Konsulkes Lazismu: Kehamilan Semu Dan Hilang | Berita Populer Lazismu

 

dr Tjatur Prijambodo, MARS


Tanya:

Assalamu’alaikum Wr. Wb. 

Pengasuh Konkes Lazismu Surabaya yang dirahmati Allah.

Ada tetangga kampung usianya 34 tahun, yang hamil anak pertama dan sudah 5 bulan tidak mens, perutnya membesar, mual muntah. Entah karena apa, tiba-tiba jabang bayi yang dikandungannya menghilang. Banyak yang menyebut bayinya digondol jin. Sebenarnya apa yang terjadi?  Terima kasih atas jawaban dan penjelasannya.

habibie8080@gmail.com


Jawab:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb

Mas Habibie yang dirahmatai Allah. 

Di seputar kita, seringkali ada cerita dengan berbagai ‘bumbu’ yag menyertainya, ada jin yang mengambil calon bayi yang dikandung seseorang. Benarkah itu? 

Sebelum menjawabnya, ada baiknya kita pahami dulu tanda-tanda kehamilan. Tanda-tanda kehamilan dapat dibagi menjadi 3, yaitu tanda tidak pasti, tanda kemungkinan kehamilan dan tanda pasti kehamilan. Berikut ini merupakan tanda-tanda tidak pasti dan tanda-tanda pasti pada kehamilan.

Tanda tidak pasti kehamilan: Tidak haid, mual muntah, nafsu makan berkurang, kram perut, payudara membesar, penambahan berat badan, merasa perut membesar, perubahan mood, menjadi lebih sering buang air kecil, sulit buang air besar, nyeri punggung, dan lemah terkait mual muntah

Tanda kemungkinan kehamilan: tes pack (PP test) yang positif 2 garis (False Positive). 

Tanda pasti kehamilan: gerakan janin yang dapat dilihat, dirasa atau diraba, dan bagian-bagian janin lainnya, adanya denyut jantung janin, bisa diketahui dengan (didengar dengan stetoskop monoral Laennec, terdeteksi dengan alat Doppler, tercatat dengan alat feto elektro kardiogram dan dilihat pada ultrasonografi (USG). 

Kita mendengar ada orang yang merasa hamil tapi sebenarnya tidak hamil? Mungkin aneh mendengarnya tapi hal itu memang benar terjadi. Keanehan semacam ini sering di sebut dengan hamil palsu atau secara medis disebut dengan pseudosiesis, adalah suatu keadaan dimana seseorang wanita berada dalam kondisi yang menunjukkan berbagai tanda dan gejala kehamilan tetapi sesungguhnya tidak benar-benar hamil. Penyebab yang pasti dari pseudosiesis belum diketahui. Tetapi faktor yang sangat sering berhubungan dengan terjadinya Kehamilan palsu adalah faktor emosional/psikis yang menyebabkan kelenjar pituitary terpengaruh sehingga menyebabkan kegagalan sistem endokrin dalam mengontrol hormon yang menimbulkan keadaan seperti hamil. Seorang wanita mempunyai keinginan yang kuat untuk hamil, menterjemahkan perubahan kecil pada dirinya sebagai suatu kehamilan. Hebatnya lagi tes kehamilan bisa positif palsu (false positive). Air susu juga bisa keluar. Keduanya terjadi lewat jalur hypothalamus-hypofise terkait dengan hormon kehamilan yaitu hormon oxytocin dan prolaktin. Perut membesar akibat penumpukan lemak didinding perut, dikira hamil. Gerakan gas dalam perut disangka gerakan bayi. 

Adanya sikap yang ambivalen terhadap kehamilannya semakin melengkapi kondisi ini, ingin sekali hamil, sekaligus tidak ingin menjadi hamil. Ingin memiliki anak yang dibarengi dengan rasa takut untuk menetralisasi keinginan mempunyai anak. Keinginan untuk hamil tidak dari dorongan keibuan, tetapi dipacu oleh dendam, sikap bermusuhan, dan harga diri. Wanita dengan pseudosiesis tidak terlepas dari pseudologi, yaitu fantasi yang selalu ditampilkan untuk mengingkari hal yang tidak menyenangkan. Para psikolog menyatakan bahwa perempuan yang mengalami pseudosiesis memiliki keinginan yang sangat kuat untuk hamil, sehingga dirinya merasa mengalami proses kehamilan. Wanita yang rentan pseudosiesis:

Usia 30 - 40 tahun dan belum memiliki anak

Pernah mengalami keguguran pada kandungan sebelumnya

Sangat ingin punya anak lagi, karena anak yang kecil sudah layak punya adik lagi

Di lingkungannya ada perempuan yang sedang hamil

Faktor stres dan kecemasan, terutama yang menyangkut kehamilan

Kurangnya dukungan dari suami dan keluarga

Keinginan tersebut dibarengi rasa bersalah dan dorongan untuk menghukum diri sendiri yang kemudian di kompensasikan dalam bentuk agresivitas, secara simultan, berbarengan muncul kesediaan untuk tidak menyadari bahwa kehamilannya ilusi belaka. Oleh komponen yang kontradiktif ini biasanya wanita tidak mau ke dokter untuk memeriksakan dirinya. Kapan ‘jabang bayi’ diketahui menghilang? Saat sudah muncul pemahaman pada wanita yang mengalami pseudosiesis bahwa dirinya tidak hamil atau saat periksa ke dokter dan dilakukan USG. Hasil USG tidak memperlihatkan bahwa ada janin di dalam rahimnya, juga tidak ada kantong kehamilan. Ini bukan karena janin menghilang, namun karena pseudosiesis. 

Bagi Dokter, sebenarnya berat harus menyampaikan hal demikian, namun tugas dokter adalah menyampaikan kebenaran bukan menggantung-gantungkan harapan kosong. Maka dukungan semangat kembali diberikan agar wanita pseudosiesis tetap kuat menerima kenyataan tersebut.

Karena secara fisik kondisinya normal maka tidak dibutukan obat kecuali jika ingin memancing haidnya muncul kembali. Pengobatan hanya dilakukan konseling dengan psikoterapis. Semoga ada manfaatnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu