Kematian-Kehidupan itu Ujian Amal | Berita Populer Lazismu

 

Abdul Hakim, M.Pd.I

KEMATIAN-KEHIDUPAN ITU UJIAN AMAL

 

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا

وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara                             kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,”

QS Al-Mulk 2

Ada tiga misteri tentang kematian. Kita tidak tahu kapan mati, di mana kematian menjemput, dan dengan cara apa kita akan mati. Ada yang dijemput maut sebelum manusia dilahirkan ke dunia. Ada mati saat balita, remaja, dewasa, atau tua-renta. Ada mati dibunuh, bunuh diri, ditimpa musibah bencana.  Ada mati saat menenggak minuman keras, berjudi, atau sedang berzina. Ada maut menjemput saat manusia di udara, di laut, dan di darat. Ada pula yang mati di kasur, sumur, dapur, dan di medan tempur. Ada mati cepat karena Covid 19 atau dicovidkan. Ada kematian yang diliputi aroma harum, ada pula yang menebar bau bangkai. Kematian, memang menjadi bagian dari misteri kehidupan itu sendiri.

Dalam satu hadits, Rosululloh mengingatkan kita agar selalu ingat mati atau dzikrul maut. Ingat mati, bahkan menjadi salah satu indicator kecerdasan. Mengapa harus sering ingat kematian? Ternyata, kematian itu momen paling dekat dengan diri kita.. Kematian memutus mata rantai kehidupan dunia. Bila kematian tiba, tak ada lagi kesempatan untuk  menyambung amal seperti saat kehidupan bersama kita sebelumnya. Kematian ternyata guru terbaik yang menasihati manusia untuk selalu bermuhasabah dan terus berbenah meraih husnul khotimah. 

Hanya ada dua klasifikasi kematian.  Mati mulia atau husnul khotimah, atau sebaliknya, mati hina  atau mati su’ul khotimah. Mati husnul khotimah mengantar manusia ke pintu gerbang surga, sebaliknya mati su’ul khotimah, menyeretnya ke pintu azab neraka. Keduanya, tentu sepenuhnya bergantung kepada tabungan amal kita selagi hidup di dunia. Maka, firman Alloh dalam Surat Al-Mulk ayat 2 di atas,  menjadi early warning atau peringatan dini bagi kita.

Kematian dan kehidupan itu sunnatulloh. Alloh Maha Kuasa menentukan keduanya untuk segenap makhluk-Nya, terlebih bagi manusia yang dipilih dan mendapat mandat menjalankan  amanat vertikal sebagai abdullah, serta amanat horizontal sebagai khalifah-Nya. Ayat itu mengingatkan kita akan dua hal prinsip. Ada kematian dan kehidupan mulia, ada pula kematian dan kehidupan sia-sia, hina atau nista. Secara tersirat, ayat itu juga meengingatkan agar kita tidak menyia-nyiakan hidup. Sebab, kematian dan kehidupan manusia memiliki konsekuensi.

Konsekuensinya adalah manusia akan mengalami  kehidupan baru di akhirat, setelah kehidupan di dunia. Akhiratlah kehidupan sesungguhnya. Akhiratlah buah dari amal-amal dunia. Sekecil apa pun amal manusia ada nilainya. Alloh Maha teliti mencatat dan merekamnya. Di akhirat catatan itu ditampakkan sepenuhnya. Tak ada yang disembunyikan, dimanipulasi, atau direkayasa. Tak ada suap atau korupsi amal. Tak ada konspirasi untuk merusak catatan amal manusia. Alloh Maha teliti, Maha Adil, lagi Maha bijaksana.

Maka, barangsiapa melakukan kebajikan sebesar dzarroh,  dia akan menyaksikan hasilnya. Dan, barang siapa  melakukan kejahatan sekecil dzarrah, niscaya dia pun akan menuai hasilnya.” TQS Zalzalah 7-8.

Salah satu indikator nilai manusia menurut Alquran  adalah  amal. Amal hablun minalloh dan amal hablun minannas.  Dua jenis amal yang tak terpisahkan, ibarat satu keping mata uang.

Amal hablun minalloh adalah amal yang menjadikan hidup sebagai ladang ibadah atau  penghambaan, ketaatan, dan ketundukan hanya semata kepada Alloh.  Ikhlas atas nama, karena, dan hanya untuk Alloh, sesuai tuntunan Alquran dan Sunnah Rosululloh Muhammad saw.  Sungguh sholatku, serta ibadah, bahkan hidup dan matiku hanya untuk Robb semesta” TQS Al-An’am 162. Dalam sehari semalam, setidaknya 17 kali seorang mukmin menyatakan penghambaan atau pengabdian melalui ikrar kesetiaan, “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”. Hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan!

Amal hablun minannas adalah amal yang menjadikan hidup sebagai ladang manfaat bagi semesta atau rahmatan lil ‘alamin. Inilah misi kekhalifahan manusia. Mewujudkan keadilan dan kesejahteraan hidup. Tolong menolong dalam melakukan kebajikan, saling memberi atau  menerima manfaat, saling peduli, berlomba melakukan inovasi dan kreasi kebaikan adalah keniscayaan amal yang harus dilakukan demi menuai pahala dan kemuliaan hidup di dunia, terlebih kemuliaan di akhirat.

Komitmen dan kepedulian social atas dasar visi dan misi profetik, khususnya kepada kaum du’afa, fakir, miskin, yatim piatu, marjinal, buruh, terbelakang, atau kepada para penyandang disabilitas, korban bencana, korban kekerasan  baik dalam bentuk nilai ekonomis, pendidikan, hukum, keamanan, akomodasi, dan  property adalah amal saleh yang akan menjadi anak tangga dan pintu kemuliaan dunia dan akhirat. Zakat, infak, shodaqoh dan wakaf (ZISWA) adalah wujud amal social yang selain membersihkan dan menyucikan harta dan jiwa saat di dunia, amal-amal kemanusiaan itu  menjadi investasi akhirat yang nilainya sungguh tak terhingga. (Abdul Hakim)

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu