Pengantar Redaksi: Semua Manusia Beragama | Berita Populer Lazismu

 

Abdul Hakim (Dok. Lazismu)

SEMUA MANUSIA BERAGAMA

Muzakky dan Donatur yang mulia. Agama itu kebutuhan pokok, alias asasi. Kebutuhan utama di antara banyak kebutuhan manusia.  Setiap manusia, pada hakikatnya, membutuhkan asupan agama sepanjang hayat. Tentu, yang dibutuhkan adalah agama yang haq, yang membimbing ke jalan yang benar, mencerahkan, mencerdaskan, menyelamatkan,  memuliakan, dan membahagiakan kehidupan. Bukan agama hoax atau agama tipu-daya, yang mengakibatkan hidup manusia jadi gelap, menyesatkan, apalagi mencelakakan, atau menyengsarakan. 

Sejarah menunjukkan ada beragam agama dalam  kehidupan. Ada agama wahyu atau samawi, ada pula agama rekayasa budaya. Ada pemeluk agama moteistik (satu tuhan), ateistik (tanpa atau anti tuhan) , politeistik (banyak tuhan), sinkretik (multi tuhan), atau agnoteistik (tidak peduli tuhan). Selain pemeluk Islam, ada banyak pemeluk Yahudi, Nasrani, Majusi, Hindu, Budha, Shinto, dan Konghuchu. Ada penyembah patung, berhala, matahari, bulan, bintang, binatang, setan, bahkan ada penyembah  dan pemuja manusia.  Ya, manusia mengabdi kepada sesama, baik secara sukarela, terpaksa, atau karena dipaksa. 

Dari banyak agama yang beredar sepanjang sejarah manusia itu, tentu bisa ditarik kesimpulan. Tidak mungkin semua agama itu sama benar. Tidak mungkin pula semua agama salah. Tidak mungkin sebagian agama benar, sebagian lainnya salah. Tidak mungkin pula ada manusia memeluk semua agama, atau setiap waktu menjadi kutu loncat, selalu pindah dari satu agama ke agama lainnya. sebab justru itu indikasi kelainan jiwa.

Demi memenuhi kebutuhan asasi  manusia itu, Alloh menetapkan agama terbaik, lengkap,  sempurna, dan pasti manusiawi. “Sesungguhnya agama di sisi Alloh itu hanyalah Islam,” (TQS Ali Imron 19). “Pada hari ini, telah Aku sempurnakan agama bagimu, dan telah aku cukupkan nikmat-nikmat-Ku untukmu, serta Aku ridho Islam itu menjadi agamamu.” (TQS Almaidah 3). “Barangsiapa memilih agama selain Islam, maka tidak diterima amalannya. Di akhirat termasuk golongan rugi (celaka),” TQS Ali Imron 85. 

Maka, Alloh menyeru manusia memilih Islam sepenuhnya,“Wahai orang beriman, masuklah ke dalam Islam sepenuhnya. dan, jangan mengikuti rekayasa setan. Sungguh setan itu bagimu  musuh yang nyata.” TQS  Albaqoroh 208. Tentu, bukan memilih karena terpaksa, sebab, “Tidak ada paksaan untuk (menganut) agama. Sungguh, sudah jelas (agama) yang benar dari (agama) yang sesat).” TQS Albaqoroh 256. 

Tentu, ada beberapa syarat ber-Islam. Selain keikhlasan dan kecerdasan, menjadi muslim itu harus totalitas menerima dan menerapkan semua nilai Islam dalam semua dimensi kehidupan, sesuai  ruang dan waktunya, serta menjadikan Alquran dan Sunnah sebagai referensi utama dalam melaksanakan ketaatan kepada Alloh dan Rosul-Nya. (Abdul Hakim, Pimred)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu