Lentera Hati: Benih Kesuksesan | Berita Populer Lazismu

 

M Khoirul Anam, M.Pd.I 


BENIH KESUKSESAN


Dikisahkan, ada seorang pengusaha sukses yang usianya sudah senja dan merasa harus segera mencari pengganti untuk mengambil alih bisnis yang ia jalankan. Tetapi bukannya memilih anak-anaknya atau salah satu jajaran direksinya, ia malah mengambil keputusan yang berbeda. Dia memanggil semua eksekutif muda di perusahannya. Dan dia berkata pada mereka semua “sudah saatnya bagi saya untuk mengundurkan diri dan memilih CEO berikutnya. Saya telah memutuskan untuk memilih salah satu diantara kalian.”

Para eksekutif muda itu terkejut, tapi Bos mereka melanjutkan, “saya akan memberi kalian masing-masing sebuah benih untuk ditanam. Satu benih yang begitu istimewa. Saya ingin kalian menanamnya dan merawatnya dengan baik dan satu tahun lagi harapanku kalian sudah membawa hasilnya dari benih yang kalian tanam. Selanjutnya saya akan menilai tanaman yang kalian bawa dan yang terpilih itulah yang akan menjadi CEO berikutnya sebagai penggantiku untuk menjalankan roda perusahan ini.” 

Salah satu dari puluhan eksekutif muda itu ada seorang pria yang bernama Salim. Ia pun menerima satu buah benih tanaman. Dia pulang ke rumah dan penuh semangat menceritakan semuanya kepada istrinya tentang bagaimana benih itu bisa membuatnya menjadi CEO di perusahannya sekarang. Istrinya pun membantu dengan membelikan pot, tanah dan pupuk lalu segera menanam benih tersebut.

Setiap hari  Salim menyiramnya dan melihat apakah bibit itu tumbuh. Setelah sekitar tiga pekan, beberapa eksektif lainya sudah mulai berbincang tentang tanamannya yang sudah tumbuh. Salim terus memeriksa benihnya tetapi tak pernah tumbuh. Dua bulan sudah berlalu. Sekarang, orang lain sedang berbicara tentang tanaman mereka. Tapi Salim tidak memiliki tanaman itu, ia merasa gagal karena tak memiliki kemampuan merawat bibitnya.

Enam bulan telah berlalu masih ada bibit didalam pot milik Salim. Dia hanya merasa telah membunuh benihnya, setiap temannya memiliki pohon dan tanaman yang sudah tinggi, tapi dia tidak. Salim tidak berani mengatakan apa-apa  kepada rekan-rekannya, namun ia terus menyiram dan memberi pupuk. Dia begitu ingin melihat benihnya itu tumbuh.

Akhirnya setahun sudah berlalu para eksekutif muda segera membawa tanamannya ke CEO-nya untuk diperiksa. Salim mengatakan pada istrinya bahwa ia tidak akan membawa pot kosong. Tapi istrinya meminta bersikap jujur tentang apa yang terjadi. Salim merasa sakit perut karena saat itu akan menjadi saat yang paling memalukan dalam hidupnya. Tapi ia sadar bahwa istrinya itu benar.

Salim pun membawa potnya ke ruangan rapat. Seketika itu ia kagum pada berbagai tanaman yang ditanam para eksekutif muda lainnya. Tanaman mereka sangat indah dalam segala bentuk dan ukuran.

Salim menaruh potnya yang kosong dilantai dan banyak  yang menertawakannya, beberapa kawanya bahkan ada yang merasa kasihan padanya.

Ketika CEO tiba, ia mengamati ruangan dan disambut para eksekutif muda. Salim hanya mencoba untuk bersembunyi dibelakang. “Saya  lihat tanaman kalian telah tumbuh menjadi sebuah pohon dan bunga yang bagus-bagus, “ kata CEO. “Hari ini salah satu dari kalian akan saya tunjuk menjadi CEO berikutnya,” lanjutnya.

Tiba-tiba sang Bos ini melihat salim dibelakang ruangan dengan potnya yang kosong. Ia memerintahkan direktur keuangan untuk membawanya ke depan. Salim sangat ketakutan, Dia bergumam dalam hati, “Aduuh mati aku...CEO ternyata tahu aku gagal! Mungkin ia akan memecat saya hemm!

Ketika Salim tiba didepan, sang CEO bertanya apa yang terjadi pada tanamannya. Salim lantas menceritakan kepadanya bagaimana tanaman itu sudah dirawat dan disiram setiap hari dan diberinya pupuk, namun benih itu tak kunjung tumbuh.

CEO meminta semua orang untuk duduk, kecuali Salim. Dia menatap Salim sambil tersenyum kemudian mengumumkan kepada semua eksekutif muda yang hadir di sana, “Lihatlah Chief Executive Officer berikutnya! Namanya adalah Salim!

Salim tidak percaya. Ia bahkan tidak bisa membuat bibitnya itu tumbuh. Mana bisa memimpin perusahan sebesar ini “bagaimana dia bisa menjadi CEO yang baru?” tanya yang lain.

Kemudian CEO berkata, “setahun yang lalu aku memberi semua orang diruangan ini benih. Saya bilang untuk mengambil benih itu, untuk kalian rawat dan kalian kembali ke saya hari ini. Tapi tahukah kalian bahwa bibit itu telah ku rebus. Itu berarti benih itu telah mati. Bibit itu tidak mungkin tumbuh. Kalian semua, kecuali salim, membawakanku pohon dan tanaman. Saya yakin kalian semua tahu bibit itu tidak akan tumbuh, namun kalian menukarkan dengan bibit lain yang bisa tumbuh. Salim adalah satu-satunya dengan keberanian dan kejujuran untuk membawakan pot dengan benih yang saya berikan dulu. Oleh karena itu, ia adalah pemimpin kalian. Ia adalah orang yang akan menjadi  Chief Executive Officer!” (www.inspirationalstory.com)

Saudaraku!  Kejujuran dalam hidup adalah hal yang paling prinsip dan itu harus kita pegang sampai akhir hayat kita. berbicara  jujur, kayaknya hal yang aneh di negeri kita ini. Dan mencari orang-orang yang jujur juga semakin sulit, bisa kita bayangkan saja dari sekian puluh calon CEO ternyata hanya satu saja yang jujur. Orang jujur seperti ini ibaratnya makhluk langka yang harus di lindungi dari kepunahan. Dalam berbagai sektor kehidupan rasanya sangat banyak sekali kita temukan bau kebohongan, dan aroma kemunafikan.  Ada sebagian orang berpendapat bahwa mencari orang jujur di negeri ini adalah ibarat mencari sebuah jarum dalam tumpukan jerami. Dalam pandangan kita, kejujuran terasa hilang dari negeri tercinta Indonesia, 


Saudaraku! Saat ini kita menginjakkan kaki di tahun baru 2021, marilah kita selalu berhati-hati dengan apa ynag kita tanam saat ini, karena apa yang kita tanam akan menentukan panen kita nantinya. kalau kita menanam kebohongan maka panennya adalah kita tidak dipercaya oleh banyak orang, Kalau kita menanam kebaikan, maka kita akan menuai pertolongan. Apapun yang kita berikan untuk hidup, maka hidup akan memberikan sesuatu kepada  kita kembali. Wallahu ‘alamu Bish-shawab. 

SELAMAT MENANAM PRESTASI DI TAHUN BARU 2021

Pencerahan: Jika kita menanam kerja keras, maka kita akan menuai keberhasilan. Jika kita menanam kejujuran,  maka kita akan mendapatkan kepercayaan. Dan jika kita menanam keimanan kepada Allah, maka kita akan mendapat surganya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu