan memfitnah. Insya Allah, kami ikhlas, semua ini usaha kami untuk menjadi insan yang baik di mata Allah SWT. Kami tidak menggantungkan harapan pada makhluk-Nya. Hanya kepada Allah SWT kami berharap dan hanya kepada Allah SWT kami berpasrah," tutur lulusan Magister Profesi Psikologi Universitas Airlangga Surabaya itu.


Masih kata Dia, banyak sekali kemudahan yang didapatkan dalam hidup. "Saat almarhum suami sakit dan dirawat di RS Soewandhi, kami juga mendapat banyak sekali kemudahan. Di saat rumah sakit lain ICU nya banyak yang penuh, masih tersedia tempat di ICU untuk memberikan ikhtiar maksimal untuk upaya kesembuhan beliau. Kami juga diberi kemudahan memperoleh ventilator, ketika suami membutuhkan alat bantu napas tersebut. Semua upaya medis terbaik telah diberikan," jelas dia.


"Pihak rumah sakit juga merawat jenasah alm suami dengan amat baik. Memberikan kesempatan keluarga melihat wajah alm. suami melalui video call. Memberi kesempatan kami untuk mensalati jenasah secara berjamaah, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Kami juga berkesempatan mengiringi ambulans yang mengangkut jenasah hingga di tempat perisitirahatan terakhir beliau di pemakaman keputih. Semuanya diberi kelancaran, semua diberikan kemudahan," tuturnya.


"Banyak sekali teman-teman, saudara, sahabat, dan rekan kerja alm suami yang selain menyampaikan ungkapan duka, juga memberikan kesaksian bahwa semasa hidupnya beliau sangat berupaya mempermudah urusan orang lain, sangat gemar membantu orang-orang yang membutuhkan. Dalam hati, kami meyakini, bahwa hal tersebut salah satunya yang atas izin Allah SWT membuat segala urusan kami amat dimudahkan," kata Dia.


"Program-program LAZISMU sudah baik. Tentunya tetap perlu selalu istiqamah dan terus ditingkatkan lagi, sehingga makin terasa manfaatnya bagi ummat. Sedikit saran dari kami, nampaknya lazismu masih masih belum terlalu giat menjemput bola. Misalnya saja, saat memutuskan jadi donatur tetap lazismu, itu kami mencari-cari info sendiri, mencari majalah lazismu edisi lama yang kebetulan dimiliki saudara kami," katanya.


"Padahal sikap mental warga muhammadiyah itu pada umumnya lebih suka tangan di atas daripada tangan di bawah, alias lebih suka membantu daripada menjadi beban bagi orang lain. Maka, kalau LAZISMU mau lebih banyak promosi dan lebih mau jemput bola, insya Allah jumlah donatur dan muzakki yang menyalurkan bantuan melalui lazismu akan makin banyak. Semoga kiprah LAZISMU makin besar dan makin dirasakan manfaatny, juga kita semua makin diridhoi dan diberkahi Allah SWT. Insya Allah," pungkasnya (Sunarko)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu