Al Muflish, Orang Yang Bangkrut | Berita Populer Lazismu

 

M Khoirul Anam, S.Pd


Al-muflish

(orang yang bangkrut)

Segala pujian  hanya milik Allah swt, penguasa tunggal alam semesta, Sang pencipta, penyedia, pengatur, dan nantikan yang akan menghancurkan semua ciptaan-Nya. Tiada sekutu bagi-Nya. Segala daya dan kekuatan hanya milik-Nya.

Salawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi Muhammad saw, manusia agung dengan segala keagungan yang ada pada dirinya.

Kehidupan di dunia merupakan jembatan bagi setiap muslim untuk menggapai kehidupan abadi di akhirat. Tentu, kehidupan abadi itu tidak terlepas dari semua perilaku semasa hidup di dunia. Amalan kebaikan yang ditanam oleh setiap individu muslim menjadi factor utamanya. Shalat, zakat, hajji, infaq, kebaikan  menolong orang yang kesusahan, merawat jenazah dan lain sebagainya, merupakan sebagian kecil contohnya.

Diterimanya amalan merupakan hal yang final dari harapan setiap muslim. Banyak factor yang harus dijaga agar amalan itu tidak sia-sia dihadapan Allah swt. Keikhlasan hati dan menjaga martabat orang yang di tolong menjadi salah satu unsurnya.

Saudara, di akhirat nanti ada manusia yang semasa hidup di dunia dia Islam (muslim), mengerjakan segala amal kebaikan dan point terpenting bahwa semua amalannya di terima oleh Allah swt. Namun  sangat disayangkan karena dia termasuk golongan orang-orang yang bangkrut. Siapakah dia ?

Nabi Muhammad saw bersabda dalam sebuah hadist yang artinya “ Tahukah kamu siapa  orang yang bangkrut itu ?. Sahabat menjawab : orang yang bangkrut … yaitu dari kami yang tidak memiliki dirham ( uang ) dan tidak memiliki bekal ( harta ). Beliau saw menjawab : “ Orang yang bangkrut adalah orang dari golongan umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, shiam ( puasa ), zakat. Tapi disamping dia membawa amal kebaikan, dia juga membawa dosa berupa mencaci maki, menuduh, memakan harta orang lain tanpa hak, memukul, dan membunuh. Maka kebaikan demi kebaikan amalannya akan diberikan kepada orang yang pernah dia dzolimi. Maka jika sudah habis kebaikannya, sementara belum juga selesai urusan dengan orang yang pernah didzolimi, maka dosa orang yang pernah dia dzolimi akan diberikan kepadanya, dan dia dicampakkan dalam neraka “ (HR. Muslim)

Hadist diatas menjadi peringatan bagi kita untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalani hidup ini. Di pengadilan Allah swt kelak, derajat manusia semuanya sama. Ada bawahan yang menuntut tuannya,rakyat menuntut pemimpinnya, saudara menuntut saudaranya, anak menuntut orang tuanya, teman menuntut temannya, istri menuntut suami dan lain sebagainya.

Sebagai muslim, tentu merupakan kerugian besar manakala pahala kebaikan yang sudah susah payah ditabung untuk kehidupan akhirat, ternyata harus diberikan pada orang lain dikarenakan perilaku negative kita selama di dunia. Menganalisa sebelum bertindak merupakan hal terbaik yang bisa dilakukan.

Selesaikan urusan dunia selama kita masih hidup, karena setelah itu tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain penyesalan. Hanya ada dua versi untuk pengadilan di akhirat. Pertama, kebaikan kita diberikan pada orang lain atau versi kedua, dosa orang lain akan diberikan ke kita.

Saudara, dunia merupakan tempat beramal tanpa hisab, tapi nanti hari akhir merupakan tempat hisab tanpa ada kesempatan lagi untuk beramal.

Semoga kita lebih bisa berhati-hati dalam menjaga pahala amalan kita, sehingga tidak termasuk dalam golongan orang yang bangkrut.       


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Mata Hati: Meraih Kasih Sayang Allah Dengan Ihsan | Berita Populer Lazismu