Karakter Makhluk | Berita Populer Lazismu

 


Karakter Makhluk

Oleh: Muhammad Khoirul Anam, SPdI


Segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla, Tuhan pencipta semua makhluk, pemilik, pengatur, penyedia semua kebutuhan makhluk-Nya. Tiada dzat yang patut diper-Tuhan-kan dan yang benar di sembah selain Dia.

Salawat dan salam semoga senantiasa tersampaikan pada manusia agung, rasulullah Muhammad saw dengan segala kemuliaan yang melekat pada dirinya.

Allah swt menciptakan bermacam-macam makhluk di dunia. Ada manusia, malaikat, jin, binatang dan tumbuhan, mungkin juga banyak lagi makhluk Allah swt yang belum di ketahui sampai saat ini. Penciptaan semua makhluk itu hanya satu tujuan yakni agar makhluk beribadah dan menyembah hanya kepada-Nya saja. Allah swt berfirman :“ Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka hanya beribadah kepada-Ku “. (Q.S Adh-Dhaariyaat : 56). Dan Firman-Nya juga : “ Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada satupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. Al-Isra’ : 44)

Kita coba menguak sedikit perbedan karakter dari tiga makhluk Allah swt yang ada dalam Al-Qur’an. Pertama,  Malaikat. Makhluk yang Allah swt ciptakan dari cahaya ini  tidak perlu diragukan lagi  kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhannya. Apapun yang diperintahkan selalu dilaksanakan, tunduk dan patuh hanya kepada Allah swt. Tidak ada satu pun malaikat yang membelot  bahkan bersekutu dengan makhluk yang lain untuk membangkang kepada Allah swt atau makhluk membujuk malaikat untuk menjadi sekutunya. Allah swt berfirman : “Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada disisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah,  dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya lah mereka sujud”. ( Q.S Al-A’raf : 206 )

Kedua, makhluk yang bernama Iblis. Makhluk sombong dengan segala kekuatan dan kepandaian ilmunya, dikeluarkan dari tempat yang penuh kenikmatan (surga) dan dilaknat hingga hari akhir. Golongan makhluk ini tidak ada satupun yang beriman kepada-Nya, bahkan dia yang berusaha dengan berbagai cara dan dari segala penjuru untuk menggoda manusia. Allah swt berfirman : “ Iblis berkata : “ Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya “. ( Q.S. Al-Hijr : 39 ). Kesombongan Iblis tertulis dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman : “ Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat “sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan sombong dan adalah ia termasuk orang-orang yang kafir “. (Q.S. Al-Baqarah : 34). Dan firman-Nya juga: “Iblis berkata : Aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan Engkau ciptakan dia (Adam) dari tanah “. ( Q.S. Ash-Shaad : 76 ).

Sombong merupakan sifat yang harus dihindari dan tak pantas dimiliki oleh makhluk, karena pada hakekatnya kesombongan hanya pantas untuk Allah swt, Sang Kholiq.

Dan yang ke tiga makhluk yang bernama manusia. Makhluk terindah dan teragung dalam penciptaannya. Sebagaimana firman-Nya : “ Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik penciptaan “. ( Q.S. At-Tin : 4 ). Manakala manusia berada dalam tingkat keimanan yang tinggi, maka kehormatan sebagai makhluk akan dia dapatkan. Tapi manakala dia berada dalam keadaan yang terburuk (kufur), maka dia lebih rendah dari binatang. Allah swt berfirman : “ Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya “. ( Q.S At-Tin : 5 ). Manusia diberi kebebasan oleh Allah swt untuk menentukan jalan hidupnya, menjadi makhluk yang  bersyukurkah atau malah sebaliknya menjadi makhluk yang kufur. Sebagaimana doa nabi Sulaiman as ketika melewati lembah semut  : “ Ya Tuhanku, berikanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridhoi, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba Mu yang sholeh “. ( Q.S. An-Naml : 19 ). 

Namun disamping itu,  ada juga manusia yang angkuh dan sombong luar biasa. Dengan kekuasaannya, dia menganggap dirinya mampu melakukan segalanya bahkan mengaku sebagai Tuhan. Sebagaimana firman-Nya : “ Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya ( Allah ) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan ( kekuasaan ). Ketika Ibrahim mengatakan “ Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan “. Orang itu berkata “ saya dapat menghidupkan dan mematikan “. Ibrahim berkata “ Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat “. Lalu terdiamlah orang kafir itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim “. ( Q.S. Al-Baqarah : 258 ).

Saudara, dalam titik terendah, terkadang manusia melupakan hakekat dirinya sebagai makhluk yang lemah, dan menganggap paling berkuasa dan bisa melakukan apa saja sesuai keinginannya. Bahkan dalam kekufurannya, manusia mengira mampu melakukan apa yang Tuhan lakukan.

Semoga keimanan ini tetap melekat dan semakin meningkat sampai saatnya Allah swt memanggil kita. Dan semoga kita menjadi hamba-hamba yang husnul khotimah. Aamiin.  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu