Muhammadiyah dan Peran Teladan Global | Berita Populer Lazismu

 

Ustadz Andi Hariyadi, MPdI

MUHAMMADIYAH DAN PERAN TELADAN GLOBAL


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al Hadid ayat 25:


لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنٰتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتٰبَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ  ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنٰفِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُۥ وَرُسُلَهُۥ بِالْغَيْبِ  ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِىٌّ عَزِيزٌ


25. Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perka

Syukur alhamdulillah gerakan dakwah Islam melalui Persyarikatan Muhammadiyah sudah memasuki 108 tahun, tentunya perjuangan ini membutuhkan kesungguhan, pengorbanan dan keteladanan, sehingga keberadaan Muhammadiyah beserta Aisyiyah dan Organisasi Otonomnya semakin terasakan dalam mengisi kehidupan dan peradaban dengan berusaha menyontoh keteladanan Rasulullah Muhammad SAW. 

Konsistensi dalam dakwah Islam terus dilakukan meski menghadapi banyak rintangan, seperti halnya perjuangan para Rasul Rasul yang diutus, seringkali berhadapan dengan  tirani kekuasaan yang arogan dan loyalitas yang buta dan dangkal wawasan, sehingga upaya untuk meluruskan seringkali dilawan bahkan dimatikan. Para Rasul dalam dakwahnya sudah membawa bukti bukti nyata, namun masih saja dihina, diejek dan dibully karena kuatnya arogansi.

Dakwah Muhammadiyah saat memasuki abad keduanya, masih sering menghadapi berbagai bentuk arogansi yang tersistematis dan persoalan persolan global yang jauh dari nilai kemanusiaan dan pudarnya rasa keadilan, sehingga dari ayat di atas memotivasi dan menginspirasi bagi kita untuk membangun kekuatan dengan nilai nilai kesempurnaan dan kemuliaan. Peradaban global yang diiringi perkembangan ilmu pengetahuan dan mudahnya berinteraksi sosial, tetapi masih terbelakang dalam menegakkan nilai nilai kemanusiaan, berbagai bentuk penindasan, penjajahan dan penyiksaan diberbagai belahan bumi ini masih terasakan. Persoalan kesejahteraan, dimana adanya jurang pemisah yang sangat lebar antara yang kaya dan miskin,  persoalan keamanan, dimana masih saja ada yang terus tertindas dan terusir dari negerinya karena keserakahan, persoalan keagamaan, dimana masih sering dijumpai penghinaan, pelecehan atas simbol simbol kesucian agama, dan terjadinya islamphobia akibat minimnya wawasan dan kuatnya dendam.

Milad Muhammadiyah ke 108 yang bertepatan dengan tanggal 18 November 2020, mengambil tema : “ Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri” . Momentum ini sangat tepat untuk lebih memaksimalkan peran dakwah Islam baik dalam skala global maupun nasional, dengan memberikan titik tekan pada keteladanan, seperti halnya diawal berdirinya Muhammadiyah, Dakwah yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan mengamalkan keteladanan kepedulian sehingga tercerahkan.

Keteladanan peradaban global  merupakan tantangan yang relevan dalam melakukan dakwah Islam, dimana partisipasi aktif warga Persyarikatan dituntut untuk berkontribusi dalam banyak hal, diantaranya berupa, 1) Memobilisasi sumber daya insani Persyarikatan dalam berinteraksi dengan peradaban global, yang sekarang ini setidaknya ada 24 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah yang berada di luar negeri untuk melakukan syiar syiar dakwah yang mencerahkan dengan sikap keteladanan; 2) Pemanfaatan jejaring media sosial untuk memberikan pesan pesan keluhuran nilai nilai Islam yang penuh dengan kesempurnaan dan kemuliaan, sekaligus memberikan wawasan yang mencerahkan ditengah masih maraknya islamphobia; 3) Menjadikan PCIM yang berada diberbagai negara itu sebagai pusat dakwah Islam dan layanan kemanusiaan. Pengalaman penulis saat bertemu dengan para pejuang Palestina di Amman Yordania, mereka begitu salut dengan perjuangan Muhammadiyah, dan mereka ingin mengirim kader – kader mudanya bisa belajar dan kuliah di Perguruan Muhammadiyah, sebagai upaya penyiapan pemimpin masa depan ketika kemerdekaan Palestina terwujudkan.

Peroalan pandemi dan dalam negeri, tetap menjadi perhatian kita bersama. Persebaran zona merah Covid-19 semakin membaik dan menuju ke daerah hijau, namun tetap kita patuhi protokol kesehatan, baik saat berinteraksi dan silaturrohmi maupun saat ibadah, pendisiplinan ini sangat penting sebagai salah satu wujud keteladanan disaat pandemi, denganmenggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun dan menyediakan handsanitazer serta selalu meningkatkan daya imun. Mengigat Pandemi ini belum berakhir, maka keteladan dalam penerapan protokol kesehatan harus terus dilakukan, melalui MCCC baik di pusat hingga di Cabang, merupakan wujud kepedulian nyata dalam memberikan keteladanan pada negeri untuk terus peduli. 

Persoalan persoalan dalam negeri, baik yang menyangkut politik, ekonomi dan keagamaan, dengan semangat kebersamaan dan saling membantu, bukan memfitnah dan menghina melalui dialog dan komunikasi yang konstruktif akan bisa mengurai persoalan yang ada. Disinilah pentingnya keteladanan para pimpinan baik itu ucapan, tindakan dan kebijakan hendaknya benar-benar menjadi solusi bukannya dendam yang berkepanjangan dan permusuhan. Bangun persaudaraan untuk menguatkan persatuan, maju dan bergerak memberikan kepedulian, perhatian dan pertolongan itu bagian dari keteladanan.

Teladan kebangsaan sangat berarti menjadi warna kebijakan, karena mampu menguatkan persatuan, meningkatkan kepercayaan dan menambah kesejahteraan. Hilangkan sifat permusuhan, ambil peran peran keteladanan dalam mengisi kehidupan berbangsa dan bernegara. (Andi Hariyadi, Ketua Majelis Pendidikan Kader, Sekretaris MCCC Surabaya)  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu