Tiga Karakter Sifat Manusia | Berita Populer Lazismu

 



Tiga Karakter Sifat Manusia Dalam Al-Quran

Oleh: Mohammad Khoirul Anam, S.Pd.I

Segala puji hanya bagi Allah swt, Tuhan yang mengutus para nabi dan rasul untuk kemaslahatan hidup umat manusia

Salawat dan salam semoga senantiasa atas diri nabi Muhammad saw, suri tauladan bagi seluruh umat manusia.

Allah swt mengabadikan tiga nama hewan kecil di dalam Al-Qur’an, yakni An-Naml ( semut ), An-Nahl ( lebah ), dan al-‘Ankabut ( laba-laba ). Ketiga hewan ini memiliki karakter yang berbeda-beda seperti yang digambarkan dalam Al-Qur’an. 

Pertama, An-Naml ( semut ). Hewan ini memiliki semangat yang tinggi dalam upaya menghimpun makanan. Dia berupaya untuk mencari makanan sebanyak mungkin dan konon makanan yang ditimbunnya dapat di simpan  sampai bertahun-tahun. Kerakusan yang begitu besar sehingga dia berusaha untuk mengangkat beban yang jauh lebih berat dari tubuhnya, walaupun terkadang itu tidak untuk dirinya.

Kedua, Al-‘ankabut ( laba-laba ). Dalam dunia hewan, sarang laba-laba merupakan sarang yang paling rapuh. Firman Allah swt yang artinya : “ Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah (rapuh) adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui “. (Q.S. Al-‘Ankabut : 41). Binatang apapun yang terjebak disarangnya pasti akan dimangsanya. Bahkan si betina laba-laba suka memangsa pasangannya.

Dalam ranah kehidupan, sifat dari makhluk laba-laba ini merupakan sifat yang tidak memperdulikan orang lain, asalkan keinginan dan kesenangan terpenuhi. Saling mencurigai sehingga jauh dari rasa aman dan tenang. 

Dan hewan yang ke tiga An-Nahl ( lebah ). Firman Allah swt yang artinya : “ Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang bi buat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam)buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan “.  (Q.S. An-Nahl : 68-69 )

Makanan lebah merupakan sari pati dari sesuatu yang terbaik, yang dikeluarkannya pun juga sesuatu yang terbaik, dan saat dia hinggap di dahan pepohonan, tidak menjadikan patah. Maka sangat wajar kalau rasulullah saw mengibaratkan orang mukmin itu laksana lebah. Sabdanya yang artinya : “ Perumpamaan seorang mukmin itu laksana lebah, ia tidak makan kecuali yang baik, tidakmenghasilkan kecuali yang baik, dan bila berada di suatu tempat ia tidak merusaknya “. 

Terkadang Allah swt memberikan contoh kehidupan ini pada kehidupan binatang. Dengan kelebihan yang dimilikinya, derajat manusia bisa melebihi malaikat. Tapi manakala manusia tidak memahami aturan agama, maka kedudukannya jauh lebih rendah dari binatang.

Dari ke tiga contoh binatang di atas, maka kita bisa menggolongkan manusia dalam tiga tabiat hidupnya. Seumpama semut, manusia cenderung serakah dan suka menumpuk-numpuk harta bahkan sampai dia melupakan kewajiban untuk membantu orang lain. Menumpuk harta tanpa menghiraukan aturan agama. Halal atau haram sudah tidak diperhatikan lagi, yang terpenting hidup bergelimang harta dan tercukupi semua kebutuhannya. Mereka bercapek-capek mencari dan mengumpulkan harta sehingga mereka menjadi budak harta. Seumpama laba-laba, entah berapa banyak manusia seperti itu. Mengorbankan orang lain untuk kepuasan dirinya, tidak perduli lagi pada orang lain pokoknya ia bahagia. Dan seumpama lebah, ini merupakan sebaik-baik manusia. Mereka tidak boros, selektif dalam mencari dan menggunakan harta dan tidak suka memakan harta orang lain. Suka sari pati bunga, bahkan saat mengambil sari pati tidak menjadikan bunga rusak dan mati.

Karenanya, kehidupan lebah selayaknya kita jadikan contoh. Mencari yang terbaik dan menghasilkan yang terbaik serta tidak pernah merusak tatanan kehidupan. Semoga Allah swt menetapkan sifat lebah pada diri kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu