Konsulkes Lazismu: Kosmetik | Berita Populer Lazismu

 

dr Tjatur Prijambodo, MARS (Album keluarga)

TANYA:

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Pengasuh Konkes Lazismu Surabaya yang dirahmati Allah, saya salah satu Perawat di RS Muhammadiyah, umur 32 tahun. Akhir-akhir ini kulit wajah mulai muncul fleks hitam, banyak teman yang menawarkan kosmetik atau perawatan muka yang bisa memutihkan kulit wajah dan menghilangkan flek hitam, tetapi saya juga mendengar bahwa banyak kosmetik/krim pemutih wajah yang mengandung bahan berbahaya. Yang ingin saya tanyakan, kosmetik/krim pemutih wajah mengandung bahan bahaya maksudnya seperti apa? Dan apa efek terhadap kesehatan?

misstina@gmail.com


JAWAB:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb. 

Miss Tina yang dirahmati Allah. Wanita memang selalu ingin tampil cantik, apalagi dengan kulit yang putih, makin sempurnalah kecantikan seorang wanita. Sayang disayang, keinginan untuk tampil cantik justru sering membahayakan kesehatan. Salah satu penyebabnya adalah adanya kandungan merkuri dalam krim pemutih wajah. Padahal merkuri tidak boleh digunakan pada kulit manusia. Tetapi produsen nakal secara diam-diam memproduksi ribuan bahkan jutaan krim pemutih berbahaya di Indonesia.

Ciri kosmetik berbahaya yang mengandung merkuri adalah:

1. Tidak Ada Izin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Hati-hati jika ada krim yang mencantumkan nomor registrasi atau apapun, cek kebenarannya di Situs Resmi BPOM.

2. Warna Krim Mengkilap. Warna dalam krim abal-abal yang biasanya dimasukkan dalam wadah, memiliki warna yang menyolok. Seringkali pewarna yang digunakan adalah pewarna berbahaya. Curigai krim yang berwarna kuning atau putih mengkilap seperti mutiara.

3. Tidak Tercampur Rata dan Lengket. Krim pemutih abal-abal biasanya lengket karena dicampur dengan bedak. Selain itu, krim terasa kasar saat dipakai. Beberapa krim pemutih berbahaya kadang terpisah, ada bagian yang berminyak atau padat dalam satu kemasan.

4. Bau Menyengat. Tercium aroma logam. Produsen biasanya menyamarkan aroma ini dengan memberi parfum yang aromanya tajam.

5. Panas dan Perih Saat Dipakai. Reaksi setelah dipakai, kulit akan terasa panas, perih, memerah atau gatal. Penjual biasanya berkilah itu adalah reaksi biasa, tetapi ini adalah bukti bahwa kosmetik tersebut mengandung bahan keras dan bernahaya yang tidak cocok untuk kulit.

6. Kulit Merah Saat Kena Matahari. Kulit memiliki perlindungan alami, sehingga dia tidak akan merah meskipun berdiri di bawah matahari yang terik. Tetapi bila kulit mulai memerah jika terkena matahari, maka kemungkinan ada lapisan kulit telah rusak sebagai akibat dari pemakaian kosmetik berbahaya.

7. Kulit Putih Pucat dan Tidak Alami. Krim pemutih yang aman akan memberikan hasil putih cerah atau putih normal seperti kulit Ibu yang jarang terkena sinar matahari. Krim pemutih berbahaya biasanya memberi hasil putih yang sangat putih seperti kertas HVS, pucat, bahkan keabu-abuan.

8. Hasil Sangat Cepat. Kita justru harus waspada pada krim pemutih yang memberi hasil cepat. Jika kulit lebih putih dalam waktu hitungan hari atau minggu, itu adalah efek berbahaya merkuri atau hidrokuinon. Apalagi jika kulit tampak halus, bebas jerawat dan pori-pori mengecil. Awalnya memang bagus, tetapi lapisan kulit itu akan rusak dan menimbulkan masalah kesehatan akut yang berbahaya.

9. Ketergantungan. Jika pemakaian krim pemutih dihentikan, wajah akan tampak menggelap, sehingga muncul ketergantungan untuk terus memakai krim berbahaya tersebut. Semakin lama dipakai, racun semakin menumpuk dalam tubuh dan jaringan kulit pada akhirnya akan semakin rusak.

Itulah beberapa ciri krim pemutih berbahaya. Jangan mudah tergiur krim pemutih dengan hasil instan dan menakjubkan, apalagi ditambah embel-embel krim racikan dokter yang dijual bebas. 

Bahaya Merkuri sebagai kosmetik:

a. Menyebabkan Kanker Kulit.

b. Menimbulkan Ketergantungan.

c. Flek hitam pada kulit dengan cepat memucat (seakan pudar) dan jika pemakaian dihentikan  akan muncul flek hitam yang lebih parah lagi.

d. Efek Rebound yaitu memberikan respon berlawanan saat pemakaian dihentikan  seperti kulit menjadi kusam/gelap saat menghentikan pemakaian.

e. Wajah yang tadinya bersih lama kelamaan akan muncul flek sangat parah hingga berubah keabu-abuan dan menjadi kehitaman.

f. Kulit sama sekali tidak berjerawat disebabkan karena lapisan kulit epidermis sudah rusak, kulit sudah tidak mengandung protein dan melanin yang berfungsi melindungi radiasi paparan matahari, karenanya kuman-kuman tidak akan menyukainya termasuk nyamuk sekalipun.

g. Sepintas kulit yang tercemar merkuri tampak halus dan pori-pori tampak mengecil. Namun sebenarnya hal itu disebabkan lapisan kulit terluar wajah telah tipis dan tergerus oleh logam merkuri. Anda bisa merasakannya saat kulit terkena matahari, kulit tercemar merkuri akan terasa terbakar, gatal disertai kemerahan karena kulit wajah sudah tidak mendapat perlindungan dari melanin. 

h. Terakhir yang perlu diingat bahwa kandungan merkuri yang terdapat dalam produk kosmetik dapat terserap melalui kulit, kemudian akan dialirkan melalui darah ke seluruh tubuh dan akhirnya mengendap di dalam ginjal yang ujung-ujungnya dapat mengakibatkan gagal ginjal yang parah. Jika digunakan dalam waktu lama dapat menimbulkan keracunan.

Jika sudah terlanjur memakai kosmetik yang mengandung logam berbahaya ini dan sudah mulai timbul efek sampingnya, segera konsultasikan ke Dokter Spesialis Kulit di Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiah terdekat. Semoga bermanfaat. Aamiin. (Habibie)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu