L’EXPLOITATION DE L’HOMME PAR L’HOMME | Berita Populer Lazismu

 

 

L’EXPLOITATION DE L’HOMME PAR L’HOMME

Oleh: Abdul Hakim, MPdI

Sahabat donatur Lazismu Surabaya yang dirahmati Alloh SwT.  

Judul di atas itu adalah  pepatah Prancis yang sangat terkenal. Kurang lebih berarti “Perampasan  hak manusia yang satu oleh manusia yang lain.” Ungkapan itu harus selalu kita apresiasi untuk mengingatkan amanat kesetaraan kita sebagai manusia. Alquran Surat Alhujuroot ayat 13 mengingatkan betapa Alloh SwT menciptakan laki-laki, perempuan, berbangsa dan bersuku-suku itu untuk menyatakan kesetaraan dan kebersamaan, agar manusia saling mengenal, memahami, berlaku bijak, tolong menolong, serta saling berempati.

Betapa krisis kemanusiaan akan terjadi setiap saat ketika ada seseorang, sekolompok orang, golongan, partai, suku, bangsa, atau bahkan rezim pemerintah tertentu bertindak eksploitatif, berlaku sewenang-wenang alias bersikap adigang adigung adiguna terhadap yang lain. Kata “eksploitasi” memang bisa bermakna beragam : merampas, menjajah, menginjak, membunuh, merusak, atau menindas dengan menghalalkan segala cara, dengan jalan sadis, penuh nafsu, demi target kepuasan individu atau kelompoknya, dan tentu di luar nalar sehat manusia, bahkan di luar kepantasan sebagai manusia. 

Peradaban manusia ternyata sarat dengan perilaku eksploitatif. Penjajahan adalah salah satu fakta atau bukti yang mewarnai potret buram kemanusiaan. Demi memuaskan hasrat eksploitatif menguasai sumber-sumber alam, bangsa Eropa yang bermigrasi ke Amerika harus menghabisi berjuta suku Indian. Dengan dalih mengerahkan tenaga kerja murah, kaum imigran itu memperbudak negro Afrika. Demikian pula, pasca “ditemukannya” Benua Australia oleh Colombus, kaum imigran Inggris dan Portugis itu ternyata harus menghabisi nyaris seluruh etnis Aborigin, warga asli Australia. 

Dan, yang lebih “gila” selama 350 tahun, Belanda telah menjajah Indonesia. Bangsa bule itu bukan hanya mengeksploitasi atau menguras dan merampas sumber alam Indonesia yang kaya raya, gemah ripah loh jinawi. Tetapi juga menindas, mengadu domba, membodohi, dan memiskinkan bangsa Indonesia, demi melanggengkan kolonialisme. 

Kini, ketika 75 tahun kemerdekaan RI dalam genggaman, kita diingatkan kembali dengan ungkapan Prancis di atas. Indonesia ternyata dalam cengkeraman neokolonialisme. Kapitalisme Barat dan Sosialisme Cina terbukti sangat bernafsu menjajah dan menjarah alias mengeksploitasi Indonesia. Liberalisme, sekulerisme, komunisme, dan kapitalisme adalah senjata “ampuh” mereka untuk melumpuhkan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya alam Indonesia. Mereka akan menipu, menjilat, mengadu domba, menyuap dan memecah belah rakyat dan bangsa ini, khususnya para elit dengan jalan d’exploitation de l’homme par l’homme, agar negeri ini tergadai. Tentu, umat Islam khususnya harus berada di garda terdepan, bersatu menyelamatkan negeri ini dari kerakusan neokolonialisme mereka.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu