Membunuh, Kerusakan Melampaui Batas| Berita Populer Lazismu

 

Ustadz Andi Hariyadi (Dok. Lazismu)


MEMBUNUH : KERUSAKAN MELAMPAUI BATAS

Al Maidah 32 :

مِنْ أَجْلِ ذٰلِكَ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَنْ قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا  ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

32. Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

Membunuh sesama manusia tanpa adanya alasan yang akurat, kredibel beserta bukti yang nyata karena telah melakukan pembunuhan dan  kerusakan dimuka bumi, termasuk perbuatan merusak dan melampaui batas. Sebagai sesama hamba-Nya seharusnya bersaudara, bersatu dan saling membantu dalam kebaikan untuk terwujudnya kehidupan yang rukun harmonis, damai penuh penghormatan sebagai bentuk mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan, ternyata upaya itu  dirusak oleh sikap arogan hanya untuk kepentingan jabatan, kedudukan dan uang. 

Kemanusiaan berubah kehewanan bahkan lebih kejam dari hewan, dimana membunuhnya tidak sekedar membunuh begitu saja tetapi adanya penculikan,  penyiksaan, kekerasan dan pembunuhan secara sadis oleh mereka yang profesional dalam melakukan operasi hitam mengejar sang target untuk dibunuh secara leluasa, inilah fakta yang terjadi di KM 50 Tol Jakarta – Cikampek pada  Desember 2020 pada 6 orang dalam rombongan Habib Rizieq Shihab. Adanya aparat yang secara sepihak membunuh rakyatnya sendiri dengan alasan tugas, merupakan bentuk betapa mudahnya untuk membunuh nyawa seseorang, dengan berbagai alasan yang ada, membunuh sebagai pilihan pertama dan utama tidak peduli resiko yang ada asalkan tugas dilaksanakan sesuai rencana. Dan kejadian seperti ini bisa jadi akan terus terulang, untuk pemuasan nafsu jahat, meski mendapat kritikan tajam dari berbagai pihak, ternyata begitu mudahnya berargumentasi untuk pembenar aksinya.

Agama Islam benar-benar memberikan peringatan atas persolan ini, dimana Al Qur’an surat Al Maidah 32 di atas, bahwa membunuh seseorang tanpa disertai bukti kerusakan yang dilakukan sama halnya membunuh manusia seluruhnya, begitu pula sebaliknya jika mampu memelihara kehidupan seseorang berarti memelihara kehidupan manusia seluruhnya. Ayat ini sebagai bentuk ke hati-hatian, jangan seenaknya sendiri membunuh karena berkuasa, alasan dendam, tidak ingin disaingi, atau lainnya, sehingga bebas membunuh apa yang menjadi musuhnya atau pesaingnya. Inilah kegelapan dan kesesatan pikiran dan keputusan, dengan membunuh bisa tercapai tujuan pada hal ini adalah kehinaan dan benar-benar melampaui batas karena telah membunuh seluruh manusia. Disitu ada aktor, otak atau dalangnya juga ada pelaku eksekutornya serta pendamping yang bekerjasama untuk kelancaran aksinya, menjadi suatu sistem yang rapih untuk mengelabui, memfitnah dan meneror, aksi makar yang begitu tertata sehingga tidak diketahui siapa dalangnya, mereka saling menyembunyikan, menutupi dan melindungi agar tidak terbongkar kejahatannya, rencana keji seperti ini pasti akan terkuak dan terbongkar, meski upaya upaya penegakan keadilan dikerdilkan, kedzalimannya akan semakin nyata ditampakkan, sehingga kita bisa cerdas menyikapinya.  

Ketika kita mampu memelihara kehidupan, seseorang, membantu apa yang menjadi kebutuhannya, memberi apa yang menjadi haknya sehingga kewajiabnnya dijalankan, memperhatikan apa yang selama ini menjadi persoalan untuk dicarikan solusi, saling menghormati dan menghargai. Ketika ada permasalahan dimusyawarahkan secara baik, ketika ada fitnah yang menyakitkan bukan dibalas dengan fitnah yang berkepanjangan, tetapi dalam agama Islam diajarkan untuk tabayun, melakukan klarifikasi secara obyektf dengan hati dan pikiran yang jernih untuk mencari solusi, selanjutnya berishlah, tulus berdamai untuk melakukan yang lebih baik, menjauhkan dari hal yang merusak, kemudian ukhuwah, membangun persaudaraan, bisa berdialog secara produktif, berkomunikasi secara jernih dan santun. Permasalahan apa pun jika didekati dengan cara cara yang tepat dan benar akan terselesaikan dengan baik, tetapi kalau direkayasa sehingga yang salah dianggap benar, dan yang benar dianggap salah, sehingga permasalahan menjadi kegaduhan, berantakan dan terjerat dengan berbagai permasalahan, sebenarnya permasalahannya sederhana, tetapi adanya sakit hati, pikirannya kalut, tidak bisa kontrol diri, sehingga membunuh pilihannya.

Membunuh sebagai pilihan, bisa jadi untuk menutupi kesalahan sekaligus berharap mendapat yang lebih banyak meski bukan haknya. Inilah keserakahan, kerakusan sehingga membunuh jiwa dianggap tidak apa apa, asal bangga dengan apa yang didapat meski dengan cara yang hina. Membunuh jiwa yang tidak bersalah bukanlah prestasi yang dibanggakan, justru itulah kerusakan yang menghancurkan, agama mengajarkan untuk memelihara kehidupan, bukan pembunuhan. Tumbuhkan semangat untuk memelihara kehidupan inilah prestasi yang membanggakan. Apa yang kita lakukan di dunia ini akan dipertanggung jawabkan tidak hanya di dunia ini saja, tetapi sampai di akhirat nanti. Tragedi kemanusian dengan pembunuhan adalah kedzaliman, mari kita tegakkan keadilan untuk lebih menghidupkan kehidupan. (Drs. Andi Hariyadi. Ketua Majelis Kader PDM Surabaya)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Agama: Tahlilan Atau Yasinan (Selamatan) Untuk Orang Meninggal Dunia | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu

Tanya Jawab Agama: Derajat Hadits Shalat Adalah Mi’rajnya Orang Beriman | Berita Populer Lazismu