Musibah Untuk Muhasabah | Berita Populer Lazismu

 


MUSIBAH UNTUK MUHASABAH

Oleh : Drs. Andi Hariyadi, M.Pd.I

Al Hadid 22 – 23 :

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman

مَآ أَصَابَ مِنْ مُّصِيبَةٍ فِى الْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ أَنْ نَّبْرَأَهَآ  ۚ إِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَآ ءَاتٰىكُمْ  ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

23. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.


Betapa tidak berdayanya kita, ketika pandemi Covid-19 masih menyertai dalam aktifitas kehidupan kita yang tidak hanya mempengaruhi dalam interaksi lokal dan nasional tetapi hingga berskala global, dengan dampak yang menyertainya baik dibidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, keagamaan, sosial budaya hingga politik. Perhatian warga dunia beserta para pemimpinnya berusaha bagaimana bisa segera lepas dari persoalan covid ini, karena sudah lebih dari satu semester kehidupan masyarakat terus terpuruk, dan sepertinya diprediksikan persoalan ini bisa setahun atau bahkan lebih sehingga keterpurukan ini semakin berat. 

Berbagai upaya sudah dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dan ini harus terus dilakukan, agar persebaran covid bisa dikendalikan, dan yang terpapar segera sembuh, serta berbagai dampak yang menyertai bisa pulih kembali. Perjuangan pemulihan atas kondisi ini begitu mulia, meski beresiko tinggi akibat tertular virus hingga terjadi kematian atau pun upaya pemulihan kehidupan sosial ekonomi agar bisa bertahan dan bangkit untuk memenuhi kesejahteraan, serta terus melakukan penelitian dan uji coba untuk menemukan vaksin yang bisa menangkal virus corona. Usaha dan harapan itu yang bisa dilakukan untuk memasuki tatanan kehidupan baru yang menyangkut etika, gaya hidup, kebijakan politik, interaksi sosial dan pengamalan ajaran keagamaan.

 Bagaimana kita perhatikan ketika berbagai aktifitas yang biasa dilakukan sebelum adanya wabah corona, kemudian saat wabah tiba ada pengurangan, pembatasan dan bahkan pelarangan yang tidak terbatas pada personal tetapi komunal, sehingga terjadi ketidaknyamanan. Keadaan seperti ini jika merujuk pada Alqur’an seperti ayat di atas, telah terjadinya ketetapan Allah SWT  berupa musibah dengan terjadinya pandemi corona. Ada sekitar 77 kali penggunaan kata musibah dalam Alqur’an tersebar di 56 ayat dan di 27 surat Alqur’an. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, musibah diartikan dengan kejadian menyedihkan yang menimpa, atau malapetaka, atau bencana. Sedangkan dalam kamus bahasa Arab al-Munawwir, musibah berasal dari kata ashaba yang diartikan sebagai bencana atau malapetaka.

Terjadinya musibah ini seharusnya kita mau bermuhasabah untuk melakukan perhitungan dan evaluasi diri atas apa yang dilakukan serta merefleksikan dengan melakukan yang lebih baik. Bisa jadi ada kekhilafan, kesalahan, kesombongan, ketidakadilan dan tidak amanah atas tugas yang diberikan, yang cenderung arogan, korupsi, manipulasi, dan lain sebagainya. Disinilah pentingnya kita bermuhasabah disamping berikhtiar untuk bisa lepas dari musibah covid ini, atau musibah – musibah lainnya, sehingga kita bersyukur atas karunia-Nya untuk dimaksimalkan dengan yang lebih baik. Ketika melakukan evaluasi ini pastinya akan bersinggungan dengan kondisi pribadi dan kepetingan yang selama ini sudah dirasakan, serta kenyamanan atas berbagai fasilitas yang sudah diberikan bersama kolega dan jaringannya, sehingga sungguh berat untuk perubahan ini, namun perjuangan itu tidaklah sia-sia justru akan berdampak yang lebih baik. Kesalahan dan kejahatan yang akut inilah konspirasi yang sebenarnya, maka perubahan diri dan kebijakan harus dilakukan, tanpa perubahan akan sia –sia apa yang dikerjakan. 

Bermuhasabah menjadikan wawasan kita berubah menjadi luas dan tidak sesempit saat dikendalikan nafsu kebodohan, bermuhasabah menjadi kesadaran kita bertambah untuk lebih mentaati-Nya bukannya lalai dan serakah, bermuhasabah lebih meningkatkan derajat kemuliaan sehingga mampu melakukan perubahan kebaikan, bukannya terkungkung oleh kehinaan. Bermuhasabah kita bisa mengambil hikmah atas musibah untuk lebih bermunajat dengan doa dan ibadah yang lebih sempurna serta beraktifitas yang lebih berdaya guna untuk kemaslahatan serta kepedulian sosial.

Terjadinya musibah dan kita mau bermuhasabah itulah solusi yang terbaik, yang mengintegrasikan dimensi spiritual dan sosial untuk mengkonstruksi perubahan yang lebih baik, dari konsep ajaran Islam inilah akan mampu menjadi jalan perbaikan untuk berbagai persoalan, demikian juga saat adanya musibah pandemi covid-19 sekarang ini disamping terus melakukan ikhtiar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan daya imun, dan yang lebih subtantif melakukan muhasabah yang tidak hanya untuk kebutuhan pribadi saja tetapi berdampak lebih luas pada masyarakat dan bangsa. (Habibie)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu