Teladan Perjuangan Pahlawan | Berita Populer Lazismu

 

Drs Andi Hariyadi, MPdI 


TELADAN PERJUANGAN PAHLAWAN

Oleh : Drs. Andi Hariyadi, M.Pd.I


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْأَاخِرَ  ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِىُّ الْحَمِيدُ


6. Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian. dan Barangsiapa yang berpaling, Maka Sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Qs. Al Mumtahanah ayat 6)


Disaat memperingati Hari Pahlawan, sesungguhnya bukan sekedar prosesi ceremonial yang ditampilkan, tetapi ada hal yang lebih subtansial untuk mengetahui teladan perjuangannya, karena disinilah ada fakta sejarah nyata dari keseharian dengan tantangan keadaan yang membuat para pahlawan begitu istiqomah dalam perjuangan kemerderkaan bangsa Indonesia. Derita dan kedukaan yang membalutnya bukannya melemahkan justru bangkit menguatkan perlawanan, perjuangannya bukan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, tetapi ada panggilan jihad untuk menegakkan keadilan yang selama ini dihancurkan oleh nafsu keserakahan serta melawan kedzaliman yang berkuasa dengan kesewenangan.

Teladan perjuangan Nabi Ibrahim as ketika berhadapan dengan tirani kekuasaan Namrud mampu dipermalukan dihadapan publik dan para loyalisnya, ketika Ibrahim as selamat dari kobaran api yang dianggap akan membakarnya. Sepenggal cerita ini sesungguhnya mampu menginspirasi perjuangan bagi kita semua sebagai penerus untuk penguatan dakwah Islam ditengah upaya kriminilisasi dan diskriminasi serta berbagai tuduhan, seperti dianggap intoleran dan radikal yang ditujukan pada ummat. Kondisi ini sepertinya untuk  menciptakan suasana yang panas guna  melemahkan dan menghancukan, tetapi kita memiliki kekuatan aqidah Islam, seperti halnya Ibrahim as yang memiliki kekuatan Tauhid, mampu melemahkan dan menghancurkan  arogansi penguasa yang dzalim.

Ayat di atas memberikan petunjuk bahwa perjuangan yang dilandasi ketauhidan akan diridhoi-Nya dan menyelamatkan dari berbagai bentuk upaya pengrusakan. Meski berbagai arogansi mesin kekuasaan sering kali dipamerkan, justru itu semakin menunjukkan betapa rapuhnya pondasi keyakinan persekongkolannya. 

Kekuatan tauhid yang menjadi energi perjuangan para pahlawan, sehingga rela berkorban harta dan jiwa, tetesan darah dan luka yang menyakitkan adalah persembahan bukti ketaatan pada-Nya, karena ketaatan selain pada-Nya merupakan kesesatan sekaligus menghinakan. Para pahlawan yang diasingkan, dipenjara dan berbagai teror penyiksaan dihadapi dengan ketabahan dan beribadah meski dengan segala keterbatasan. Sholat dan doa munajad para pahlawan yang terdholimi mampu mengalahkan mesin kekerasan yang selama ini dibanggakan.

Konsistensi perjuangan para pahlawan diharapkan bisa menjadi bekal perjuangan para generasi penerus anak bangsa, dan diantara keteladanan itu berupa : 1) Kekuatan Spiritual, inilah sumber kekuatan yang utama, ada kesadaran untuk istiqomah mentaatiNya, sehingga seberat apa pun tantangan  yang dihadapi kekuatan itu tidak ada bandingannya dengan kekuatan dan kekuasaan Allah SWT, sehingga tidak ada rasa gentar atau lari dari perjuangan, justru semakin tangguh menghadapi tantangan hingga meraih kemuliaan; 2) Kepedulian, ini bagian dari amal sholeh, sehingga berbagai peran perjuangan dan apa pun profesi yang disandang tetap melakukan perjuangan yang terbaik sebagai wujud amal sholeh yang dilakukan dengan penuh keikhlasan; 3) Persaudaraan dan Persatuan, inilah yang membuat perjuangan semakin kokoh, maka jangan sampai kita mudah dirusak persaudaraan dan persatuan dengan diadu domba untuk saling bermusuhan; 4) Menyiapkan Generasi yang tangguh, mengingat perjuangan yang masih panjang, sehingga perlu disiapkan generasi generasi yang tangguh, yang sadar akan kedaulatan, sadar untuk meningkatkan kesejaheteraan dan muak dengan berbagai bentuk kamuflase dan pencitraan yang penuh kebohongan, apa yang diucapkan dengan bahasa yang enak didengar ternyata ujung-ujungnya menyakitkan, menyengsarakan dan bangga dengan arogansinya.

Keteladanan perjuangan para pahlawan harus terus digali dan dijadikan karakter diri, karena tantangan saat kini dan masa depan nanti begitu komplek, sepertinya persoalan ketidakadilan dan kedzoliman masih kuat terasakan, maka saatnya buka mata dan hati serta kesadaran kita, dimana kondisi kesenjangan sosial semakin melebar, kondisi penegakkan keadilan yang tajam di bawah dan tumpul di atas begitu nyata dihadapan kita. Maka dakwah ketauhidan harus terus dilakukan, karena didalamya ada penguatan aqidah ummat, penyadaran gerakan, serta pemberdayaan.

Ketidakadilan dan kedzoliman sepertinya akan terus dilakukan karena ada kepentingan ekonomi yang lebih diutamakan sehingga menghalalkan segara cara untuk memuaskan nafsu keserakahannya, suara kebenaran dan tangisan pilu tidak diperhatikan justru dijadikan sasaran kekerasan, rekayasa dan fitnah ditebar itulah propaganda komunisme yang ingin menunjukkan eksistensinya, pada hal pernah melakukan makar dan tindakan anti kemanusiaan. Tunjukkan sebagai teladan keadilan karena adil itu lebih dekat pada takwa (Al Maidah 8),merefleksikan  keteladanan pahlawan, untuk kemajuan dan kedaulatan bangsa.  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu